Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERBANDINGAN ANGKA SERVICE PER CONCEPTION SAPI YANG DI IB DENGAN STRAW LEMBANG DAN TUAH SAKATO DIKABUPATENPADANGPARIAMAN Jefri Hariadi; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Fridarti Fridarti
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada tanggal 30 Desember2024 sampai tanggal 31Januari 2025 di kabupaten Padang Pariaman, bertujuan untuk mengetahui perbandingan angka Service per Conception sapi yang di IB dengan straw Lembang dan Tuah Sakato di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui pengamatan langsung dibantu dengan kuesioner untuk mengetahui penerapan aspek teknis pemeliharaan. Populasi penelitian adalah seluruh induk sapi yang telah melahirkan pada tahun 2023 dan di IB denganbibit Sapi Simental yang berasal dari BIB Lembang dan UPTD BPTSD Tuah Sakato. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan angka Service per Conception (S/C), pada sapi yang di IB dengan straw Lembang dan BIB Tuah Sakato.Angka S/C hasil IB dengan straw dari BIB Lembang adalah 1,28 sedangkan hasil IB dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato sebesar 1,73. Perbedaan ini menunjukkan bahwa straw BIB Lembang memberikan performare produksi lebih baik. Perbedaan ini lebih disebabkan oleh faktor pengencer antara kedua balaipenghasil straw ini. Kesimpulannya penelitian menunjukkan bahwa penggunaan straw dari BIB Lembang lebih efisien dibandingkan dengan straw dari UPTD BPTSD Tuah Sakato dalam program Inseminasi Buatan (IB) di Kabupaten Padang Pariaman.
PENGARUH PEMBUATAN KEJU DENGAN PENAMBAHAN AIR SARI DAUN PANDAN TERHADAP pH DAN ORGANOLEPTIK Rudi Firmansayah; Fridarti Fridarti; Devi Dianti; Halimatuddini Halimatuddini
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran daun pandan terhadap pH dan organoleptik pada keju. Penelitian ini dilaksanakan di laboratotium Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang. Penelitian ini menggunkan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu : Perlakuan air sari daun pandan 0 ml, campuran daun pandan 25 ml, campuran daun pandan 30 ml, campuran daun pandan 35 ml, campuran daun pandan 40 ml. Dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari daun pandan dalam pembuatan keju meningkatkan rata-rata pH berkisar antara 3,47-5,39. Organoleptik rata-rata Aroma berkisar antara 1,22-2,19, rata-rata warna 1,22-2,31, rata-rata rasa 1,22-2,31, rata-rata tekstur 1,22-2,21, rata-rata kesukaan 1,83-2,31. Hasil terbaik penelitian adalah pH 5,39 pada perlakuan daun pandan 30 ml. Aroma 2,19 pada perlakuan daun pandan 40 ml, warna 2,31 pada perlakuan 40 ml, rasa 2,31 pada perlakuan 40 ml, tekstur 2,21 pada perlakuan 40 ml dan kesukaan 2,31 pada perlakuan 40 ml daun pandan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan air sari daun pandan berbeda tidak nyata terhadap pH tetapi berbeda sangat nyata terhadap uji organoleptik (aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan). This study aims to determine the effect of adding a mixture of pandan leaves on pH and organoleptic properties of cheese. This study was conducted in the laboratory of the Faculty of Agriculture, Tamansiswa University, Padang. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications, namely: Treatment of 0 ml pandan leaf juice, 25 ml pandan leaf mixture, 30 ml pandan leaf mixture, 35 ml pandan leaf mixture, 40 ml pandan leaf mixture. And continued with the DMRT test.The results showed that the addition of pandan leaf extract in cheese making increased the average pH ranging from 3.47-5.39. The average organoleptic Aroma ranged from 1.22-2.19, the average color 1.22-2.31, the average taste 1.22-2.31, the average texture 1.22-2.21, the average preference 1.83-2.31. The best result of the study was pH 5.39 in the treatment of 30 ml pandan leaves. Aroma 2.19 in the treatment of 40 ml pandan leaves, color 2.31 in the treatment of 40 ml, taste 2.31 in the treatment of 40 ml, texture 2.21 in the treatment of 40 ml and preference 2.31 in the treatment of 40 ml pandan leaves.The results of the analysis of variance showed that the addition of pandan leaf juice did not significantly differ in pH but significantly differed in organoleptic tests (aroma, color, taste, texture and preference).
POTENSI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG KECAMATAN PASAMAN KABUPATEN PASAMAN BARAT Yusi Amela; Fridarti Fridarti; Devi Dianti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasmaTujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pengembangan usaha sapi potong di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan pengisian kuisioner, pemilihan respoden dengan sengaja. Wawancara kuisioner dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap populasi ternak. Pengumpulan data sekunder yaitu dengan melakukan pengumpulan data dan laporan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, instansi yang terkait lainnya. Hasil Penelitian : Kecamatan Pasaman merupakan daerah yang sangat berpotensi dalam pengembangan ternak sapi potong karena .mempunyai LQ = 7,38 ., karena LQ > dari 1 menunjukkan berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Kecamatan Pasaman merupakan wilayah prioritas untuk pengembangan peternakan sapi potong karena pada ketiga Nagari yang masing-masing mempunyai nilai dan daya tampung yang cukup banyak yaitu Nagari Lingkuang Aua sebanyak 26.966,52, ekor Nagari Aua Kuniang sebanyak 148.812 ekor dan Nagari Aia Gadang sebanayak 17.405,91 Ribu ekor dengan jumlah keseluruhan sebanyak 193.184, 43 ekor. Kecamatan Pasaman juga mempunyai nilai KPPTR yang cukup tinggi yaitu sebanyak 193.184,43 dengan demikian kapasitas peningkatan populasi ternak diwilayah Kecamatan Pasaman masih mempunyai peluang yang cukup besar. Sumber daya manusia tata pelaksanaan menunjukkan nilai yang sangat bagus dapat dilihat dari jumlah penduduk dan pengalaman beternak Strategi pengembangan peternakan sapi potong yang diusulkan antara lain: a) Optimalisasi pemanfatan lahan limbah pertanian untuk makanan ternak melalui pembuatan silase maupun hay, b) Optimalisasi penyediaan lahan yang sesuai atau memenuhi persyaratan teknis untuk peternakan sapi potong dilengkapi dengan peta, dan c) Optimalisasi kemampuan peternak dalam mengakses modal atau pembiayaan melalui pola pengembangan inti plasma
Performa Produksi Sapi Brahman Cross (BX) Di UPT Pembibitan Dinas Pertanian Kota Padang Elsa Marlina; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti
Jurnal Peternakan Tamansiswa Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Tamansiswa
Publisher : Univerditas Tamansiswa Padang, Fakultas Pertanian, Prodi Pataernakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERENDAMAN BEBERAPA JERAMI FAMILY GRAMINEAE DENGAN LARUTAN ALKALI ALAMI TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK, DAN SERAT KASAR Danil Agus Muslim; Sri Mulyani; Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti
STOCK Peternakan Vol 8, No 1 (2026): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v8i1.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman beberapa Jerami family Gramineae dengan larutan alkali alami terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, dan serat kasar. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan (P1= Jerami jagung pakan ternak, P2= Jerami jagung manis, P3= Jerami sorgum, P4= Jerami gandum). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 yang bertempat di Laboratorium Unitas Padang dan Laboratorium Nutrisi Ruminansia Universitas Andalas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan dari beberapa family Gramineae setelah direndam dengan larutan alkali (alami) berpengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap kandungan BK, BO, dan SK. Penurunan kandungan bahan kering berkisar 5,45% - 8,11%, penurunan bahan organik berkisar 16,34% - 26,42%, dan penurunan serat kasar berkisar 3,69% - 7,59%. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil Kesimpulan bahwa perendaman dari beberapa family Gramineae menggunakan larutan alkali (alami) dapat menurunkan kandungan BK, BO, dan SK.
SUBSTITUSI LEGUMINOSA INDIGOFERA DALAM PEMBUATAN SILASE RUMPUT PAKCHONG TERHADAP KANDUNGAN PK, SK, LK DAN ABU Sri Mulyani; Ulfi Rahmi; Syafrizal Syafrizal; Fridarti Fridarti; Devi Dianti
Jurnal Embrio Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Embrio
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/embrio.v17i1.1151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dari substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong berupa kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu, dilaksanakan pada bulan November 2023 sampai Januari 2024 di Jl. Kali Serayu No 64 Padang. Analisa sampel dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, semua perlakuan menambahkan aditif tepung jagung sebanyak 6%. Perlakuan yang diberikan yaitu P1 (Rumput Pakchong 100%), P2 (Rumput Pakchong 90% + Indigofera 10%), P3 (Rumput Pakchong 80% + Indigofera 20%) dan P4 (Rumput Pakchong 70% + Indigofera 30%). Parameter yang diukur adalah kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan abu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi leguminosa indigofera dalam pembuatan silase rumput pakchong sampai 30% dapat menghasilkan silase dengan kualitas yang baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil protein kasar 15,42%, serat kasar 29,16%, lemak kasar 3,29%, dan abu 20,08%.
PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN MENJADI AMONIASI JERAMI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI KELURAHAN BUNGUS BARAT KECAMATANA BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG Fridarti fridarti; Syafrizal Syafrizal; Devi Dianti; Nazaruddin Nazaruddin; Erwin Erwin; Syaifuddin Islami; Sri Mulyani; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i1.739

Abstract

This community service activity takes the form of clinical coaching on agricultural waste management in raising goats/cattle which aims to transfer knowledge and improve skills regarding the management of agricultural waste processing such as rice straw as an alternative feed ingredient and the rice straw ammonization process. This activity also aims to increase public knowledge about management of the maintenance and processing of agricultural waste in the form of ammoniated rice straw, so that it can overcome difficulties in procuring animal feed. The method used in the coaching clinic is guidance on waste management using science and technology as well as practice or demonstration of making straw ammonia. This activity was carried out through several stages, namely socialization & coaching clinic about goat/cattle farming, animal feed ingredients and making straw ammonization. This activity received a very positive and enthusiastic response from members and succeeded in providing an understanding of solutions to feed difficulties in the dry season. Apart from that, the ammoniated rice straw that had been produced was tried to be given to livestock and the results were very clearly liked by cattle. This shows that ammoniated straw is preferred by cattle because the nutritional content of rice straw that has been processed using the ammonia process can be used as an alternative feed. The raw material for rice straw is easy to obtain in West Bungus Village, Teluk Kabung Subdistrict, so that every farmer can carry out rice straw ammonia processing using simple technology with optimal results. Rice straw that has been processed can reduce production costs so that it will improve the community's economy