Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi pembiasaan makan sehat bergizi dan hidup berkelanjutan di MI Al Hidayah Bangli melalui teknologi sekolah cerdas pangan berbantuan IoT (Internet of Things) Nurul Isnaini Fitriyana; I Putu Andika Subagya Putra; I Komang Gde Trisna Purwantara; I Gede Suryawan; I Putu Rama Putra Yasa; Dellista Hapsari Roro Luhardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35446

Abstract

Abstrak MI Al Hidayah Bangli merupakan sekolah inklusif dengan 5 (lima) orang siswa berkebutuhan khusus (autisme dan tuna grahita) dari total siswa 100 orang (5%). Seluruh siswa di sekolah ini berasal dari etnis Jawa serta beragama Islam. Disabilitas, bahasa, budaya, etnik, kepercayaan, dan gender merupakan aspek yang memengaruhi inklusifitas. Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan, karena melalui pendidikan karakter akan terbentuk individu yang inklusif, terdidik, dan toleransi. Pendidikan karakter dapat dicapai melalui salah satu bentuk yaitu Pusat Kegiatan Belajar melalui kegiatan terpadu yaitu “Sekolah Cerdas Pangan” di MI Al Hidayah Bangli. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini menyediakan media pembelajaran multiliterasi berbasis ketahanan pangan di MI Al Hidayah. Sehingga, akan terbentuk pembiasaan makan sehat bergizi dan dan hidup berkelanjutan yang akan membentuk karakter yang inklusif. Teknologi Sekolah Cerdas Pangan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Yang pertama adalah penanaman tanaman pangan (stroberi) dan tanaman obat (jahe) di Kebun Cerdas berbantuan teknologi IoT (Internet of Things). Yang kedua adalah edukasi dan praktik pembiasaan makan sehat bergizi berbantuan media pembelajaran flipbook digilat ber ISBN dengan judul Pangan Sehat. Yang ketiga adalah pengolahan sampah pangan menjadi ekoenzim berbantuan flip book digital. Evaluasi keberhasilan program dapat dilihat berdasarkan data terkuantifikasi, melalui pre-test dan post-test terhadap guru dan siswa di MI Al Hidayah Bangli. Hasil evaluai menunjukkan peningkatan pemahaman tentang teknologi IoT sebesar 81,70%; tentang pangan sehat 82,42%; tentang pengolahan sampah pangan 81,08%, serta tentang literasi budaya dan kewargaan sebesar 81,54%. Kata kunci: multiliterasi; IoT; sekolah cerdas pangan; pembiasaan makan sehat bergizi; kebun cerdas. Abstract MI Al Hidayah Bangli is an inclusive school accommodating five students with special needs (autism and intellectual disability), constituting 5% of the total student population of 100 individuals. All students in this school are of Javanese ethnicity and adhere to the Islamic faith. Disability, language, culture, ethnicity, belief, and gender are aspects that influence inclusivity. Character education is a crucial component within the education system, as it fosters the development of inclusive, educated, and tolerant individuals. Character education can be achieved through various forms, one of which is the Learning Activity Center (Pusat Kegiatan Belajar), implemented through the integrated activity "Smart Food School" (Sekolah Cerdas Pangan) at MI Al Hidayah Bangli. The objective of this community engagement activity is to provide multiliteracy learning media based on food security at MI Al Hidayah. Consequently, this initiative aims to establish a habit of healthy and nutritious eating and sustainable living, which will subsequently shape an inclusive character. The Smart Food School Technology was executed in several phases: First phase involved the cultivation of food crops (strawberries) and medicinal plants (ginger) in the Smart Garden (Kebun Cerdas) with the assistance of IoT (Internet of Things) technology. Second phase comprised education and practical implementation of healthy and nutritious eating habits, utilizing a digital flipbook learning medium with an ISBN, titled Pangan Sehat (Healthy Food). Third phase focused on processing food waste into eco-enzymes, also supported by a digital flipbook. The program's success was evaluated based on quantified data obtained from pre-tests and post-tests administered to teachers and students at MI Al Hidayah Bangli. Evaluation results indicated an increase in understanding: 81,70% regarding IoT technology; 82,42% concerning healthy food; and 81,08% pertaining to food waste processing; and 81,54% cultural literacy Keywords: multiliteracy; IoT; smart garden; smart food school; habituation of eating nutritious and healthy food
Pengembangan Diri siswa kelas 5 SLB N 1 Bangli melalui pembelajaran multiliterasi berbantuan buku cerita anak bergambar Nurul Isnaini Fitriyana; Made Hendra Mahajaya Pramayasa; I Nyoman Sudirman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34394

Abstract

Abstrak Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) keempat yaitu pendidikan yang berkualitas, setara, inklusif, serta mendukung kesempatan belajar seumur hidup, maka pendidikan berkualitas menjadi hak semua orang. Setiap individu memiliki akses yang setara terhadap sumber daya, peluang, dan keputusan. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan pendidikan berkualitas yang inklusif bagi siswa di SLB N 1 Bangli melalui pembelajaran multiliterasi. Kegiatan PkM ini berbantuan buku cerita anak bergambar. Pendampingan pembelajaran multiliterasi perlu diterapkan di kelas V SLB N 1 Bangli untuk pengembangan diri peserta didik. Model pembelajaran multiliterasi cocok diterapkan menggunakan media pembelajaran buku cerita anak bergambar dwibahasa (Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia). Dimensi multiliterasi dalam media buku cerita anak bergambar dwibahasa ini meliputi literasi baca, literasi visual, literasi budaya dan kewargaan. Pendampingan dilaksanakan selama satu semester yaitu pada semester ganjil 2024/2025. Sebanyak 5 (lima) buah buku cerita anak bergambar jenjang B1, B2, dan B3 digunakan dalam kegiatan ini. Buku cerita anak bergambar menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia . Tahapan pelaksanaan PKM ini meliputi distribusi buku cerita anak, persiapan, serta pelaksanaan. Sebanyak 15 (lima belas) judul buku didistribusikan untuk media pembelajaran Seni dan Budaya. Observasi awal dilakukan melalui wawancara dengan guru kelas V, SLB N 1 Bangli, dilanjutkan dengan pendampingan dilakukan terhadap 12 orang siswa kelas V. Pendampingan selama satu semester memberikan hasil peningkatan literasi baca, literasi tulis, serta literasi budaya siswa kelas 5 SLB N 1 Bangli sebesar masing-masing 64.73%; 67.64%; serta 79.03%. Kata kunci: multiliterasi; GEDSI; anak berkebutuhan khusus; buku cerita bergambar; buku cerita bahasa Bali AbstractIn adherence to the fourth Sustainable Development Goal (SDG 4), which stipulates quality, equitable, and inclusive education and promotes lifelong learning opportunities, quality education is established as a universal right. Consequently, every individual is entitled to equal access to resources, opportunities, and decision-making processes. The objective of this Community Service (PkM) initiative was to enhance quality, inclusive education for students at SLB N 1 Bangli through the implementation of multiliteracies learning. This PkM activity utilized illustrated children's storybooks as a learning resource. The multiliteracies learning assistance was implemented in the fifth-grade classroom (Class V) of SLB N 1 Bangli to facilitate student self-development. The multiliteracies learning model was specifically tailored to be delivered using bilingual (Balinese and Indonesian) illustrated children's storybooks. The multiliteracy dimensions integrated into this bilingual medium included reading literacy, visual literacy, and cultural and civic literacy. The intervention was conducted over one semester, specifically during the odd semester of the 2024/2025 academic year. A total of five (5) illustrated children's storybooks at the B1, B2, and B3 reading levels were utilized in the core activity. These illustrated books were presented bilingually (Balinese and Indonesian) and contained local cultural values and wisdom. The implementation stages of this PkM included the distribution of children's storybooks, preparation, and execution. A total of fifteen (15) book titles were distributed to serve as a learning medium for Arts and Culture subjects. Initial observation was conducted via interviews with the class V teacher at SLB N 1 Bangli, followed by direct assistance provided to 12 students in Class V. The one-semester intervention yielded positive outcomes: reading literacy, writing literacy, and cultural literacy among the fifth-grade students at SLB N 1 Bangli increased by 64.73%, 67.64%, and 79.03%, respectively. Keywords: multiliteracy; GEDSI; children with special needs; picture children’s book; Balinese languange picture book