Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) adalah ayam hasil riset oleh Balai Pengkajian Ternak Ciawi Bogor. Ayam KUB jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa mampu memproduksi telur lebih tinggi (Hidayat, dkk., 2011). Selain itu mampu menghasilkan telur mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, ayam dapat cepat bertelur kembali karena masa mengeram berkurang hingga tinggal 10%, ayam ini juga dapat tumbuh lebih cepat daripada ayam kampung biasa, dan rasa daging Ayam KUB juga gurih, sama seperti ayam kampung pada umumnya (Anonim, 2016). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2025 sampai 10 Februari 2025 di BSIP Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu perlakuan tanpa asam cuka, perlakuan dengan asam cuka 10%, perlakuan dengan asam cuka 20%, dan perlakuan dengan asam cuka 30% dan 5 ulangan. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur dengan berat telur yang digunakan 40-45 gram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan fertilitas secara berturut-turut adalah P1 (98,00%), P2 (94,00%), P3 (96,00), P4 (98,00) menunjukkan bahwa penggunaan asam cuka berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fertilitas. Rataan persentase penetasan adalah P1 (66,00%), P2 (66,00%), P3 (80,00%), P4 (92,00%) menunjukkan bahwa penggunaan asam cuka berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase penetasan. Rataan waktu menetas setelah pipping adalah P1 (26,34 jam), P2 (24,67 jam), P3 (14,50 jam), P4 (10,42 jam) menunjukkan bahwa penggunaan asam cuka berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap waktu menetas setelah pipping.
Copyrights © 2025