Transformasi kebijakan pendidikan nasional melalui Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam (Deep Learning) menuntut pembelajaran Akidah Akhlak bergerak melampaui hafalan menuju pemahaman, aplikasi, dan refleksi nilai, sementara praktik di lapangan masih didominasi metode ceramah dan evaluasi tertulis sehingga berisiko menghasilkan surface learning yang tidak berdampak pada pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MAS Al Washliyah 22 Tembung, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengkaji implikasinya terhadap pengalaman belajar dan internalisasi nilai peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi berlangsung melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen yang bergeser dari pembelajaran berpusat guru menuju berpusat peserta didik, ditopang oleh kebijakan madrasah, budaya religius, kreativitas guru, dan antusiasme peserta didik, namun masih terhambat keterbatasan pemahaman guru, waktu, sarana, serta inkonsistensi penerapan menjelang asesmen. Pendekatan ini terbukti meningkatkan keterlibatan, pemahaman kontekstual, dan kesadaran reflektif peserta didik terhadap nilai akidah dan akhlak, meskipun perubahan perilaku belum merata, sehingga disimpulkan bahwa pendekatan ini berpotensi mewujudkan pembelajaran transformatif yang membentuk karakter, bukan sekadar penguasaan pengetahuan semata.