Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Relationship between Stress Levels and Fast Food Consumption Behavior and the Incidence of Dysmenorrhea in Adolescent Girls at SMAN 8 Tana Toraja Lucia Yogyana Suramas; Hayuti Windha Pagiu; Kesia Bawan
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5284

Abstract

Background: Cases of Dysmenorrhea (Menstrual pain) during menstruation, especially in young women, are currently common cases. Several theories state that one of the causes of menstrual disorders is stress levels and consumption behavior. So this study aims to determine the relationship between stress levels and fast food consumption behavior with the incidence of dysmenorrhea in young women at SMAN 8 Tana Toraja. Methods: This study uses a quantitative research method with a cross-sectional study. The population in this study were 400 female students of SMAN 8 Tana Toraja with a sample size of 80 female students selected using the stratified random sampling method . Data collection using questionnaires and analyzed with the Chi-Square test . Results: The results of this study indicate that 27.5% of respondents experienced mild stress, 7.2% experienced moderate stress and 66.3 normal, as many as 46.3% of respondents with normal stress levels experienced moderate dysmenorrhea. There are also 88.8% of respondents who consume fast food and only 11.2% of respondents who do not consume fast food. 63.8% of respondents who consume fast food experience moderate dysmenorrhea. The results of the biavariate analysis of Stress Level with Dysmenorrhea Incidence ( p-value = 0.435) and Fast Food Consumption Behavior with Dysmenorrhea Incidence ( p-value = 0.23). Conclusion: in this study there is no relationship between stress levels and fast food consumption behavior with dysmenorrhea in female students of SMAN 8 Tana Toraja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Bua’ Tarrung Lembang Bua’ Tarrung Margaretha Rante Musu; Hayuti Windha Pagiu; Lucia Yogyana Suramas; Nofita Tudang Rombeallo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1202

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada keadaan dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit serta dalam keadaan tenang atau istirahat. Penyakit Hipertensi termasuk suatu keadaan yang dapat dikendalikan. Pengetahuan seseorang mengenai Hipertensi sangatlah penting untuk membentuk sikap dalam mengupayakan pengendalian Hipertensi. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Lansia di Posyandu Lansia Bua’ Tarrung, Lembang Bua’ Tarrung. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, menggunakan teknik pengambilan sampel “total sampling” dengan besar sampel 35 orang. Variabel independen adalah tingkat pengetahuan serta variabel dependen adalah upaya pengendalian hipertensi. Data di analisis menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian : Didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap upaya pengendalian hipertensi pada lansia dengan hasil p=0,003. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap upaya pengendalian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Bua’ Tarrung Lembang Bua’ Tarrung.