Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan kesadaran skincare palsu, ilegal dan berbahaya pada remaja sekolah di SMA YP UNILA sebagai upaya menuju Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) Suryadi Islami; Ervina Damayanti; Anisa Nuraisa Jausal; Ahmad Fauzi; Annisa Tamara Panjaitan; Ahmad Fauzan Arif; Muhammad Ali Ikhsan; Ghozi Purna Atmaja; Alan Arindo Nadly; Muhammad Farhan Arif; Ridwan Hardiansyah; Eugenia Callista
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36137

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh promosi produk perawatan kulit yang belum tentu aman dan berizin. Kurangnya pengetahuan serta sikap kritis terhadap penggunaan skincare dapat menimbulkan risiko kesehatan kulit dan paparan bahan berbahaya. Program Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) dilaksanakan di SMA YP UNILA Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan sikap remaja mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 39 peserta (18 laki-laki dan 21 perempuan) yang mengikuti edukasi kesehatan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi. Instrumen pre-test dan post-test berupa kuesioner sikap terdiri dari 15 pernyataan skala Likert (1–4) dengan reverse scoring pada butir negatif digunakan untuk mengevaluasi peningkatan setelah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa pada peserta laki-laki rata-rata skor sikap pre-test sebesar 3,34 ± 0,35 dan post-test 3,28 ± 0,35, sedangkan pada peserta perempuan meningkat dari 3,41 ± 0,39 menjadi 3,49 ± 0,24. Proporsi sikap kategori “Baik” meningkat dari 67% menjadi 78% pada laki-laki, dan dari 76% menjadi 81% pada perempuan. Uji statistik (paired t-test dan independent t-test) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antar waktu maupun antar jenis kelamin (p>0,05). Meskipun demikian, terjadi perbaikan kecenderungan sikap positif terhadap penggunaan skincare aman setelah intervensi edukatif. Program Regenera-CARE terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan sikap remaja terhadap pemilihan produk skincare yang aman, serta dapat diadaptasi sebagai model edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mendorong perilaku perawatan kulit yang sehat dan bertanggung jawab. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; skincare; sikap; Regenera-CARE. AbstractAdolescents are a vulnerable group to the influence of skincare product promotions that are not always safe or officially registered. Limited knowledge and a lack of critical attitudes toward skincare use can pose risks to skin health and exposure to harmful ingredients. The Regenera-CARE (Generation Z Smart Skincare) program was implemented at YP UNILA Senior High School in Bandar Lampung to improve adolescents’ knowledge and attitudes toward the safe use of skincare products. This community program involved 39 participants (18 males and 21 females) who took part in health education delivered through interactive lectures and discussions. A pre-test and post-test questionnaire consisting of 15 Likert-scale statements (1–4) with reverse scoring on negative items was used to evaluate changes following the education session. The results showed that the mean attitude score for male participants was 3.34 ± 0.35 at pre-test and 3.28 ± 0.35 at post-test, while for female participants it increased from 3.41 ± 0.39 to 3.49 ± 0.24. The proportion of participants categorized as having a “Good” attitude increased from 67% to 78% among males and from 76% to 81% among females. Statistical analysis using paired t-test and independent t-test indicated no significant differences between time points or genders (p>0.05). Nevertheless, there was a positive trend in attitude improvement toward safe skincare use following the educational intervention. The Regenera-CARE program proved effective in enhancing adolescents’ awareness and attitudes toward safe skincare choices and could be adapted as a school-based health education model to promote responsible and healthy skincare behavior. Keywords: health education; adolescents; skincare; attitude; Regenera-CARE.
Cost of Illness Pasien Skizofrenia Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung 2023 Savira Rahmadanti; Nurma Suri; Citra Yuliyanda Pardilawati; Ervina Damayanti
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.75705

Abstract

Skizofrenia memerlukan pengobatan jangka panjang dan biaya yang tinggi, sehingga menjadi tanggung jawab berat bagi pasien serta pihak pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai total biaya (cost of illness) yang dialami oleh pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dari sudut pandang rumah sakit. Data dikumpulkan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien. Jumlah sampel sebanyak 100 dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Mayoritas pasien skizofrenia rawat inap adalah laki-laki (76%) dengan usia kategori dewasa awal (25-34 tahun) (43%), memiliki tingkat pendidikan rendah (45%) dan pendidikan menengah (45%). Pasien skizofrenia sebagian besar tidak bekerja (85%) dan memiliki asuransi kesehatan (95%). Diagnosis terbanyak adalah skizofrenia paranoid (91%) dan sebagian memiliki penyakit penyerta (58%). Rata-rata lama rawat inap pasien adalah 39 hari. Komponen biaya medis langsung terbesar adalah ruang rawat inap, visite dokter spesialis, dan asuhan keperawatan. Komponen biaya medis langsung terbesar adalah ruang rawat inap, visite dokter spesialis, dan asuhan keperawatan. Total biaya untuk satu kali rawat inap meliputi biaya ruang rawat inap yaitu sebesar Rp417.570.000, biaya visite dokter spesialis sebesar Rp194.705.000, dan biaya asuhan keperawatan sebesar Rp122.960.000. Total biaya atau cost of illness pada 100 pasien skizofrenia rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung pada tahun 2023 mencapai Rp949.139.959 dengan rata-rata biaya per pasien sebesar Rp9.491.399,59.
Edukasi pentingnya perawatan kulit dan pembuatan produk alami sederhana campuran Aloe vera dengan minyak zaitun pada pelajar SMK Negeri 7 Bandar Lampung sebagai upaya menuju Regenera-CARE (remaja gen z pintar skincare) Suryadi Islami; Anisa Nuraisa Jausal; Dina Evyana; Ervina Damayanti; Ridwan Hardiansyah; Reny Arienta Putri; Putri Emylia Rossa; Muhammad Umar Abdullah Al Faruq; Nabylly Aghna Bachtiar; Fahmi Ilham Hatimi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.38740

Abstract

Abstrak Banyak remaja mengalami masalah kulit yang tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga dapat menyebabkan kepercayaan diri yang menurun, stigmatisasi, dan kondisi psikososial yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Perawatan kulit memainkan peran penting dalam kesehatan kulit. Namun, pengetahuan tentang pentingnya perawatan kulit seringkali terbatas atau kurang akurat. Ada pula miskonsepsi dan stigma yang salah di masyarakat yang menganggap bahwa kulit hanyalah muka saja dan kegiatan perawatan kulit lebih relevan bagi perempuan daripada laki-laki. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 Bandar Lampung, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait masalah perawatan kulit. Metode yang digunakan yaitu promosi kesehatan dengan penyuluhan interaktif yang dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk alami sederhana campuran Aloe vera dengan minyak zaitun. Hasil post-test menunjukkan adanya rata-rata peningkatan 50% pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Selain itu, pelatihan pembuatan produk perawatan kulit berbahan dasar Aloe vera dapat diikuti dengan baik oleh siswa, yang menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang praktis dan aplikatif berhasil meningkatkan keterampilan mereka. Kata kunci: edukasi; perawatan kulit; remaja; aloe vera; minyak zaitun. AbstractMany adolescents experience skin problems that not only affect them physically but can also lead to diminished self-confidence, stigmatization, and psychosocial conditions that impact daily activities. Skincare plays a vital role in skin health. However, knowledge about the importance of skincare is often limited or inaccurate. There are also misconceptions and social stigmas, such as the belief that skincare only pertains to the face and is more relevant to women than men. This community service was carried out at SMK Negeri 7 Bandar Lampung, with the aim of enhancing knowledge related to skincare. The method used was health promotion through interactive counseling, followed by a training session on the creation of simple natural products combining Aloe vera and olive oil. The post-test results indicated an average 50% increase in knowledge following the educational session. Moreover, the training on the creation of Aloe vera-based skincare products was well received by the students, demonstrating that a practical and applicable educational approach successfully enhanced their skills. Keywords: education; skincare; adolescents; aloe vera; olive oil.