Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Overview Of Pregnant Women's Knowledge Regarding Hepatitis B Prevention Efforts In Newborns In Surabaya City Noorlaila Ainunnissa; Dewi Setyowati; Budi Prasetyo
International Journal Of Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v4i1.3471

Abstract

In 2022, 50,744 pregnant women were diagnosed with Hepatitis B, and 35,757 babies were born to infected mothers. Despite the majority of babies receiving HB0 and HBIg immunizations within 24 hours, 135 babies tested positive for Hepatitis B at 9-12 months of age. Maternal knowledge influenced the prevention behavior of transmitting Hepatitis B to infants. This study examines pregnant women's Hepatitis B prevention knowledge in Surabaya, analyzing factors like age, information, education, and gravid status. This research in Surabaya involved 115 respondents, utilizing a quantitative cross-sectional method at Tanah Kali Kedinding and Kalirungkut Health Centers from March to November 2023. Sampling was done through consecutive sampling, and knowledge was assessed using a questionnaire, analyzed through the Spearman statistical test. The study revealed that 72.2% of respondents had good knowledge about preventing Hepatitis B transmission to newborns. Bivariate tests showed a non-significant relationship between age and knowledge (p=0.290), while the relationship between information sources (p=0.02), last educational level (p=0.315), and gravid status (p=0.052) were significant. In conclusion, most respondents demonstrated good knowledge, and there was a correlation between information sources and knowledge, while age, last educational level, and gravid status did not significantly correlate with respondents' knowledge.
THE Hubungan Karakteriktik Ibu Dengan Pemanfaatan Layanan Antenatal Care di Puskesmas Malahar Kabupaten Sumba Timur Debora Berelaka; Sofia Al Farizi; Lilik Djuari; Budi Prasetyo
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47038

Abstract

Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia, dengan target SDGs menurunkan AKI di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada 2030. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Sumba Timur, memiliki cakupan pelayanan kesehatan maternal yang rendah, seperti K4 (57,3%) dan K6 (46,8%), serta persalinan di fasilitas kesehatan (66,3%) pada 2023. Faktor seperti sosiodemografi, aksesibilitas, dan jaminan kesehatan diduga memengaruhi pemanfaatan layanan kesehatan maternal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik ibu dalam pemanfaatan layanan antenatal care di Puskesmas Malahar, Kabupaten Sumba Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 45 ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Malahar yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggun akan kuesioner dan dianalisis uji analisis Chi-Square Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68,9% responden tidak melakukan kunjungan antenatal care (ANC) sesuai standar. Berdasarkan hasil uji analisis Chi-Square, terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu dengan pemanfaatan layanan ANC, khususnya pada variabel usia (p=0,007), tingkat pendidikan (p=0,039), dan tingkat pengetahuan (p=0,030). Kesimpulan: karakteriktik ibu, yaitu usia, pendidikan dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan lauyanan ANC. Sehingga peningkatan pengetahuan melalui edukasi diperlukan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan ANC di Puskesmas Malahar.