Wahjoe Handini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMERIKSAAN REFRAKSI SUBYEKTIF PENDERITA PRESBYOPIA STATUS REFRAKSI ANTIMETROPIA BALAI KESEHATAN INDERA MASYARAKAT Desy Ayu Pertiwi; Wahjoe Handini; Joko Sulistyo
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.10

Abstract

Abstract Antimetropia is a condition in which a person with visual impairment has different refraction status. One of his eyes had myopia status and the other had hypermetropia status. Myopia is a state where the incoming rays are refracted from falling in the retina but in front of the retina. Hypermetropia is a state where the incoming rays are refracted not falling on the retina but behind the retina. Giving goggles to young age antimetropia sufferers will not cause a problem, because a single vision glasses can be used for remote viewing and reading. an elderly antimetropia patient, need to consider the additional size for his reading glasses in connection with presbyopia. This type of research is a qualitative research conducted by descriptive method, and research design using case study approach by performing direct examination with antimetropia sufferer. The sampling technique in this research is by purposive sample technique with criterion were patients aged over 40 years who have a unique refractive eye disorder status, where one eye is a myopia status while the other eye hypermetropia refractive status. The resulth of research in obtaining subjective refractive examination data of 500 people, most of the female of 326 people(65,2%), aged ≥ 40 years number of 258 people(51,6%). Of the total number of refractive examination subjects as many as 7 people(1,4%) suffering presbyopia with antimetropia refraction status. Keywords : Antimetropia, Presbyopia, Subjective Refraction Examination Abstrak Antimetropia merupakan suatu keadaan dimana seorang penderita gangguan penglihatan memiliki status refraksi yang berbeda, salah satu matanya berstatus myopia dan mata satunya berstatus hypermetropia. Myopia merupakan keadaan dimana sinar-sinar yang datang dibiaskan tidak jatuh di retina melainkan didepan retina. Hypermetropia merupakan keadaan dimana sinar-sinar yang datang dibiaskan tidak jatuh di retina melainkan di belakang retina. Pemberian kacamata pada penderita antimetropia usia muda tidak akan menimbulkan satu permasalahan, karena satu kacamata single vision sudah dapat dipergunakan untuk melihat jauh dan membaca, namun untuk penderita antimetropia usia tua, perlu mempertimbangkan ukuran tambahan untuk kacamata bacanya sehubungan dengan adanya presbyopia. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan metode deskriptif,. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu teknik purposive sampel dengan kriteria pasien yang berusia diatas 40 tahun yang memiliki kelainan status refraksi mata yang unik, dimana salah satu matanya berstatus myopia sedangkan mata yang lain berstatus refraksi hypermetropia. Hasil penelitian pemeriksaan refraksi subyektif sejumlah 500 orang, berjenis kelamin perempuan sejumlah 326 orang (65,2%), berumur ≥ 40 tahun sejumlah 258 orang(51,6%). Jumlah hasil pemeriksaan refraksi subyektif tersebut sebanyak 7 orang (1,4%) menderita presbyopia dengan status refraksi antimetropia. Kata kunci : Pemeriksaan Refraksi Subyektif, Presbyopia, Antimetropia
PENETAPAN UKURAN KACAMATA PADA PENDERITA ANISOMETROPIA DENGAN STATUS REFRAKSI MYOPIA MENGUNAKAN UJI WFDT Darmini; Wahjoe Handini; Adi Cahyono
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.17

Abstract

Abstract Anisometropia is a condition where there is a difference in the size of refractive abnormalities between the right eye and the left eye. Visual impairment can occur by several causes, including Myopia. This study aims to determine the determination of refractive status in patients with Anisometropia. The type of research used is a descriptive study and data collection is done by observation of data sourced from customer records in Optik Pranoto in Juli 2018 and interviews with patients during the examination. The number of patients with refraction disorders of myopia as much as 152 cases, with a percentage of 32.5%, where the number of anisometropia with refraction status of myopia as many as 35 people with percentage of 19.7%. Sample of case observed got result of examination with size of glasses recommended by OD. S-5.50 and OS S-200. Refractive examination in anisometropic patients whose difference of dioptrinya more than 3.00 D then tested the Worth Four Dot Test (WFDT) by using 1 point of red, 2 green dots, and 1 point neutral with red and green filters placed in front of the patient's eyes. The patient sees 2 vertical points (2 red dots), perceptual (-), fusion (-) test results. The size of the glasses can be prescribed with the best final correction results. Keywords : Myopia, Anisometropia, Worth Four Dot Test Abstrak Anisometropia merupakan kondisi dimana terdapat perbedaan ukuran kelainan refraksi antara mata kanan dan mata kiri. Gangguan penglihatan dapat terjadi oleh beberapa macam sebab, diantaranya adalah Myopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penetapan status refraksi pada penderita Anisometropia. Jenis penelitian deskritif yaitu untuk mendiskrisikan kasus kelainan refraksi pada penderita Anisometropia dengan status myopia. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi data yang bersumber dari catatan pelanggan di Optik Pranoto pada bulan April 2018 serta wawancara dengan pasien saat melakukan pemeriksaan. Hasil penelitian yang dilakukan di Optik Pranoto menunjukan bahwa jumlah pasien kelainan refraksi miopia sebanyak 152 kasus, dengan prosentase 32,5%, dimana jumlah anisometropia dengan status refraksi myopia sebanyak 35 orang dengan prosentase 19,7%. Hasil pemeriksaan dengan ukuran kacamata yang direkomendasikan OD. S-5.50 dan OS S-200. Pemeriksaan refrak pada penderita anisometropia yang selisihnya dioptrinya lebih dari 3.00 D maka dilakukan uji Worth Four Dot Test (WFDT) dengan mengunakan 1 titik merah, 2 titik hijau, dan 1 titik netral dengan filter warna merah dan hijau dipasang didepan mata pasien. Pasien tersebut melihat 2 titik vertikal (2 titik merah), hasil test persepsi (-), fusi (-). Kesimpulannya ukuran kacamata dapat diresepkan dengan hasil koreksi akhir terbaik. Kata Kunci : Myopia, Anisometropia,Worth Four Dot Test
PENENTUAN UKURAN KACAMATA BACA PADA PENDERITA PRESBYOPIA DENGAN STATUS REFRAKSI HYPERMETROPIA DI OPTIK SILIWANGI CIREBON Gina Nuramalia; Wahjoe Handini; Risang Haryo
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.22

Abstract

Hypermetropia adalah suatu keadaan dimana sinar sinar sejajar yang memasuki bola mata dibiaskan oleh media refrakta dibelakang retina yang berakibat obyek yang letaknya jauh dari bola mata tidak akan nampak jelas dalam pengelihatan. Presbyopia adalah perkembangan normal yang berhubungan dengan usia, dimana akomodasi yang diperlukan untuk melihat dekat perlahan lahan berkurang. Pada usia diatas 40 tahun biasanya akan membutuhkan kacamata baca keadaan inilah yang disebut dengan presbyopia. Menurut hasil penelitian pendahuluan di Optik Siliwangi Cirebon pada bulan September 2022 terdapat penderita myopia sebanyak 32 orang, penderita hypermetropia 21 orang, dan penderita astigmatism 4 orang, sedangkan penderita presbyopia ada 1 orang. Metedologi penelitian ini yaitu dengan meperoleh data langsung dari wawancara dan observasi pada pasien berstatus refraksi hypermetropia dengan usia diatas 40 tahun yang berkunjung ke optik Siliwangi Cirebon. Dari hasil penelitian yang didapatkan sejumlah data penderita gangguan penglihatan yang mendapatkan jasa pelayanan pemeriksaan refraksi subyektif di Optik Siliwangi Cirebon dari tanggal 01 September s/d 30 September 2022 berjumlah 58 orang.Kata Kunci : Hypermetropia, Presbyopia