Roro Kushartanti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hakli

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Endah Widaningtyas; Fadzli Melani Fitri; Roro Kushartanti; Andri Asmorowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.11

Abstract

Abstract The completeness of filling out the medical record file must reach 100% for 1x24 hours after the patient leaves the hospital. The purpose of this study was to determine the completeness of filling in inpatient medical record documents.This research method is a literature review regarding the completeness analysis of filling out inpatient medical record documents in hospitals. Literature is obtained from searching through an online database, namely Google Scholar. Based on the results of the study, it was found that the completeness of filling out inpatient medical record documents at the hospital for patient identification there were still 3 articles with a percentage of 30%, the completeness of filling out important reports on the patient's DRM there were still 4 articles with a percentage of 40%, completeness of authentication on the patient's DRM was still there. Two articles with a percentage of 20%, and the completeness of the correct documentation is still 1 journal with a percentage of 10% which is said to be still not good, because the number of completeness of filling out medical record documents has not reached 100%. Suggestions for further research It is hoped that this documentation study will be developed and compared with other studies. And the method used is related to the limitations of researchers on data collection in the field due to Covid-19. Keywords : Analysis, Completeness, Medical Record Documents, Hospitalization Abstrak Kelengkapan pengisian berkas rekam medis harus mencapai 100% selama 1x24jam setelah pasien keluar rumah sakit. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap. Metode penelitian ini adalah studi literature (Literature Review) mengenai analisis kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit. Literature diperoleh dari penelusuran melalui database online yaitu Google Scholar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap di rumah sakit pada identitifikasi pasien masih ada 3 jurnal dengan presentase 30%, kelengkapan pengisian laporan penting pada DRM pasien masih ada 4 artikel dengan presentase 40%, kelengkapan autentifikasi pada DRM pasien masih ada dua artikel dengan presentase 20%, dan kelengkapan pendokumentasian yang benar masih ada satu artikel dengan presentase 10% yang dikatakan masih kurang baik, karena angka kelengkapan pengisian dokumen rekam medis masih belum mencapai 100%. Diharapkan untuk dapat mengembangkan studi dokumentasi ini dan membandingkan dengan studi lainnya. Serta metode yang digunakan terkait keterbatasan peneliti terhadap pengambilan data dilapangan akibat Covid-19. Kata Kunci : Analisis, Kelengkapan, Dokumen Rekam Medis, Rawat Inap
FAKTOR SANITASI LINGKUNGAN KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Roro Kushartanti; Sri Puji Rahayu
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 1 (2022): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i1.15

Abstract

Abstract The low access of families to sanitation facilities is currently the main cause of death in infants and toddlers and contributes more than 80% of infectious diseases, appetite disorders, and digestive tract disorders. Some infectious diseases suffered by infants and toddlers if this condition occurs for a long time can cause weight loss, it will lead to stunting problems. The purpose of this study was to determine the relationship between several factors of family enviromentas sanitation and the incidence of stunting in Toodlers in the working area of Sekaran Health Centre Semarang City. This research method used descriptive research with a cross sectional approach. The sample used in this study amounted 80 responden. Processing and data analysis in this study using Chi Square and Fisher Exact statistical test.The results showed that there was a relationship between the the variable availability of clean water facilities and the incidence of stunting in toddlers (p-value = 0.027), there was a relationship between the variable availability of waste disposal facilities and the incidence of stunting in toddlers (p-value 0.048), there was no relationship between the variables availability of family latrine facilities with the incidence of stunting in toddlers (p-value 0.748), and there is a relationship between the variable availability of wastewater disposal facilities and the incidence of stunting in toddlers (p-value 0.022). Health education is needed to the community, especially mothers, about the importance of maintaining environmental health. Keywords: Stunting, Enviromental Sanitation, Family, Children under five Abstrak Rendahnya akses keluarga terhadap sarana sanitasi saat ini menjadi penyebab kematian utama pada bayi dan balita serta menyumbangkan lebih dari 80% penyakit infeksi, gangguan nafsu makan, dan gangguan saluran pencernaan. Beberapa penyakit infeksi yang diderita bayi dan balita dapat menyebabkan berat badan turun. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama, maka akan dapat mengakibatkan masalah stunting. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan beberapa faktor sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekaran Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 81 responden dan dianalisis dengan uji statistik Chi Square dan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p = 0.027), ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana pembuangan sampah dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p 0.048), tidak ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana jamban keluarga dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p 0.748), dan ada hubungan antara variabel ketersediaan sarana pembuangan air limbah dengan kejadian Stunting pada balita (nilai-p 0.022). Perlu pendidikan kesehatan kepada masyarakat terutama ibu tentang pentingnya menjga kesehatan lingkungan. Kata kunci: Stunting, Sanitasi Lingkungan, Keluarga, Balita
FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK Karolina Butu; Sri Tjahjowati; Roro Kushartanti
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.33

Abstract

Perilaku pemberantasan jentik nyamuk dikenal dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang dilakukan dengan cara fisik, biologi, maupun kimiawi. PSN yang dilaksanakan di RW 5 Kelurahan Bulusan terhadap 250 rumah, terdapat 4 rumah positif jentik, dan 2 diantaranya berada di RT IV Kelurahan Bulusan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui beberapa faktor lingkungan yang berhubungan dengan keberadaan jentik nyamuk di RW V Kelurahan Bulusan Kota Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 50 rumah dengan sampel jenuh, dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel hubungan pelaksanaan PSN dengan variabel keberadaan jentik (nilai-p = 0,022), tidak ada hubungan antara variabel tempat perindukan dengan keberadaan jentik (nilai-p = 0,571), ada hubungan antara variabel jenis tempat perindukan buatan dengan keberadaan jentik (nilai-p = 0,001), dan ada hubungan antara variabel jenis sampah padat dengan keberadaan jentik (nilai-p = 0,006). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara pelaksanaan PSN dengan keberadaan jentik, responden yang tidak melaksanakan PSN secara teratur berpeluang terdapat jentik di rumahnya; tidak ada hubungan antara keberadaan tempat perindukan dengan keberadaan jentik, karena ada atau tidak ada tempat perindukan tetap ditemukan jentik nyamuk di rumah responden; ada hubungan antara jenis tempat perindukan buatan dengan keberadaan jentik, rumah responden yang terdapat tempat perindukan berupa plastik berpeluang terdapat jentik nyamuk; dan ada hubungan antara jenis sampah padat dengan keberadaan jentik, responden yang memiliki sampah padat di rumahnya berpeluang ditemukan jentik nyamuk. Saran bagi masyarakat khususnya warga RT IV lebih memperhatikan kegiatan PSN DBD secara mandiri dan teratur agar dapat mengurangi keberadaan jentik nyamuk dan penularan penyakit akibat vektor dapat ditekan. Kata kunci : Keberadaan jentik nyamuk, Pemberantasan Sarang Nyamuk