Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan pembuatan alat peraga inovatif dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa pada materi geometri di SLB–C Pancaran Kasih Kota Cirebon Nurma Izzati; Aditiya Eka Nugraha; Muchammad Muarief
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.32359

Abstract

AbstrakKegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pembuatan alat peraga inovatif dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa pada materi geometri di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon.  Kegiatan pendampingan dilakukan di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Pada kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta  siswa dan guru-guru matematika di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan penelitian Participatory Action Research (PAR) yang mencakup pemberian pengetahuan tentang macam-macam alat peraga inovatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa pada materi geometri, bimbingan dalam merancang dan membuat alat peraga inovatif, serta pendampingan implementasi penggunaan alat peraga di kelas, dan evaluasi kegiatan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa pendampingan pembuatan alat peraga inovatif efektif dalam meningkatkan kemampuan guru matematika di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon dalam merancang, membuat dan menggunakan alat peraga inovatif pada materi geometri di kelas. Hasil pendampingan juga menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi geometri di SLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon meningkat. Aspek kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga dalam pembelajaran geometri menunjukkan rata-rata sebesar 76% berada dalam kategori "Puas". Aspek kepuasan siswa terhadap kualitas alat peraga geometri menunjukkan rata-rata sebesar 78% berada dalam kategori "Baik". Aspek kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga dalam pembelajaran geometri menunjukkan rata-rata sebesar 76% berada dalam kategori "Puas". Kata kunci: alat peraga; pemahaman matematis; geometri. AbstractThis activity aims to provide guidance on the creation of innovative teaching aids to improve students' mathematical understanding of geometry at SLB-C Pancaran Kasih in Cirebon City.  The guidance activity was conducted at SLB-C Pancaran Kasih in Cirebon City during the second semester of the 2023/2024 academic year. This activity involves collaboration between lecturers and students of the Mathematics Education program at UIN Syekh Nurjati Cirebon, as well as students and mathematics teachers at SLB-C Pancaran Kasih in Cirebon City. The method used in this activity was the Participatory Action Research (PAR) approach, which included providing knowledge about various innovative teaching aids that can be used to enhance students' mathematical understanding of geometry, guidance in designing and creating innovative teaching aids, mentoring the implementation of teaching aids in the classroom, and evaluating the activity. The results of the mentoring showed that the mentoring in creating innovative teaching aids was effective in improving the ability of mathematics teachers at SLB-C Pancaran Kasih in Cirebon City to design, create, and use innovative teaching aids for geometry lessons in the classroom. The results also indicated that students' mathematical understanding of geometry at SLB-C Pancaran Kasih in Cirebon City improved. The aspect of student satisfaction with the use of teaching aids in geometry learning showed an average of 76% in the “Satisfied” category. The aspect of student satisfaction with the quality of geometry teaching aids showed an average of 78% in the ‘Good’ category. The aspect of teacher satisfaction with the use of teaching aids in geometry learning showed an average of 76% in the “Satisfied” category. Keywords: teaching aids; mathematical understanding; geometry.
The Effect of Critical Thinking Skills and Mathematical Connection Skills on Students’ Ability To Solve Hots Problems Nurma Izzati; Muchammad Muarief
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Volume 11 Number 1, March 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpmi.v11i1.8505

Abstract

This study was conducted to explore the extent of the impact of students' critical thinking skills and mathematical connections in solving HOTS-type problems. Using a quantitative approach with a causal relationship model, this study took the subjects of grade VIII students at SMP Negeri 2 Sumber for the 2025/2026 school year period. From the total existing population, as many as 38 students were selected as a representative sample determined through the cluster random sampling method. All primary data were collected using a description test instrument that had passed validity and reliability tests to measure critical thinking competence, connection skills, and students' success in answering high-level questions. The data was then processed in depth through path analysis techniques with the help of SPSS 21 software.The main findings in this study reveal that critical thinking skills have a very strong direct influence on students' HOTS scores, which is evidenced by a beta value of 0.602 and a significance level of p < 0.001. However, quite contrasting results were found on the mathematical connection variable. This variable did not have a significant impact directly on students' ability to solve HOTS questions (beta = 0.115; p = 0.395). Furthermore, the results of the mediation test showed that no empirical evidence was found regarding the indirect influence of critical thinking on solving HOTS problems through the intermediary of mathematical connection ability. Simultaneously, the two independent variables tested in this model contributed 40.4% in explaining the variation in students' HOTS ability. This indicates that there are still around 59.6% of other factors outside of this study that also affect student achievement. In conclusion, these findings emphasize that the critical thinking factor is the most dominant and crucial element in supporting the success of junior high school students when facing complex mathematical problems.Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Koneksi Matematis terhadap Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal HOTSABSTRAKStudi ini dilakukan untuk mendalami sejauh mana dampak dari kecakapan berpikir kritis serta koneksi matematis siswa dalam menuntaskan soal-soal bertipe HOTS. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model hubungan kausal, penelitian ini mengambil subjek siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sumber untuk periode tahun ajaran 2025/2026. Dari total populasi yang ada, sebanyak 38 peserta didik terpilih sebagai sampel representatif yang ditentukan melalui metode cluster random sampling. Seluruh data primer dikumpulkan menggunakan instrumen tes uraian yang telah melewati uji validitas serta reliabilitas guna mengukur kompetensi berpikir kritis, kemampuan koneksi, dan keberhasilan siswa dalam menjawab soal-soal tingkat tinggi. Data tersebut kemudian diolah secara mendalam lewat teknik analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS 21.Temuan utama dalam penelitian ini mengungkap bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat terhadap perolehan skor HOTS siswa, yang dibuktikan dengan nilai beta sebesar 0,602 dan tingkat signifikansi p < 0,001. Namun, hasil yang cukup kontras ditemukan pada variabel koneksi matematis. Variabel tersebut justru tidak memberikan dampak signifikan secara langsung terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal HOTS (beta = 0,115; p = 0,395). Lebih lanjut, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan bukti empiris mengenai adanya pengaruh tidak langsung antara berpikir kritis terhadap penyelesaian soal-soal HOTS melalui perantara kemampuan koneksi matematis.Secara simultan, kedua variabel independen yang diuji dalam model ini menyumbang andil sebesar 40,4% dalam menjelaskan variasi kemampuan HOTS peserta didik. Hal ini mengindikasikan bahwa masih terdapat sekitar 59,6% faktor lain di luar penelitian ini yang turut memengaruhi capaian siswa. Sebagai kesimpulan akhir, temuan ini mempertegas bahwa faktor berpikir kritis merupakan elemen yang paling dominan dan krusial dalam mendukung keberhasilan siswa tingkat menengah pertama saat menghadapi persoalan matematika yang kompleks.Kata Kunci:Kemampuan berpikir kritis matematis; kemampuan koneksi matematis; soal HOTS