Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Skrining dan edukasi pasien lansia dengan riwayat hipertensi di Puskesmas Ika Buana Januarti; Laily Mega Rahmawati; Fitria Dwi Damayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.31010

Abstract

Abstrak Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang dapat memicu komplikasi serius berupa sindrom metabolik, terutama pada lansia. Pengelolaan hipertensi yang efektif melalui edukasi berbasis komunitas diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan lansia terhadap manajemen penyakit ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Ngesrep, Kota Semarang, dengan melibatkan 40 lansia sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pengukuran tekanan darah, pemberian kuesioner pretest dan post-test, serta penyuluhan interaktif dengan media leaflet dan sesi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 21% ke dalam kategori “baik” setelah penyuluhan, dengan nilai signifikansi statistik p = 0,004. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis komunitas efektif meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia dalam mengelola hipertensi guna mencegah komplikasi sindrom metabolik. Disarankan pelaksanaan edukasi dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan aktivitas rutin lansia untuk hasil yang optimal. Kata kunci: hipertensi; penyuluhan ; sindrom metabolik Abstract Hypertension is a major risk factor that can trigger serious complications in the form of metabolic syndrome, especially in the elderly. Effective management of hypertension through community-based education is expected to improve the understanding and knowledge of the elderly regarding the management of this disease. This community service activity was carried out at the Ngesrep Health Center, Semarang City, involving 40 elderly as participants. The methods used included blood pressure measurement, provision of pre-test and post-test questionnaires, and interactive counseling using leaflets and question and answer sessions. The results showed an increase in participant knowledge by 21% into the "good" category after counseling, with a statistical significance value of p = 0.004. This activity proves that community-based education is effective in increasing the awareness and knowledge of the elderly in managing hypertension to prevent complications of metabolic syndrome. It is recommended that education be carried out continuously and integrated with the routine activities of the elderly for optimal results. Keywords: counseling; hypertension; metabolic syndrome
Pelatihan dan Edukasi Manfaat Minyak Atsiri dan Pembuatan Anti-repellent bagi Siswa SMA Ika Buana Januarti; Laily Mega Rahmawati; Muhammad Ali Maksum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kedokteran Vol 5, No 2 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/abdimasku.5.2.92-98

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki permasalahan tingginya populasi nyamuk yang berpotensi menyebarkan penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga edukasi terkait penggunaan bahan alami sebagai repelan menjadi penting. Minyak atsiri diketahui memiliki kandungan sitronellal, geraniol dan citronella yang bersifat sebagai anti-repellent. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains terapan kepada siswa SMA melalui praktik pembuatan parfum EDT dari bahan baku minyak atsiri sereh wangi, adas dan nilam. Tahap  kegiatan pengabdian antara lain persiapan sarana prasarana, edukasi dan pelatihan pembuatan produk anti-repellent diakhiri pendampingan, monitoring serta evaluasi hasil kegiatan kepada siswa. Evaluasi kegiatan diukur melalui peningkatan pemahaman dari hasil kuesioner pretest dan postest. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman siswa meningkat pada kategori sangat baik dari 86,5% ke 100% setelah edukasi dan praktik pembuatan parfum.Indonesia as a tropical country has a problem with a high mosquito population that has the potential to spread diseases such as Dengue Fever (DHF), so education regarding the use of natural ingredients as repellents is important. Essential oils are known to contain citronellal, geraniol and citronella which have anti-repellent properties. The purpose of this community service activity is to increase applied science literacy for high school students through the practice of making EDT perfume from essential oils of citronella, fennel and patchouli. The stages of the community service activity include preparation of infrastructure, education and training in making anti-repellent products, ending with mentoring, monitoring and evaluation of the results of the activity for students. Evaluation of the activity is measured through increased understanding from the results of the pretest and posttest questionnaires. The results of the community service activity show that students' understanding increased in the very good category from 86.5% to 100% after education and practice in making perfume.