Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Risiko Keamanan Informasi Aplikasi BYOND Berdasarkan ISO 9126, 31000, dan 27001 Lihan Sanjani; Rozakira Zulfa; Nisa Nurkhaira; Arnawan Hasibuan; Rizky Putra Fhonna
Portal Riset dan Inovasi Sistem Perangkat Lunak Vol. 3 No. 4 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : SoraTekno Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59696/prinsip.v3i4.137

Abstract

Transformasi digital dalam sektor perbankan syariah mendorong Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan aplikasi BYOND sebagai platform superapp berbasis mobile. Namun, sejak diluncurkan akhir tahun 2024, BYOND menghadapi sejumlah permasalahan teknis dan operasional seperti transaksi gagal, sistem tidak responsif, dan keluhan informasi keamanan yang berpotensi menurunkan kepuasan serta kepercayaan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk memutar kualitas sistem BYOND berdasarkan ISO/IEC 9126, mengidentifikasi dan menilai risiko operasional serta keamanan menggunakan ISO 31000, dan merancang strategi mitigasi risiko berdasarkan kontrol keamanan dari ISO/IEC 27001:2022 Annex A. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi kasus dengan data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, pengguna, ulasan Google Play Store, serta dokumentasi kejadian sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek usability, reliabilitas, dan efisiensi menjadi dimensi kualitas yang paling lemah menurut standar ISO 9126. Selain itu, dari total 50 risiko yang diidentifikasi, terdapat 20 risiko dengan tingkat keparahan tinggi, seperti kebocoran data dan kegagalan autentikasi. Strategi mitigasi disusun dengan menerapkan kontrol keamanan tambahan seperti pengendalian akses, deteksi dini anomali, dan kebijakan pemulihan bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi kualitas sistem dan manajemen risiko keamanan informasi merupakan pendekatan integral dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital perbankan syariah. Implikasi penelitian ini membuka ruang bagi sistem pengembangan yang lebih tangguh secara fungsional maupun dari sisi keamanan digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan uji teknis sistem backend dan audit siber agar diperoleh hasil yang lebih menyeluruh.