Warsi Warsi
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten, Banyuasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pengendalian Rabies dalam Mendukung Program Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) Tahun 2028 Warsi Warsi; Kuwatno Kuwatno
Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI)
Publisher : Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jurdianpasti.v4i1.367

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang bersifat fatal dan masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya di negara berkembang. Pengendalian rabies membutuhkan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor serta partisipasi aktif masyarakat. Kabupaten Banyuasin menetapkan Program Banyuasin Bebas Rabies (BEBERES) Tahun 2028 sebagai upaya strategis dan berkelanjutan untuk mencegah masuk dan berkembangnya rabies di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi pengendalian rabies sebagai bagian dari implementasi Program BEBERES di Kecamatan Sembawa yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan (pilot project). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif lintas sektor melalui kegiatan sosialisasi tatap muka yang melibatkan instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga penyuluh, petugas teknis lapangan, serta unsur akademisi. Materi sosialisasi disampaikan secara bertahap dan sistematis, meliputi kebijakan dan strategi pengendalian rabies, gambaran epidemiologis dan sistem kewaspadaan dini, aspek teknis rabies, serta penguatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap bahaya rabies dan upaya pencegahannya, penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis pendekatan One Health, serta terbentuknya komitmen bersama dalam mendukung vaksinasi Hewan Penular Rabies dan pelaporan kasus gigitan. Kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap upaya pencapaian target Banyuasin Bebas Rabies Tahun 2028 serta mendukung komitmen global Zero by 30 dalam mengakhiri kematian manusia akibat rabies
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Sosialisasi Program Beberes (Banyuasin Bebas Rabies) Menuju Eliminasi Rabies Tahun 2028 di Kecamatan Banyuasin III Warsi Warsi; Sukardi Sukardi; Nur Ahmadi
Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pasca Unisti (JURDIANPASTI)
Publisher : Universitas Sjakhyakirti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48093/jurdianpasti.v4i2.477

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang memiliki tingkat kematian sangat tinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Upaya eliminasi rabies memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tenaga veteriner, pemerintah desa, dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya rabies, mekanisme penularan, pencegahan, serta pentingnya vaksinasi hewan penular rabies melalui Program BEBERES (Banyuasin Bebas Rabies) Tahun 2028. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin dengan metode sosialisasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan koordinasi lintas sektor. Peserta kegiatan terdiri atas pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kesehatan, Puskeswan, Puskesmas, TNI, Polri, serta Penyuluh Pertanian Lapangan. Materi yang disampaikan meliputi pengertian rabies, gejala klinis, cara penularan, penanganan pertama pada korban gigitan hewan penular rabies, serta pentingnya vaksinasi hewan peliharaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pencegahan rabies dan terbentuknya komitmen bersama dalam mendukung pendataan populasi hewan penular rabies serta pelaksanaan vaksinasi secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Kabupaten Banyuasin bebas rabies pada tahun 2028