Muhammad Yuliansyah
Magister Administrasi Pendidikan Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MUTU MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 HULU SUNGAI UTARA Yulia Marni; Husnul Madihah; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22320

Abstract

Perencanaan strategi merupakan elemen penting dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan secara sistematis dan partisipatif melalui perumusan visi, misi, dan tujuan madrasah yang didukung analisis kondisi internal dan eksternal. Implementasi strategi diwujudkan melalui penguatan mutu pembelajaran, peningkatan layanan akademik dan nonakademik, pengelolaan sarana dan prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Keberhasilan pelaksanaan strategi didukung oleh komitmen kepala madrasah, kualifikasi dan dedikasi guru, dukungan pendanaan pemerintah, serta keterlibatan warga madrasah dan orang tua peserta didik. Namun demikian, pelaksanaan strategi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan dana, latar belakang ekonomi peserta didik yang beragam, serta perbedaan kemampuan dan karakteristik siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan strategi yang disusun dan diimplementasikan secara sistematis dan kontekstual berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN VISI DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 10 HULU SUNGAI UTARA Mujiburrahman Mujiburrahman; Jarkawi Jarkawi; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22316

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi sekolah dan meningkatkan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala madrasah dalam mewujudkan visi sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala madrasah, guru, serta tenaga kependidikan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan sebagai pemimpin visioner yang mampu mengomunikasikan visi sekolah, membina kinerja guru, melaksanakan supervisi akademik, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab. Strategi kepemimpinan kepala madrasah diwujudkan melalui perencanaan program yang selaras dengan visi sekolah, keteladanan dalam kepemimpinan, dan pengelolaan lingkungan madrasah yang kondusif. Keberhasilan kepemimpinan kepala madrasah didukung oleh komitmen kepala madrasah, dukungan guru dan tenaga kependidikan, serta budaya kerja yang kondusif. Namun demikian, terdapat kendala berupa perbedaan kompetensi dan kedisiplinan guru, keterbatasan sarana tertentu, serta tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebijakan pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah yang visioner dan adaptif merupakan faktor kunci dalam mewujudkan visi sekolah secara efektif.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI SMP ISLAM NURUL HIJRAH JORONG DAN SMP TAHFIDZ BILINGUAL DARUL QUR’AN ISTIQOMAH PELAIHARI Nasrullah Nasrullah; Didi Susanto; Muhammad Yuliansyah
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22317

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada sekolah berbasis pondok pesantren yang menekankan pembinaan karakter dan nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah berbasis pesantren dalam penyelenggaraan pendidikan melalui studi multi kasus di SMP Islam Nurul Hijrah Jorong dan SMP Tahfidz Bilingual Darul Qur’an Istiqomah Pelaihari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi multi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah di kedua sekolah bercirikan kepemimpinan spiritual yang berlandaskan nilai-nilai pesantren, seperti keteladanan, kedisiplinan, dan religiusitas. Kepala sekolah berperan strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dengan mengintegrasikan kurikulum nasional dan program kepesantrenan. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah meliputi kuatnya budaya religius, dukungan yayasan dan guru, serta keteladanan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, perbedaan kesiapan guru, serta tantangan adaptasi terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis pesantren merupakan model kepemimpinan yang kontekstual dan relevan dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada pembinaan karakter dan nilai spiritual.