Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar di Desa Padang Bulan, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir Nur Ahmadi; Agoes Thony Ak; Yusnita Triana
Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI) Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI)
Publisher : Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jurdianpasti.v3i2.316

Abstract

Kegiatan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar merupakan bagian dari program nasional untuk mendorong swasembada jagung dan memperkuat ketahanan pangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas jagung, memperkuat gotong royong dan kemandirian petani, serta membangun sinergi antara petani, pemerintah, penyuluh, dan akademisi dalam penguatan kapasitas pertanian berbasis desa. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Januari 2025 di Desa Padang Bulan, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dengan melibatkan 70 orang petani dan dosen dari Universitas Sjakhyakirti sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui empat tahapan utama: (1) persiapan lahan dan distribusi benih varietas unggul oleh Dinas Pertanian; (2) pelatihan teknis singkat oleh penyuluh dan akademisi; (3) pelaksanaan penanaman serentak dengan sistem tanam berjarak; dan (4) pendampingan serta monitoring berkala oleh tim lintas lembaga. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas teknis petani, memperkuat solidaritas sosial desa, serta meletakkan fondasi transformasi pertanian menuju sistem yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi pembangunan pertanian desa yang holistik dan berbasis komunitas.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN KARET MENJADI LAHAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR Purna Yensi; Faizal Daud; Nur Ahmadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1443

Abstract

Alih fungsi lahan dari perkebunan karet menjadi perkebunan kelapa sawit merupakan perubahan penggunaan lahan yang cukup signifikan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi proses alih fungsi tersebut. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, serta sumber sekunder dari lembaga terkait. Analisis difokuskan pada variabel seperti harga komoditas, biaya produksi, ketersediaan tenaga kerja, akses pasar, dan persepsi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong utama alih fungsi lahan adalah tingginya keuntungan kelapa sawit dibandingkan karet, permintaan pasar yang stabil, serta kebijakan pemerintah yang mendukung perluasan kelapa sawit. Selain itu, faktor sosial seperti pengaruh sesama petani dan tren di masyarakat juga berperan dalam pengambilan keputusan. Namun, pertimbangan lingkungan sering diabaikan, yang berpotensi menimbulkan dampak ekologis jangka panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan untuk merumuskan strategi pengelolaan lahan berkelanjutan yang menyeimbangkan manfaat ekonomi dengan kelestarian lingkungan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Sosialisasi Program Beberes (Banyuasin Bebas Rabies) Menuju Eliminasi Rabies Tahun 2028 di Kecamatan Banyuasin III Warsi Warsi; Sukardi Sukardi; Nur Ahmadi
Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI)
Publisher : Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jurdianpasti.v4i2.477

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Upaya eliminasi rabies memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tenaga veteriner, pemerintah desa, dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies, mekanisme penularan, pencegahan, serta pentingnya vaksinasi hewan penular rabies melalui Program BEBERES (Banyuasin Bebas Rabies) Tahun 2028. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin dengan metode sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan koordinasi lintas sektor. Peserta kegiatan terdiri atas pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, Puskeswan, Puskesmas, TNI, Polri, serta Penyuluh Pertanian Lapangan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian rabies, gejala klinis, cara penularan, penanganan pertama pada korban gigitan hewan penular rabies, serta pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencegahan rabies dan terbentuknya komitmen bersama dalam mendukung pendataan populasi hewan penular rabies serta pelaksanaan vaksinasi secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Kabupaten Banyuasin bebas rabies pada tahun 2028