Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE IMPACT OF HUMAN SENSES ON CONSUMER PREFERENCE OF COFFE SHOPS IN BANJARBARU, INDONESIA Windi Bunga Devita; Hartoni Hartoni; Amiratu Zakiah; Petrus Suse Kobesi
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i2.14960

Abstract

Lingkungan mungkin bukan hal pertama yang terlintas dalam pikiran ketika berbicara tentang keberhasilan sebuah restoran, namun penelitian menunjukkan bahwa lingkungan memainkan peranan yang lebih besar dalam persepsi seseorang. Kelima indera berperan dalam cara seseorang memandang lingkungannya, dan kafe dapat memanfaatkan hal tersebut agar lebih berhasil dalam menarik dan mempertahankan pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pentingnya daya tarik indera dalam pilihan kedai kopi oleh mahasiswa dan untuk memberikan wawasan kepada pemilik bisnis dan pemilik kafe khususnya tentang bagaimana indra dapat dimanfaatkan untuk menarik pelanggan. Penelitian ini menggunakan CFA (confirmatory factor analysis) untuk menganalisis pentingnya indra pada kedai kopi. Faktor penglihatan yang paling signifikan adalah warna dengan faktor pemuatan 0,840. Faktor yang paling berpengaruh adalah aroma mempunyai loading faktor 0,744, suara tidak adanya lalu lintas dengan faktor muatan 0,798, rasa asin dengan faktor muatan 0,901, dan sentuhan bahan tempat duduk dengan faktor muatan 0,871.
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK USAHATANI JERUK DI KABUPATEN BARITO KUALA Husaini, Muhammad; Luthfi, Luthfi; Heiriyani, Tuti; Zakiah, Amiratu
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i2.17382

Abstract

Penelitian manajemen rantai pasok jeruk di lahan pasang surut dengan kondisi lahan marginal sangat penting dilakukan. Hal ini disebabkan investasi dan biaya pemeliharaan yang dikeluarkan cukup besar. Kondisi tersebut menyebabkan cost per unit menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip majamen rantai pasok jeruk (SCM) dalam usahatani jeruk, agar distribusi jeruk dari produsen kekonsumen menjadi efektif dan efisien, sehingga petani dan konsumen jeruk memperoleh harga yang layak. Manajemen rantai pasok jeruk di Kabupaten Barito Kuala berdasarkan analisis indeks, diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,58 sesuai dengan kriteria, termasuk kedalam kurang sesuai dengan prinsip-prinsip SCM. Hal ini disebabkan pemahaman petani jeruk terhadap konsumen, dan distribusi margin kurang sesuai prinsip SCM dengan nilai indeks masing-masing sebesar 0,50. Hal yang sama terjadi hubungan yang efektif antar pelaku rantai pasok  dengan nilai indeks cukup rendah hanya sebesar 0,33 sehingga tidak sesuai dengan prinsuf SCM. Sementara itu penyediaan jeruk dengan baik dan benar, ketersediaan logistik dan komunikasi dan informasi antar pelaku pemasaran jeruk dengan nilai indeks di atas 0,60 sehingga sudah sesuai dengan prinsip SCM.
Analisis Usaha dan Nilai Tambah Industri Kecil Menengah Kerupuk Mama Erwin Sucia Rahmawita; Luki Anjardiani; Amiratu Zakiah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i2.15481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan R/C ratio serta nilai tambah pada usaha pengolahan kerupuk dan amplang IKM Kerupuk Mama Erwin di Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu metode penelitian yang mengkaji secara mendalam tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Periode analisis pada penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis biaya, penerimaan, keuntungan dan R/C Ratio diketahui bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh IKM Kerupuk Mama Erwin pada bulan November 2024 sebesar Rp88.172.85, total penerimaan yang diperoleh pada bulan November 2024 sebesar Rp130.820.000, total penerimaan lainnya diperoleh pada bulan November 2024 sebesar Rp17.800.000, lalu keuntungan yang diperoleh pada bulan November 2024 sebesar Rp60.447.149 dan untuk R/C ratio pada bulan November 2024 diperoleh sebesar 1,69. Nilai tambah yang dihasilkan oleh IKM Kerupuk Mama Erwin di bulan November 2024 pada produk kerupuk ikan pipih sebesar Rp20.428.501 dengan rasio nilai tambah sebesar 38,31% (sedang), produk kerupuk ikan tenggiri sebesar Rp3.408.232 dengan rasio nilai tambah sebesar 17,04% (sedang), produk kerupuk ikan haruan sebesar Rp10.408.232 dengan rasio nilai tambah sebesar 52,04% (tinggi), produk amplang ikan pipih sebesar Rp12.673.807 dengan rasio nilai tambah sebesar 67,59% (tinggi) dan produk amplang ikan tenggiri sebesar Rp12.673.807 dengan rasio nilai tambah sebesar 67,59% (tinggi).
ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PADI VARIETAS UNGGUL PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA Yanti, Nuri Dewi; Zakiah, Amiratu; Radiah, Eka; Hamdani, Hamdani; Yusran, Fadly Hairannoor
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21683

Abstract

Penelitian ini menganalisis keputusan petani dalam menentukan karakteristik varietas unggul padi di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak untuk memahami pemilihan varietas mengingat potensi besar lahan pasang surut sebagai lumbung pangan nasional yang disertai tantangan unik memerlukan adaptasi varietas spesifik. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis faktor utama yang mendasari keputusan petani dalam memilih karakteristik varietas unggul padi. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah petani padi pengguna benih varietas unggul di Kecamatan Mandastana dan Belawang. Enam puluh responden dipilih menggunakan teknik probability sampling yang tersebar di Desa Karang Bunga dan Karang Buah. Analisis faktor terhadap 26 variabel karakteristik varietas unggul padi mengidentifikasi tiga faktor utama dengan eigenvalue >1 yang menjelaskan 68,488% total varians. Faktor pertama adalah Aspek Teknis (26,327% varians) meliputi umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, adaptabilitas terhadap lingkungan pasang surut, kemudahan budidaya, dan tingkat produktivitas. Faktor kedua adalah Kualitas Beras (21,838% varians) mencakup tekstur, rasa, aroma, warna beras, kadar amilosa, dan daya simpan. Faktor ketiga adalah Aspek Ekonomi (20,323% varians) terdiri dari harga benih, biaya produksi, harga jual gabah, stabilitas harga pasar, dan tingkat keuntungan. Uji Kaiser-Meyer-Olkin menunjukkan nilai 0,847 (>0,5) dengan Bartlett Test signifikan (p<0,001), mengindikasikan kesesuaian data untuk analisis faktor. Variabel dengan factor loading rendah (<0,5) seperti tinggi tanaman, panjang malai, habit, dan rekomendasi penyuluh merupakan pertimbangan sekunder dalam pengambilan keputusan petani.
Leverage, Scale, and Firm Age as Determinants of Corporate Financial Distress: A Cox Proportional Hazard Analysis of Cyclical Sector Firms on the Indonesia Stock Exchange Ahmadi Marta; Amiratu Zakiah
Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pamator.v19i1.33713

Abstract

Financial distress prediction in emerging markets demands methodologies that address both the probability and the timing of corporate financial failure. This study applies the Cox Proportional Hazard (Cox PH) model to examine survival time until financial distress among 166 companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) across three cyclical sectors (Basic Materials, Non-Primary Consumer Goods, and Energy) over the 2016–2024 observation period. Financial distress is operationalised using a multidimensional definition requiring at least two of three conditions simultaneously: Interest Coverage Ratio below unity, negative Operating Cash Flow, and negative Retained Earnings. Kaplan-Meier estimates indicate a cumulative distress incidence of 54.2%, with overall survival declining to S(t=9) = 0.46 (95% CI: 0.39–0.54). The log-rank test finds no significant difference across sectors (chi-square = 1.76, p = 0.416). The Cox PH model achieves strong fit (LR chi-square = 89.18, p less than 0.001) and excellent discriminatory ability (C-index = 0.807). Three covariates are statistically significant: Debt-to-Asset Ratio (HR = 2.05, p less than 0.001), Firm Size (HR = 0.64, p less than 0.001), and Firm Age (HR = 0.94, p less than 0.001). All proportional hazard assumptions are confirmed through Grambsch-Therneau diagnostics. Findings are consistent with Trade-off Theory, Agency Theory, the too-big-to-fail hypothesis, and the Liability of Newness framework, and are robust across parametric alternatives. Time-invariant covariates at a single lag constitute the principal limitation. These results offer empirical grounding for leverage-based financial distress early warning in the Indonesian market context, though sector-level heterogeneity in the leverage–distress mechanism warrants consideration in practice.
Dinamika Daya Saing Ekspor Komoditas Unggulan Perkebunan Indonesia dalam Perspektif Negara-Negara ASEAN: Analisis RCA, RCTA, dan ISP Akhmad Raja Shaufi; Muhammad Helmy Abdillah; Amiratu Zakiah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2026): Januari-Juli 2026
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i2.13297

Abstract

Indonesia memimpin beberapa komoditas perkebunan di kawasan ASEAN, namun dinamika keunggulan komparatif dan spesialisasi perdagangannya belum dikaji secara serentak untuk banyak komoditas dalam satu sumber data terstandar. Penelitian ini mengevaluasi daya saing ekspor tujuh komoditas unggulan perkebunan Indonesia (minyak sawit, karet alam, kopi, kakao, lada, cengkeh, dan pala) periode 2010–2023 menggunakan data perdagangan FAOSTAT dan tiga indeks komplementer: Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dengan posisi tiap komoditas diukur relatif terhadap pasar dunia. Arah dan titik patah tren diuji secara statistik menggunakan uji Mann-Kendall, penduga kemiringan Sen, dan uji Pettitt. Minyak sawit, pala, dan cengkeh menempati keunggulan komparatif tertinggi di ASEAN, kopi dan lada tetap kuat, sedangkan karet alam tidak berdaya saing. RCTA mengungkap anomali impor pada cengkeh dan kakao, sementara berdasarkan ISP kakao dan karet alam bergeser menjadi pengimpor neto. Tidak ada titik patah struktural yang bertepatan dengan integrasi MEA (2015) maupun pandemi COVID-19 (2020), sehingga perubahan daya saing lebih bersifat spesifik per komoditas daripada akibat guncangan regional seragam. Temuan ini menyiratkan perlunya strategi peningkatan daya saing yang dirancang berbasis karakteristik masing-masing komoditas.
ANALISIS KEPUTUSAN PETANI DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PADI VARIETAS UNGGUL PADA USAHATANI PADI DI LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA Nuri Dewi Yanti; Amiratu Zakiah; Eka Radiah; Hamdani Hamdani; Fadly Hairannoor Yusran
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i1.21683

Abstract

Penelitian ini menganalisis keputusan petani dalam menentukan karakteristik varietas unggul padi di lahan pasang surut Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menjawab kebutuhan mendesak untuk memahami pemilihan varietas mengingat potensi besar lahan pasang surut sebagai lumbung pangan nasional yang disertai tantangan unik memerlukan adaptasi varietas spesifik. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani dan menganalisis faktor utama yang mendasari keputusan petani dalam memilih karakteristik varietas unggul padi. Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah petani padi pengguna benih varietas unggul di Kecamatan Mandastana dan Belawang. Enam puluh responden dipilih menggunakan teknik probability sampling yang tersebar di Desa Karang Bunga dan Karang Buah. Analisis faktor terhadap 26 variabel karakteristik varietas unggul padi mengidentifikasi tiga faktor utama dengan eigenvalue >1 yang menjelaskan 68,488% total varians. Faktor pertama adalah Aspek Teknis (26,327% varians) meliputi umur tanaman, ketahanan terhadap hama dan penyakit, adaptabilitas terhadap lingkungan pasang surut, kemudahan budidaya, dan tingkat produktivitas. Faktor kedua adalah Kualitas Beras (21,838% varians) mencakup tekstur, rasa, aroma, warna beras, kadar amilosa, dan daya simpan. Faktor ketiga adalah Aspek Ekonomi (20,323% varians) terdiri dari harga benih, biaya produksi, harga jual gabah, stabilitas harga pasar, dan tingkat keuntungan. Uji Kaiser-Meyer-Olkin menunjukkan nilai 0,847 (>0,5) dengan Bartlett Test signifikan (p<0,001), mengindikasikan kesesuaian data untuk analisis faktor. Variabel dengan factor loading rendah (<0,5) seperti tinggi tanaman, panjang malai, habit, dan rekomendasi penyuluh merupakan pertimbangan sekunder dalam pengambilan keputusan petani.
Analisis Preferensi Konsumen terhadap Pembelian Buah Durian di Kota Banjarbaru Ramadhan Ramadhan; Nuri Dewi Yanti; Amiratu Zakiah
Frontier Agribisnis Vol 10, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i2.18139

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki produksi durian yang fluktuatif, mencapai 1,85 juta kuintal pada 2023 secara nasional dan 410.102 kuintal di Kalimantan Selatan pada 2024, didorong peningkatan pengeluaran per kapita buah dari Rp29.251 (2020) menjadi Rp42.352 (2024). Permintaan durian di wilayah urban seperti Kota Banjarbaru meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan kesadaran gizi, namun preferensi konsumen terhadap atribut seperti rasa, ukuran, aroma, harga, dan warna belum teranalisis secara mendalam. Preferensi konsumen merupakan kesukaan atau pilihan konsumen terhadap suatu produk dibandingkan alternatif lainnya, yang terbentuk dari persepsi terhadap atribut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tahapan keputusan pembelian, (2) preferensi konsumen di Kota Banjarbaru terhadap pembelian buah durian, dan (3) atribut yang paling dipertimbangkan konsumen. Penelitian menggunakan metode survei dengan sampel  sebanyak 80 responden yang dipilih accidental sampling di Kota Banjarbaru. Data dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  konsumen berjenis kelamin perempuan 41 (51,25%), berusia 18-28 tahun (52,25%), berpendidikan SMA (60%), berprofesi wirausaha (32,5%), dan berpenghasilan Rp.1.000.000-Rp.5.000.000. Secara berurutan, atribut yang menjadi preferensi konsumen adalah rasa yang manis legit, ukurannya besar, beraroma sangat tajam, dengan harga murah (<Rp.50.000), dan berwarna kuning. Disimpulkan bahwa atribut    yang    paling dipertimbangkan dilihat dari besar nilai Ao secara berurutan adalah atribut rasa, warna, harga, ukuran, dan aroma. Rasa dan warna durian paling dipertimbangkan konsumen, produsen disarankan fokus kualitas atribut ini untuk tingkatkan penjualan dan pemasaran di Banjarbaru. Produsen dan pedagang disarankan memprioritaskan pengembangan varietas dengan atribut ini untuk mengoptimalkan penjualan dan strategi pemasaran di Banjarbaru.