Adi Cahyono
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMERIKSAAN METODE FAN AND BLOCK DENGAN CROSS CYLINDER PENDERITA ASTIGMATIS MYOPICUS COMPOSITUS Maulida Sari Yuliana; Siti Masfufah; Adi Cahyono
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.9

Abstract

Abstract Astigmatic Myopicus Compositus is an astigmatic type whose 2 points of refraction are in front of the retina. Examination of subjective refraction in astigmatic patients can be done with several methods, namely the method of fan and block and cross cylinder method. This study aims to determine the comparison of astigmatic examination between the two methods. This study is descriptive with the approach used in Cross sectional study where the way data collection of independent variables and dependent variable is done once at the same time. The study was conducted at Optik Wahyu Ngaliyan in the period of May 12, 2018 - April 12, 2018. There were 105 (65.22%) were female and 56 (34.78%) of male sex were examined, 161 patients with astigmatic refractive disorders numbered 20 patients (12.43%). Based on the research conducted from both methods it is known that in the determination of axis in astigmatis sufferers more accurate by using cross cylinder method but the equipment used more special, while the method of fan and block using simple equipment but weak in accuracy axis, but in inspection is suggested able to master all kinds of inspection according to inspection procedure. Keywords: Astigmatis, Cross Cylinder, Fan and Block. Abstrak Astigmatis Myopicus Compositus yaitu jenis astigmatis yang 2 titik pembiasannya berada di depan retina. Pemeriksaan refraksi subjektif pada penderita astigmatis dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu metode fan and block dan metode cross cylinder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemeriksaan astigmatis antara kedua metode tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian bersifat Cross sectional dimana cara pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan sekali pada waktu yang bersamaan. Penelitian dilakukan di Optik Wahyu Ngaliyan pada periode 12 Mei 2018 – 12 April 2018 Sebanyak 105 (65,22%) berjenis kelamin perempuan dan 56 (34,78%) berjenis kelamin laki-laki yang diperiksa, dari 161 pasien yang mengalami kelainan refraksi astigmatis berjumlah 20 pasien (12,43%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dari kedua metode tersebut diketahui bahwa dalam penentuan axis pada penderita astigmatis lebih akurat dengan menggunakan metode cross cylinder tetapi peralatan yang digunakan lebih khusus, sedangkan metode fan and block menggunakan peralatan sederhana tetapi lemah dalam keakuratan axis, namun dalam pemeriksaan disarankan mampu menguasai semua jenis pemeriksaan sesuai prosedur pemeriksaan. Kata kunci : Astigmatis, Cross Cylinder, Fan and Block
PENETAPAN UKURAN KACAMATA PADA PENDERITA ANISOMETROPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA MENGUNAKAN UJI WFDT Darmini; Wahjoe Handini; Adi Cahyono
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.17

Abstract

Abstract Anisometropia is a condition where there is a difference in the size of refractive abnormalities between the right eye and the left eye. Visual impairment can occur by several causes, including Myopia. This study aims to determine the determination of refractive status in patients with Anisometropia. The type of research used is a descriptive study and data collection is done by observation of data sourced from customer records in Optik Pranoto in Juli 2018 and interviews with patients during the examination. The number of patients with refraction disorders of myopia as much as 152 cases, with a percentage of 32.5%, where the number of anisometropia with refraction status of myopia as many as 35 people with percentage of 19.7%. Sample of case observed got result of examination with size of glasses recommended by OD. S-5.50 and OS S-200. Refractive examination in anisometropic patients whose difference of dioptrinya more than 3.00 D then tested the Worth Four Dot Test (WFDT) by using 1 point of red, 2 green dots, and 1 point neutral with red and green filters placed in front of the patient's eyes. The patient sees 2 vertical points (2 red dots), perceptual (-), fusion (-) test results. The size of the glasses can be prescribed with the best final correction results. Keywords : Myopia, Anisometropia, Worth Four Dot Test Abstrak Anisometropia merupakan kondisi dimana terdapat perbedaan ukuran kelainan refraksi antara mata kanan dan mata kiri. Gangguan penglihatan dapat terjadi oleh beberapa macam sebab, diantaranya adalah Myopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penetapan status refraksi pada penderita Anisometropia. Jenis penelitian deskritif yaitu untuk mendiskrisikan kasus kelainan refraksi pada penderita Anisometropia dengan status myopia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi data yang bersumber dari catatan pelanggan di Optik Pranoto pada bulan April 2018 serta wawancara dengan pasien saat melakukan pemeriksaan. Hasil penelitian yang dilakukan di Optik Pranoto menunjukan bahwa jumlah pasien kelainan refraksi miopia sebanyak 152 kasus, dengan prosentase 32,5%, dimana jumlah anisometropia dengan status refraksi myopia sebanyak 35 orang dengan prosentase 19,7%. Hasil pemeriksaan dengan ukuran kacamata yang direkomendasikan OD. S-5.50 dan OS S-200. Pemeriksaan refrak pada penderita anisometropia yang selisihnya dioptrinya lebih dari 3.00 D maka dilakukan uji Worth Four Dot Test (WFDT) dengan mengunakan 1 titik merah, 2 titik hijau, dan 1 titik netral dengan filter warna merah dan hijau dipasang didepan mata pasien. Pasien tersebut melihat 2 titik vertikal (2 titik merah), hasil test persepsi (-), fusi (-). Kesimpulannya ukuran kacamata dapat diresepkan dengan hasil koreksi akhir terbaik. Kata Kunci : Myopia, Anisometropia,Worth Four Dot Test
PEMILIHAN FRAME PADA PENDERITA MYOPIA TINGGI DI OPTIK BOY SEMARANG Ariezal Deva Rachmana; Adi Cahyono; Setya Ferywidyastuti
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.24

Abstract

Frame adalah bingkai kacamata yang memegang lensa dan memberi nilai plus bagi pemakai sedangkan lensa adalah benda transparan yang meneruskan sinar cahaya. Tanpa frame, lensa tidak mungkin bertahan di depan mata kecuali lensa kontak yang menempel pada kornea. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu Observasi. Observasi adalah pengumpulan data dengan cara mengambil data secara langsung kegiatan praktek untuk mendapatkan gambaran yang nyata atau kasus yang di teliti. Data diperoleh dari Optik Boy Semarang. Menurut hasil penelitian pendahuluan di Optik Boy Semarang , bahwa dari data pasien atau pelanggan sebanyak 59 orang penderita myopia, didapatkan hasil koreksi kelainan refraksi myopia rendah sebanyak 22 (37%), myopia sedang sebanyak 21 orang (36%) dan, myopia sebanyak 16 orang (27%).Kata kunci: Frame, Lensa, Refraksi Optisi