Lindawati F. Tampubolon
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Konsep Diri Pasien Stroke di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 Lindawati F. Tampubolon; Lili S. Tumanggor; Asni Marida Hulu
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i3.6399

Abstract

Stroke is a neurological condition characterized by sudden focal injury to the central nervous system due to cerebral infarction, intracerebral hemorrhage, or subarachnoid hemorrhage. In addition to the physical impact, stroke patients also experience psychological changes in the form of limited movement, communication, and thinking skills that can interfere with role functions and reduce self-esteem. This decrease in self-esteem has the potential to cause self-concept disorders, so family support is an important factor in helping patients accept the condition and maintain hope. This study aims to analyze the relationship between family support and self-concept in stroke patients at Santa Elisabeth Hospital Medan in 2024. The study used a quantitative design with a cross sectional approach and involved 42 respondents who were selected through a total sampling technique. Data collection was carried out using family support questionnaires and self-concept questionnaires. The results showed that most of the respondents had high-category family support (64.3%) and positive self-concept (83.3%). The Spearman Rank statistical test showed a significant relationship between family support and self-concept (p = 0.001) with a correlation coefficient value of 0.552 indicating a positive relationship with very strong strength. This study emphasizes the importance of family support in helping stroke patients accept changes in body functions and build a more adaptive self-concept.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Rsup Haji Adam Malik Medan Tahun 2024 Lindawati F. Tampubolon; Rotua E. Pakpahan; Asri Manik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8386

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, ditandai dengan resistensi insulin dan hiperglikemia yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan kardiovaskular, gagal ginjal, amputasi, dan kematian dini. Data International Diabetes Federation 2021 menunjukkan 536 juta penderita diabetes global dengan proyeksi mencapai 783,7 juta pada 2045. Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia Pasifik dengan 19,5 juta penderita, sementara Sumatera Utara mencatat 225.587 kasus dengan hanya 30,22% mendapat penanganan medis. Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar penting pengelolaan diabetes melitus yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan pengambilan glukosa oleh otot dan perbaikan sensitivitas insulin, namun implementasinya masih belum optimal di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2024 untuk memberikan dasar pengembangan program intervensi aktivitas fisik terstruktur. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional korelasional dengan teknik convenience sampling. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe II dengan rata-rata 173 kunjungan per bulan, sampel sebanyak 120 responden memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) 16 pertanyaan terstandarisasi mengukur aktivitas fisik dalam METs, dan glucometer Sinocare untuk kadar gula darah sewaktu. Data dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan rerata aktivitas fisik 1490,30 METs dengan mayoritas aktivitas sedang 58,3%, rerata kadar gula darah 188,80 mg/dL, dan terdapat hubungan signifikan negatif dengan kekuatan korelasi sedang (p<0,001; r=0,512). Karakteristik responden menunjukkan rerata usia 54,58 tahun dengan dominasi laki-laki 53,3%. Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan kadar gula darah, sehingga diperlukan program edukasi aktivitas fisik terstruktur, modifikasi gaya hidup berkelanjutan, dan pendekatan komprehensif mengintegrasikan manajemen pola makan serta kepatuhan terapi untuk mencapai kontrol glikemik optimal.