Yusi Amela
Dinas Partanian dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG KECAMATAN PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Yusi Amela; Fridarti Fridarti; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasmaTujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasma