Andi
Magister Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE EFFECT OF FREQUENCY AND PATTERN OF SAFETY COMMUNICATION ON SAFETY BEHAVIOR ON CONSTRUCTION PROJECTS IN SURABAYA Randy Karuna Dharmawan; Andi; Jani Rahardjo
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.12.2.71-87

Abstract

Construction project in Indonesia is one of the most significant contributors to the number of work accidents. Safety communication is generally a top priority in the field, considering that the construction industry is most prone to accidents and injuries. In this study, data were collected by distributing questionnaires to 39 working groups in the Surabaya construction industry, which aims to determine the effect of the frequency and pattern of safety communication on safety behavior, consisting of safety compliance and safety participation of workers in construction projects. The results showed that safety communication occurs once a week in a workgroup. The supervisor performs safety communication with 63.80% of all members in a workgroup. Meanwhile, the average value of safety compliance in all construction projects is considered relatively high, which is 3,582. This shows that construction workers are pretty obedient to the existing rules in construction projects. On the other hand, the average value of safety participation in the whole project is relatively low, which is 2.815. This shows that workers still do not know the importance of safety participation in construction projects. Safety communication and supervisory out-centrality positively and significantly impact safety compliance. In addition, supervisory out-centrality also completely and greatly influences safety participation.
PENGARUH ORGANIZATIONAL CULTURE TERHADAP ORGANIZATIONAL PERFORMANCE DENGAN DUKUNGAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR DI SURABAYA Michael Anthony; Andi; Jani Rahardjo
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.12.2.88-107

Abstract

Faktor yang mempengaruhi Organizational Performance (OP) adalah Organizational Culture (OC). Penelitian bertujuan untuk mencari tahu tipe budaya yang dominan diterapkan, implementasi Total Quality Management (TQM), kualitas performa dari perusahaan kontraktor di Surabaya serta pengaruh yang diberikan OC secara langsung terhadap OP dan pengaruh OC terhadap OP apabila didukung oleh TQM. Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS-SEM) digunakan untuk mendefinisikan pengaruh OC terhadap OP. Hasil akhir penelitian ditemukan bahwa penerapan budaya organisasi pada perusahaan kontraktor di Surabaya cenderung merata (tidak ada yang dominan diantara budaya clan, adhocracy, market, dan hierarchy) walaupun secara mean value, budaya clan yang memiliki penerapan tertinggi, sedangkan kualitas implementasi TQM dan performa pada perusahaan kontraktor di Surabaya sudah tergolong berkualitas baik. Untuk model final pengaruh budaya organisasi terhadap performa perusahaan menunjukkan bahwa OC berpengaruh signifikan secara langsung terhadap OP, sedangkan apabila OC didukung oleh TQM, pengaruh yang diberikan tidak signifikan terhadap OP pada perusahaan kontraktor di Surabaya.
PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL KEPADA KEPUASAN TERHADAP MANAJER PROYEK Gregorio Reinaldo; Jani Rahardjo; Andi
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.12.2.108-121

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan suatu kompetensi yang digunakan manajer proyek untuk berhubungan dengan orang lain serta perilaku kepemimpinan transformasional merupakan kepemimpinan yang lebih digunakan untuk organisasi demi suatu tujuan proyek. Jika staf proyek merasa puas dengan pemimpinnya maka peningkatan produktivitas dapat diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode analisa Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata – rata deskriptif setiap variabel adalah kurang lebih 4 skala likert, tingkat penggunaan kecerdasan emosional dan kepemimpinan transformasional manajer proyek sudah baik dan anggota tim proyek merasa puas terhadap manajer proyek yang memimpinnya. Kemudian diperoleh juga bahwa kecerdasan emosional mempengaruhi kepuasan terhadap manajer proyek dengan kepemimpinan transformasional sebagai mediator. Besar kecerdasan emosional mempengaruhi kepuasan terhadap manajer proyek melalui kepemimpinan transformasional adalah sebesar 39%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan kepada kepuasan terhadap manajer proyek melalui kepemimpinan transformasional.
ANALISIS FAKTOR LATEN PENYEBAB KLAIM KONSTRUKSI DENGAN METODE EXPLORATORY FACTOR ANALYSIS Devina Evangelina; Frisca Ariella Kianto; Andi
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.12.1.31-47

Abstract

Klaim konstruksi dapat menjadi sebuah perselisihan apabila tidak langsung dipenuhi. Untuk itu, memahami penyebab klaim konstruksi dapat mencegah klaim pada proyek mendatang. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor penyebab klaim konstruksi serta mengidentifikasi faktor laten penyebab klaim konstruksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada kontraktor. Setelah mendapatkan data, dilakukan analisis mean dan analisis faktor. Dari analisis mean didapatkan faktor yang paling menyebabkan klaim konstruksi, yaitu adanya perubahan desain. Dari hasil analisis faktor menggunakan exploratory factor analysis didapatkan tujuh buah faktor laten penyebab klaim konstruksi, yaitu faktor kondisi cuaca, lapangan, dan lingkungan sekitar proyek, kemudian faktor keterlambatan owner dalam hal persetujuan, kurangnya Informasi (fakta-fakta di lapangan, dokumen, tanda batas pekerjaan) pada awal mulainya proyek dari owner, kejadian tak terduga / force majeure, kenaikan biaya, permasalahan serah terima, perubahan desain (gambar dan spesifikasi), dan permintaan penambahan pekerjaan oleh owner.
IDENTIFIKASI FAKTOR KRITIS KESUKSESAN CONSTRUCTION WASTE MANAGEMENT PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Jonathan Tandjung; Andi
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.12.2.211-228

Abstract

Industri konstruksi merupakan industri yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi sebuah negara, namun industri ini menyumbang waste cukup besar. Dalam mengurangi waste tersebut, muncullah metode manajemen yang dapat mengurangi produksi waste yang di sebut construction waste management (cwm). Penelitian ini ingin mencari faktor kritis kesuksesan dan tingkat pelaksanaan cwm di Surabaya. Pengambilan data dilakukan dengan interview terstruktur mengenai tingkat kritis dan pelaksanaan faktor kesuksesan cwm di Surabaya oleh 5 responden yang bergerak di kontraktor dan pengawasan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa hampir keseluruhan faktor dianggap kritis oleh responden. Faktor dari tenaga kerja, kebijakan, dan strategi merupakan faktor yang perlu diperhatikan lebih. Alasannya adalah diperlukan tenaga kerja yang kompeten dan budaya peduli waste dalam perusahaan. Sayangnya pelaksanaan dari faktor-faktor menunjukkan hasil yang kurang baik. Pada pelaksanaan kontraktor merasa banyak faktor yang tidak bisa dilakukan karena adanya keterbatasan dengan teknologi, pengetahuan, dan regulasi yang tidak tegas untuk menjalankan faktor-faktor tersebut dengan baik.