Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinonimi dan Antonimi Wacana Lisan Pernikahan Adat Sunda di Desa Tambongraja, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes: Analisis Wacana Bagus Prakoso; Sumarlam Sumarlam
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.104611

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penggunaan sinonimi dan antonimi dalam wacana lisan pernikahan adat Sunda. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana unsur kohesi leksikal berupa sinonimi dan antonimi membentuk keterpaduan makna dalam setiap tahapan prosesi pernikahan adat Sunda yang dibawakan oleh master of ceremony (MC). Penelitian menggunakan metode simak dan teknik rekam catat, sedangkan analisis data menggunakan metode agih dan teknik analisis unsur bagi langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sinonimi dalam wacana berfungsi menjaga variasi diksi tanpa mengubah makna, sementara antonimi memperkuat makna melalui kontras atau pertentangan relasional yang mendalam. Kehadiran kedua unsur ini tidak hanya memperindah tuturan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya, kesakralan, dan kehangatan dalam acara pernikahan adat Sunda. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran kohesi leksikal dalam struktur wacana lisan budaya lokal. 
Bentuk campur kode cagub dalam debat pilkada Kalbar 2024: tinjauan sosiolinguistik Bagus Prakoso; Sumarlam Sumarlam; Fx Sawardi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i1.14819

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode dan faktor-faktor apa saja yang melatarbelakanginya dalam tuturan calon gubernur Kalimantan Barat pada debat pilkada 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tejnik pengumpulan data simak, teknik rekam danc atat. Data berupa tuturan lisan tiga calon gubernur, yaitu Sutarmidji, Ria Norsan, dan Muda Mahendrawan yang dianalisis dengan metode agih melalui teknik bagi unsur langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa campur kode terjadi pada tataran kata, frasa, dan klausa. Dengan dominasi campur kode berbentuk kata. Pola penggunaan campur kode juga menunjukan perbedaan antar calon, baik dalam pemilihan bahasa daerah, bahasa Indonesia, atau bahasa asing. Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya campur kode meliputi latar sosial, budaya, tingkat pendidikan, dan situasi komunikasi debat.