Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Membuat Bahan Ajar Pada Guru SD Islam Al Hikmah Gadang Malang Siti Halimatus Sakdiyah; Triwahyudianto Triwahyudianto; Suwito Suwito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang no. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, menekankan pada profesionalisme guru, yaitu standar kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik (guru). Adapun standar kompetensi yang harus dimiliki guru mencakup empat jenis kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial. Sedangkan untuk menunjang hal tersebut perlu dilakukan suatu kegiatan yang mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru dalam mengembangkan keprofesionalismenya, khususnya dalam pengembangan bahan ajar. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat (Abdimas) sebagai salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mutlak harus dilakukan oleh dosen. Kegiatan ini akan dilakukan di SD Islam Al Hikmah Gadang Malang. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah para guru di SD Islam Al Hikmah Gadang. Kegiatan pengabdian yang diusulkan ini menekankan pada kemampuan dan keterampilan para guru dalam mengimplementasikan bahan ajar yang telah dibuat pada kegiatan ini, sesuai dengan kelas yang mereka ajar.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran PBL dan Gaya Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPAS: The Influence of the Use of the PBL Learning Model and Learning Styles on Student Learning Outcomes in the Science Subject Juniam Roselina; Dwi Fauzia Putra; Tri Wahyudianto; Suwito Suwito
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8340

Abstract

The low learning outcomes of students in Natural and Social Sciences (IPAS) subjects in elementary schools are influenced by the use of conventional learning methods that fail to accommodate the diversity of students' learning styles. This condition causes students to be less active and less motivated, and to have difficulty understanding the material in context. This study aims to determine the relationship between the implementation of Problem-Based Learning (PBL) and learning styles on the learning outcomes of fifth-grade students of SDN Mranggon Lawang I. This study uses a quantitative approach with an ex post facto correlational research type. The research sample consisted of 32 fifth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using simple and multiple linear regression in SPSS version 27. The results showed that implementing PBL is positively associated with students' IPAS learning outcomes. Learning styles were also significantly related to learning outcomes. Simultaneously, the implementation of PBL and learning styles is related to improvements in students' IPAS learning outcomes. These findings indicate that Problem-Based Learning, adapted to students' learning characteristics, can foster a more active and meaningful learning process. The implementation of Problem-Based Learning (PBL) and students' learning styles are positively associated with science learning outcomes in this study. However, the results cannot be widely generalized due to the limited sample size and the study's location, which was limited to one elementary school. Therefore, further research with a more diverse sample and a more robust research design is needed to obtain more comprehensive results.
KAJIAN GEOGRAFI BUDAYA TRADISI NYADRAN MASYARAKAT DESA SONOAGENG Pradya Purbhorini; Suwito Suwito; Roni Alim Ba’diyah Kusufa
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v5i2.25278

Abstract

Nyadran is a traditional ritual that continues to this day. The Nyadran tradition is generally carried out as a means of expressing gratitude to God for abundant crops. This study aims to determine the activities included in the Nyadran ritual, especially in Sonoageng Village. Furthermore, it also examines the Nyadran ritual from a cultural geography perspective. The research method used in this study is descriptive qualitative. Data collection in this study was conducted through interviews, observation, documentation, and literature review. The results of this study have obtained data that the Nyadran tradition in Sonoageng Village has several series of events, including cleaning graves (besik), praying together at the punden (pillar), a tumpeng (rice cone) procession, and cultural performances. The Nyadran activity has numerous positive impacts and should be preserved and introduced to future generations. This article concludes and emphasizes the importance of maintaining local wisdom as a means of sustainable human interaction with the environment and offers recommendations for future research and policy. ABSTRAK Nyadran secara umum merupakan kegiatan turun menurun yang terus dijalankan hingga saat ini. Tradisi Nyadran umumnya dilaksanakan dengan tujuan sebagai sarana mengucapkan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang ada pada rangkaian acara ritual Nyadran khususnya di desa Sonoageng. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji ritual Nyadran jika dilihat dari sudut pandang geografi budaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini telah didapatkan data bahwa tradisi Nyadran di desa Sonoageng memiliki beberapa rangkaian acara, diantaranya membersihkan makam (besik), doa bersama di punden, arak-arakan tumpeng, dan pertunjukan budaya. Kegiatan Nyadran membawa dampak positif yang sangat banyak dan sudah selayaknya terus dilestarikan dan juga dikenalkan kepada generasi mendatang. Artikel ini menyimpulkan dan juga menekankan bahwa menajaga kearifan lokal sangat penting sebagai wadah interaksi manusia dengan lingkungan yang berkelanjutan serta menawarkan rekomendasi untuk penelitian serta kebijakan di masa mendatang.