Nuri Dewi Yanti
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PADI VARIETAS UNGGUL PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA Nuri Dewi Yanti; Amiratu Zakiah; Eka Radiah; Hamdani Hamdani; Fadly Hairannoor Yusran
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21683

Abstract

Penelitian ini menganalisis keputusan petani dalam menentukan karakteristik varietas unggul padi di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak untuk memahami pemilihan varietas mengingat potensi besar lahan pasang surut sebagai lumbung pangan nasional yang disertai tantangan unik memerlukan adaptasi varietas spesifik. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis faktor utama yang mendasari keputusan petani dalam memilih karakteristik varietas unggul padi. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah petani padi pengguna benih varietas unggul di Kecamatan Mandastana dan Belawang. Enam puluh responden dipilih menggunakan teknik probability sampling yang tersebar di Desa Karang Bunga dan Karang Buah. Analisis faktor terhadap 26 variabel karakteristik varietas unggul padi mengidentifikasi tiga faktor utama dengan eigenvalue >1 yang menjelaskan 68,488% total varians. Faktor pertama adalah Aspek Teknis (26,327% varians) meliputi umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, adaptabilitas terhadap lingkungan pasang surut, kemudahan budidaya, dan tingkat produktivitas. Faktor kedua adalah Kualitas Beras (21,838% varians) mencakup tekstur, rasa, aroma, warna beras, kadar amilosa, dan daya simpan. Faktor ketiga adalah Aspek Ekonomi (20,323% varians) terdiri dari harga benih, biaya produksi, harga jual gabah, stabilitas harga pasar, dan tingkat keuntungan. Uji Kaiser-Meyer-Olkin menunjukkan nilai 0,847 (>0,5) dengan Bartlett Test signifikan (p<0,001), mengindikasikan kesesuaian data untuk analisis faktor. Variabel dengan factor loading rendah (<0,5) seperti tinggi tanaman, panjang malai, habit, dan rekomendasi penyuluh merupakan pertimbangan sekunder dalam pengambilan keputusan petani.
Analisis Efisiensi Teknis Produksi Cabai Tiung di Kabupaten Tabalong Menggunakan Stochastic Frontier Analysis Rusmiliani Olfah; Nuri Dewi Yanti; Hamdani Hamdani
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.v11i1.30855

Abstract

Tiung chili is a superior local variety in Tabalong Regency with high economic value but fluctuating productivity, with farming systems generally managed traditionally with suboptimal input utilization. This study analyzes production factors affecting output, measures farmers’ technical efficiency levels, and identifies factors influencing technical inefficiency in Tiung chili production. Primary data were collected from 60 farmer respondents through surveys and structured interviews during the 2024 growing season. Analysis employed Cobb-Douglas production function with Stochastic Frontier Analysis approach estimated using Maximum Likelihood Estimation through Frontier 4.1 software. Land area has a significant positive effect (β = 0.845; t = 4.723), while pesticides have a significant negative effect (β = -0.123; t = -2.550). Seeds, labor, and fertilizers have no significant effect. The average technical efficiency is 0.772 with most farmers in the 0.8-0.9 interval (53.33%). Gamma value of 0.886 indicates that 88.6% of production variation is caused by technical inefficiency. Age, education, farming experience, and training have no significant effect on technical inefficiency. There is an opportunity to increase output by 29.5% without additional inputs through improved farm management, indicating that productivity improvement is primarily limited by management factors rather than external shocks.