Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi budidaya kopi excelsa di Dusun Cukil berbasis pelatihan pemangkasan dan pengelolaan pohon peneduh Hanna Prillysca Chernovita; Djoko Murdono; Deasy Carolina; Evi Maria; Sumiati Arta Dewi; Laurencia Cristine Tarika; Adhitya Julianto; Nofa Safitri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34277

Abstract

AbstrakDusun Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang merupakan sentra budidaya kopi excelsa atau kopi nongko yang memiliki potensi rasa khas namun menghadapi kendala pada pemangkasan dan pengelolaan pohon peneduh. Pemangkasan yang kurang tepat menyebabkan tajuk tanaman terlalu tinggi, banyak cabang tidak produktif, serta intensitas cahaya kurang optimal akibat naungan berlebih. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemangkasan dan pengelolaan pohon peneduh guna mengoptimalkan pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas kebun kopi. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Kembang, yang beranggotakan 21 petani kopi excelsa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan teknis mengenai klasifikasi cabang, teknik pemangkasan bentuk, produksi, dan peremajaan, serta pengaturan naungan pohon peneduh dari jenis leguminosae. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan menggunakan alat bantu gunting galah untuk menjangkau cabang tinggi, dan pendampingan selama enam hari (26-31 Juli 2025) di kebun kopi petani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 80% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test. Secara teknis, 85% tanaman pascapelatihan memiliki tajuk sesuai standar, dengan tinggi 1,5-2,0m, proporsi cabang produktif minimal 70%, dan tajuk seimbang serta tingkat naungan 40-60%. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi pada kelompok tani kopi di wilayah dengan kondisi agroklimat serupa guna meningkatkan mutu dan daya saing kopi. Kata kunci: kopi excelsa; pemangkasan; pohon peneduh, pelatihan; Dusun Cukil AbstractDusun Cukil, Tengaran Sub-district, Semarang Regency, is a production center for excelsa coffee, locally known as kopi nongko, which has distinctive flavor potential but faces challenges in pruning and shade tree management. Improper pruning has resulted in excessively tall canopies, numerous unproductive branches, and suboptimal light penetration due to excessive shade. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and skills in pruning and managing shade trees to optimize the growth, health, and productivity of coffee plantations. The program’s partner was the Kelompok Tani Kembang, consisting of 21 excelsa coffee farmers. The implementation method included technical training on branch classification, formative, production, and rejuvenation pruning techniques, as well as shade management using leguminous species. The program continued with field practice, where participants used pole pruners to reach tall branches, followed by a six-day mentoring period (July 26- 31, 2025) on farmers’ coffee plots. The results showed an 80% increase in participants’ knowledge, as evidenced by pre-test and post-test comparisons. Technically, 85% of post-training coffee trees met the recommended canopy standards, height of 1.5-2.0m, at least 70% productive branches, balanced canopy shape, and optimal shade coverage of 40-60%. This training program is recommended for replication among coffee farmer groups in regions with similiar agroclimatic conditions to improve the quality and competitiveness of excelsa coffee. Keywords: excelsa coffee; pruning; shade tree management; training; Dusun Cukil
PENGARUH PROMOSI DIGITAL TIKTOK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN GENERASI Z JAKARTA DENGAN MEDIASI E-WOM Aisha Anindya Salsabila; Rini Darmastuti; Deasy Carolina
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i1.880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi digital terhadap keputusan pembelian dengan Electronic Word of Mouth (E-WOM) sebagai variabel mediasi pada Generasi Z pengguna TikTok di Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pesatnya pertumbuhan TikTok sebagai platform pemasaran digital serta tingginya intensitas penggunaan oleh Generasi Z yang menjadikannya kelompok konsumen potensial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistik dan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 107 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji hipotesis, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi digital berpengaruh signifikan terhadap E-WOM dan keputusan pembelian dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, E-WOM juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian serta mampu memediasi hubungan antara promosi digital dan keputusan pembelian dengan nilai uji Sobel sebesar 4,37 > 1,96. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi pengguna melalui ulasan, komentar, dan rekomendasi di TikTok menjadi faktor penting dalam membentuk keputusan pembelian Generasi Z. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teori pemasaran digital serta menjadi referensi bagi pelaku usaha dalam merancang strategi promosi yang lebih efektif.  
Digital Fan Engagement dan Strategi Sports Marketing Klub Satya Wacana Saints Salatiga Tegar Rakhy Bayuga; Rini Darmastuti; Deasy Carolina
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2026): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of the sports industry demands strategic digitalization in building relationships with fans . This study aims to analyze the implementation of digital fan engagement strategies on the Instagram of the Satya Wacana Saints (SWS) basketball club in Salatiga, and examine its impact on the escalation of fan loyalty and participation . Using a descriptive qualitative method, data was collected through in-depth interviews with club management, active fans, and player fans . The results indicate that SWS's digital marketing strategy is suboptimal and experiences a "digital acquisition deficit" . Social media management is still dominated by asymmetric one-way communication, monotonous visual content, and a lack of storytelling tactics that humanize athletes off the court . Fan awareness and emotional attachment are currently driven purely by organic local identity proximity (UKSW alma mater and Salatiga City), rather than effective digital campaigns . Consequently, fan involvement stalls at passive observation and fails to transform into digital advocacy or active co-creation participation . This study concludes the urgency for SWS to integrate Customer Relationship Management (CRM) and revamp its content strategy to be more interactive to convert offline allegiance into militant digital loyalty. ABSTRAK Perkembangan industri olahraga menuntut digitalisasi strategis dalam membangun hubungan dengan penggemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi digital fan engagement pada media sosial Instagram klub basket Satya Wacana Saints (SWS) Salatiga, serta mengkaji dampaknya dalam membangun eskalasi loyalitas dan partisipasi fans. Tulisan ini didasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif,  pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada manajemen klub, fans aktif dan fans pemain. Hasil penelitian menunjukkan strategi pemasaran digital SWS masih mengalami "defisit akuisisi digital". Pengelolaan media sosial masih didominasi komunikasi asimetris satu arah, konten visual yang monoton dan minimnya taktik storytelling yang memanusiakan atlet di luar lapangan. Awareness dan Attachment penggemar murni didorong oleh kedekatan organik identitas lokal (almamater UKSW dan Kota Salatiga), bukan efektivitas kampanye digital. Akibatnya, keterlibatan penggemar terhenti pada level observasi pasif dan gagal bertransformasi menjadi advokasi digital (allegiance) atau partisipasi ko-kreasi aktif. Menjadi urgensi bagi SWS mengintegrasikan Customer Relationship Management (CRM) dan merombak strategi konten menjadi lebih interaktif guna mengonversi kesetiaan luring menjadi loyalitas digital yang militan.