Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan caregiver formal dalam peningkatan pengetahuan tentang analisis kebutuhan sistem informasi catatan keperawatan lansia di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Lawang Wisoedhanie Widi Anugrahanti; Jeffry Atur Firdaus; Endang Krisnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33277

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat di Lembaga Kesejahteraan Sosial-Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Desa Ketindan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur dilaksanakan dengan memperhatikan adanya kebutuhan peningkatan pengetahuan caregiver formal tentang analisis kebutuhan bagi pengembangan sebuah sistem informasi yang dapat mendukung kegiatan pencatatan keperawatan yang telah terlaksana selama ini secara manual. Data hasil pemeriksaan atau observasi keperawatan yang telah dilakukan secara rutin setiap hari dicatat secara manual pada kertas masing-masing caregiver pemeriksa lansia untuk selanjutnya dipindahkan secara manual ke dalam formulir status kesehatan masing-masing lansia. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan caregiver formal tentang analisis kebutuhan sistem informasi catatan keperawatan. Peningkatan pengetahuan dilakukan dengan memberikan penyuluhan serta melakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan data kebutuhan sistem informasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) kali pertemuan pada tanggal 3, 9 dan 11 Juli 2025 dengan peserta yang terlibat caregiver formal di LKS-LU Pangesti Lawang sejumlah 14 (empat belas) orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kegiatan pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner yang terdiri atas sejumlah 15 pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pemahaman pre-test 57,64 dan rata-rata skor post-test 88,14 dengan capaian peningkatan pengetahuan caregiver formal tinggi yang ditunjukkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,72, dengan capaian efektivitas kegiatan pengabdian masyarakat tergolong cukup efektif yang ditunjukkan oleh nilai persentase N-Gain sebesar 72,46%. Peningkatan pengetahuan caregiver formal tentang analisis kebutuhan sistem informasi meningkatkan kapasitas caregiver formal dalam pengelolaan rencana pengembangan sistem informasi catatan keperawatan berikut tersedianya data tentang analisis kebutuhan sistem dan pengguna yang dihasilkan dari Focus Group Discussion yang telah dilaksanakan. Disarankan bagi LKS-LU Pangesti Lawang untuk meningkatkan pengetahuan caregiver formal melalui metode lain seperti penyuluhan tidak langsung menggunakan poster atau leaflet serta mempertimbangan pengembangan sistem informasi bagi catatan keperawatan lansia di LKS-LU Pangesti Lawang. Kata kunci: analisis kebutuhan; catatan keperawatan; lansia; sistem informasi. Abstract Community service activities at the social welfare institution for the elderly (LKS-LU) Pangesti Ketindan Village, Lawang District, Malang Regency East Java Province were carried out by taking into account the need to increase formal caregivers' knowledge regarding needs analysis for the development of an information system that can support nursing recording activities that have been carried out manually so far. Data from nursing examinations or observations that have been carried out routinely every day are recorded manually on each caregiver's paper for examining the elderly and then transferred manually into each elderly person's health status form. The purpose of this activity is to increase formal caregivers' knowledge about needs analysis for nursing record information systems. Knowledge improvement was carried out by providing counseling and conducting Focus Group Discussions (FGD) to formulate information system needs data. This activity was carried out in 3 (three) meetings on July 3, 9 and 11, 2025 with 14 (fourteen) participants involved as formal caregivers at LKS-LU Pangesti Lawang. Evaluation of the activity was carried out through pre-test and post-test activities with a questionnaire instrument consisting of 15 questions. The results of the activity showed an average pre-test understanding score of 57.64 and an average post-test score of 88.14 with a high achievement of increasing formal caregiver knowledge as indicated by an average N-Gain value of 0.72, with the achievement of the effectiveness of community service activities being classified as quite effective as indicated by the N-Gain percentage value of 72.46%. Increasing formal caregivers' knowledge about information system needs analysis increases the capacity of formal caregivers in managing the nursing records information system development plan, along with the availability of data on system needs analysis and users resulting from the Focus Group Discussion that has been conducted. It is recommended for LKS-LU Pangesti Lawang to increase the knowledge of caregivers through other methods such as indirect counseling using posters or leaflets and considering the development of an information system for elderly nursing records at LKS-LU Pangetsi Lawang. Keywords: needs analysis; nursing records; elderly; information systems.
OPTIMALISASI ALUR KERJA PENYIMPANAN REKAM MEDIS MANUAL DENGAN PROTOTIPE SIMKLINIK BERBASIS WEB Jeffry Atur Firdaus; Bhre Diansyah Dinda Khalifatulloh
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 7 No 4 (2025): EDISI 26
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v7i4.6669

Abstract

Sistem penyimpanan rekam medis manual di sebuah klinik swasta di Kabupaten Malang seringkali menimbulkan kendala operasional seperti inefisiensi waktu dan tingginya risiko berkas salah letak (misfile). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alur kerja tersebut melalui perancangan prototipe antarmuka User Interface/User Experience (UI/UX) untuk Sistem Informasi Manajemen Klinik (SIMKlinik) berbasis web. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan melalui wawancara dan observasi, perancangan prototipe high-fidelity menggunakan Figma, serta validasi desain melalui sesi qualitative usability testing dengan tiga petugas rekam medis. Hasil penelitian ini adalah sebuah prototipe interaktif yang fungsional, dilengkapi fitur dashboard, pencarian digital, dan visualisasi denah rak berkas rekam medis. Hasil validasi menunjukkan bahwa desain yang diusulkan memiliki alur kerja yang intuitif dan secara efektif menjawab permasalahan yang ada di lapangan. Disimpulkan bahwa prototipe SIMKlinik ini berpotensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan penyimpanan rekam medis di fasilitas kesehatan serupa.
Transformasi Digital Rekam Medis melalui Pendampingan Pembuatan SIM Klinik Berbasis Artificial Intelligence Bhre Diansyah Dinda Khalifatulloh; Jeffry Atur Firdaus
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan memerlukan peningkatan kompetensi petugas rekam medis dalam pengembangan sistem informasi. Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen masih menghadapi keterbatasan kompetensi teknologi informasi karena sebagian besar petugas berlatar belakang pendidikan SMA, sehingga belum mampu mengimplementasikan desain Sistem Informasi Manajemen (SIM) Klinik ke dalam bentuk aplikasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital petugas melalui pendampingan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan SIM Klinik pada proses peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan mitra, penyuluhan mengenai konsep AI, pelatihan AI-assisted programming, praktik pembuatan SIM Klinik, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 47,00 pada pretest menjadi 85,00 pada posttest, dengan peningkatan pengetahuan sebesar 80,85%. Selain itu, peserta mampu memanfaatkan AI untuk menyusun prompt, menghasilkan kode program sederhana, melakukan debugging, dan mengembangkan fitur peminjaman serta pengembalian berkas rekam medis. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi digital petugas sekaligus mendukung percepatan transformasi digital pengelolaan rekam medis di klinik.
Peningkatan kompetensi digital petugas rekam medis melalui pelatihan prompt engineering dan AI-assisted development untuk sistem penyimpanan rekam medis di klinik XYZ Jeffry Atur Firdaus; Endang Krisnawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.40416

Abstract

AbstrakKlinik XYZ merupakan fasilitas kesehatan dengan kunjungan rata-rata 1.500 pasien per bulan yang hingga saat ini masih menyimpan rekam medis secara manual, di mana tiga orang petugas rekam medis berlatar belakang SLTA menjadi tulang punggung pengelolaannya. Kesenjangan kompetensi digital yang signifikan pada mitra non-IT ini, ditambah belum adanya sistem informasi manajemen klinik (SIMKlinik) untuk modul penyimpanan, menunjukkan urgensi intervensi berbasis pemberdayaan teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital petugas rekam medis secara komprehensif, meliputi aspek kognitif dan psikomotorik, dalam mengembangkan halaman penyimpanan rekam medis digital berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui pendekatan AI-assisted development yang inovatif dan pelatihan prompt engineering. Kegiatan dilaksanakan pada Maret hingga Agustus 2026 di Klinik XYZ dengan melibatkan tiga orang petugas rekam medis sebagai mitra sasaran dalam pendekatan partisipatif yang terstruktur. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan mitra, perancangan solusi, pelatihan intensif berbasis hands-on, serta evaluasi terpisah menggunakan one-group pre-test post-test dengan analisis Normalized Gain (N-gain) untuk mengukur pemahaman dan observasi praktik berbasis skala Likert 1-5 untuk mengukur keterampilan teknis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dengan rata-rata skor N-gain sebesar 0,87 pada kategori tinggi, di mana seluruh peserta (100%) berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, observasi praktik diperoleh rata-rata skor 4,08 hingga 4,92, yang menunjukkan seluruh peserta mampu membuat halaman penyimpanan rekam medis digital secara mandiri dengan fitur form input lokasi, tabel daftar, denah rak berwarna, pencarian dengan highlight, serta form edit dan hapus data. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan AI-assisted development merupakan solusi yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan kompetensi digital petugas non-IT dalam pengembangan sistem informasi kesehatan. Kata kunci: Artificial Intelligence; prompt engineering; rekam medis; SIMKlinik; pemberdayaan Abstract Klinik XYZ is a healthcare facility averaging 1,500 patient visits per month that currently maintains medical records manually, relying on three medical record staff members with high school-level education as the backbone of its management. A significant digital competency gap among these non-IT staff, combined with the absence of a clinic management information system (SIMKlinik) for data storage, highlights the urgent need for a technology-empowerment intervention. This community service activity aims to comprehensively improve the digital competence of medical records officers, covering cognitive and psychomotor aspects, in developing Artificial Intelligence (AI)-based digital medical record storage pages through an innovative AI-assisted development approach and prompt engineering training. The project was conducted from March to August 2026 at Klinik XYZ, involving the three medical record staff members as target partners through a structured participatory approach. Implementation methods included a needs analysis, solution design, intensive hands-on training, and a dual evaluation process: a one-group pre-test/post-test design with Normalized Gain (N-gain) analysis to measure understanding, and Likert-scale (1–5) observations of practical work to assess technical skills. Evaluation results demonstrated a significant improvement in understanding, with an average N-gain score of 0.87 (categorized as "high"), with all participants (100%) falling into this high category. Meanwhile, practical observations yielded average scores ranging from 4.08 to 4.92, indicating that all participants were capable of independently creating a digital medical record storage interface featuring location input forms, data listing tables, color-coded shelf layouts, highlighted search functions, and data editing and deletion forms. This initiative demonstrates that the AI-assisted development approach is an effective and innovative solution for enhancing the digital competence of non-IT staff in the development of health information systems. Keywords: Artificial Intelligence; prompt engineering; medical records; SIMKlinik; community empowerment