Latar Belakang: Ruang perawatan pasca bedah merupakan area kritis yang menempatkan perawat pada tuntutan kompetensi yang sangat tinggi. Dua kompetensi yang diyakini memengaruhi mutu pelayanan di unit ini adalah kepemimpinan klinis dan kemampuan manajerial, namun bukti empiris mengenai kekuatan hubungan keduanya secara bersamaan dengan kualitas asuhan masih terbatas, khususnya di konteks ruang pasca bedah. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kompetensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial perawat dengan kualitas asuhan keperawatan di Ruang Pasca Bedah Rumah Sakit Setiabudi, baik secara parsial maupun simultan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional analitik pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana aktif berjumlah 50 orang dan diambil secara total sampling. Instrumen kuesioner berskala Likert telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. Hasil: Mayoritas responden berusia 26–30 tahun (48,0%), berpendidikan S1 Keperawatan/Ners (58,0%), dan berpengalaman kerja 2–5 tahun (54,0%). Terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara kompetensi kepemimpinan dengan kualitas asuhan (r=0,794; p=0,000) dan antara kemampuan manajerial dengan kualitas asuhan (r=0,768; p=0,000). Secara parsial, kepemimpinan (β=0,461; p=0,000) dan kemampuan manajerial (β=0,428; p=0,000) masing-masing berpengaruh signifikan. Secara simultan keduanya menjelaskan 78,4% variasi kualitas asuhan (R²=0,784; F=321,452; p=0,000). Kesimpulan: Kompetensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial berhubungan kuat serta berpengaruh signifikan terhadap kualitas asuhan keperawatan di ruang pasca bedah. Peningkatan kedua kompetensi secara bersamaan merupakan strategi kunci dalam upaya peningkatan mutu pelayanan keperawatan.