Setya Ferywidyastuti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSES FASET LENSA PADA FULL FRAME PLASTIK MENGGUNAKAN METODE BOXING DI OPTIK PRANOTO Desi Indra Sulistyaningsih; Setya Ferywidyastuti; Joko Sulistyo
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.8

Abstract

Abstract The rapid development of science and technology is very influential on the development of eyewear services in Indonesia. Formerly glasses only functioned as a protective device, then developed as a tool of vision and cosmetics. Glasses with CR39 single vision lens is a lightweight lens worn. While the selection of full rim frame based on the terms of design and uniqueness. This research is a case study of patients with major complaints blurred far vision. The dispensing practice is done by using boxing method. Before doing the edging process in Pranoto Optical Shop Sidoharjo Sragen, some preparation were done first for procedure and tool carefully. Based on research done in Pranoto Optical Shop Sidoharjo Sragen showed that the number of manual dispensing process of full rim plastic frame with CR39 spherical lens was 15 frame with 30% percentage. After performing the dispensing process stages the case study results were examined what was in accordance with the physical criteria and refractive lens. The final stage was the installation of CR39 single vision lens on full frame rim by hand. Basically, the implementation of the dispensing process was done carefully and carefully including the selection of materials as well as the preparation of the completeness and feasibility of practice equipment. Keywords : CR39 Single Vision Spheris Lens, Full Rim Frame, Boxing Method Abstrak Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan jasa pelayanan kacamata di Indonesia. Dahulu kacamata hanya difungsikan sebagai alat pelindung, kemudian berkembang sebagai alat bantu penglihatan dan juga kosmetik. Kacamata dengan lensa CR39 single vision merupakan lensa yang ringan dipakai. Sedangkan pemilihan frame full rim berdasarkan dari segi desain dan keunikannya. Metode pengambilan data penelitian menggunakan studi kasus terhadap pasien dengan keluhan utama melihat jauh kabur. Sedangkan cara melakukan praktek faset ini dengan menggunakan metode boxing. Sebelum melakukan proses edging di Optik Pranoto Sidoharjo Sragen terlebih dahulu dilakukan beberapa persiapan baik prosedur maupun alat dengan teliti dan hati-hati. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di Optik Pranoto Sidoharjo Sragen menunjukan bahwa jumlah proses faset manual frame plastik full rim dengan lensa spheris CR39 sebesar 15 frame dengan prosentase 30%. Setelah melakukan tahapan proses faset hasil studi kasus diperiksa apa sudah sesuai dengan kriteria fisik dan refraktif lensa. Tahap akhir berupa pemasangan lensa CR39 single vision ini pada frame full rim dengan menggunakan tangan. Pada dasarnya pelaksanaan proses faset dilakukan secara teliti dan hati-hati yang meliputi pemilihan bahan serta persiapan kelengkapan dan kelayakan peralatan praktek. Kata Kunci: Lensa CR39 Single Vision Spheris, Frame Full Rim, Metode Boxing
PERHITUNGAN PARAMETER LENSA MINERAL BLANK BIFOKAL UNTUK MENENTUKAN UKURAN CENTER THICKNESS DAN EDGE THICKNESS DI LABORATORIUM KLINIK OPTIK STIKES HAKLI SEMARANG Evan Wijanarko; Setya Ferywidyastuti; Joko Sulistyo
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.23

Abstract

Lensa blank adalah lensa bahan yang belum di proses / digosok untuk kedua permukaannya D1 (depan) dan D2 (belakang). maka ada persoalan yang terlebih dahulu harus dipecahkan, yakni mengukur parameter lensa mineral blank bifokal untuk menentukan ET dan CT, penelitian ini bertujuan menentukan ET dan CT yang sesuai dengan resep S3.00. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif yaitu untuk melakukan perhitungan parameter lensa apakah ada yang sesuai atau tidak dengan standar. Pengumpulan data dengan cara observasi data yang bersumber dari melakukan pengukuran lensa blank bifokal menggunakan alat ukur di laboratorium STIKES HAKLI Semarang. Sampel yang digunakan adalah lensa bifokal flattop dan kriptok karena jumlah lensa jenis ini yang terbanyak di laboratorium klinik optik STIKES HAKLI Semarang.Dari data yang dikumpulkan terdapat 15 lensa blank, dengan tebal 4 mm sebanyak 7 pcs, tebal lensa blank 6 mm sebanyak 7 pcs, dan tebal lensa blank 10 mm sebanyak 1pcs.Hasil perhitungan lensa blank dengan resep S-3.00, Hasil lensa blank yang tidak sesuai standart menggunakan S-3.00 ada 8 lensa dari 15 lensa. Faktor yang mempengaruhinya adalah diameter lensa blank yang besar dan bisa juga tebal lensa blank yang terlalu kecil. Lensa blank yang tebalnya 4 mm tidak sesuai untuk resep S-3.00 akan lebih sesuai untuk resep minus kecil.Kata kunci: lensa blank, CT, ET
PEMILIHAN FRAME PADA PENDERITA MYOPIA TINGGI DI OPTIK BOY SEMARANG Ariezal Deva Rachmana; Adi Cahyono; Setya Ferywidyastuti
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.24

Abstract

Frame adalah bingkai kacamata yang memegang lensa dan memberi nilai plus bagi pemakai sedangkan lensa adalah benda transparan yang meneruskan sinar cahaya. Tanpa frame, lensa tidak mungkin bertahan di depan mata kecuali lensa kontak yang menempel pada kornea. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu Observasi. Observasi adalah pengumpulan data dengan cara mengambil data secara langsung kegiatan praktek untuk mendapatkan gambaran yang nyata atau kasus yang di teliti. Data diperoleh dari Optik Boy Semarang. Menurut hasil penelitian pendahuluan di Optik Boy Semarang , bahwa dari data pasien atau pelanggan sebanyak 59 orang penderita myopia, didapatkan hasil koreksi kelainan refraksi myopia rendah sebanyak 22 (37%), myopia sedang sebanyak 21 orang (36%) dan, myopia sebanyak 16 orang (27%).Kata kunci: Frame, Lensa, Refraksi Optisi