Ayam KUB merupakan ayam kampung galur murni hasil seleksi betina selama 6 generasi. Keunggulan ayam KUB antara lain mampu berproduksi lebih baik dari ayam kampung biasa, dimana produksi telur mencapai 100- 180 butir per tahun, mempunyai sifat mengeram 10% dari total populasi dan memiliki bobot potong sekitar 800-900 gram dalam waktu 10 minggu (Sartika, et al., 2014) Ayam KUB memiliki potensi untuk dikembangkan Salah satu keunggulan antara lain tahan terhadap penyakit, produksi telur per talon 160-180 butir, konsumsi pakan 80- 85 gram, sifat mengeram 10% dari total populasi, umur pertama bertelur 22-24 minggu, bobot telur 35-45 gram dan konversi pakan 3.8 (Sartika, et al., 2009). Cuka dapur atau Asam Cuka (CH3COOH) merupakan salah satu bahan penyemprotan yang mampu mendegradasi kalsium yang terdapat pada kulit telur. Hal ini diyakini akan membantu proses penetasan pada telur Ayam. Asam asetat atau lebih dikenal sebagai Asam Cuka adalah suatu senyawa berbentuk cairan, tak berwarna, berbau menyengat, memiliki rasa asam yang tajam serta larut didalam air, alkohol, gliserol, dan eter (Hardoyo, et al., 2007). Penelitian ini di laksanakan mulai pada tanggal 10 Januari sampai tanggal 5 Februari 2025 yang bertempat di BSIP Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode Eksperimental meggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur, dengan berat yang seragam 40-45 gram. Dengan perlakuan tanpa Asam Cuka,Perlakuan 2 10% Asam Cuka, Perlakuan 3 20% Asam Cuka, Perlakuan 4 30% Asam Cuka, Telur Ayam KUB di tetaskan menggunakan mesin tetas otomatis Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan daya tetas secara berturut turut adalah PI (67,33%) P2 (70,67%) P3 (84,22%) P4 (94,22%). Menunjukan bahwa Asam cuka berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas. Rataan berat tetas secara berturut turut adalah PI (31,2%) P2 (31,2%) P3 (31%) P4 (30,6%) menunjukan bahwa Asam cuka tidak berpengaruh nyata (P>0,05)terhadap berat tetas. Rataan kematian embrio secara berturut turut P1 (32%) P2 (28%) P3 (16%) P4 (6%) menunjukan bahwa Asam Cuka berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kematian embrio.