Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN TARIF EFEKTIF RATA-RATA (TER) TERHADAP PEMOTONGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 KARYAWAN TETAP (STUDI KASUS PADA PT CDS) hanifah hanifah; Nor Hayati
Dinamika Ekonomi: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 17 No 2 (2024): DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.17 no.2 September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53651/jdeb.v17i2.513

Abstract

The purpose of this study is to determine the impact of the implementation of the Average Effective Rate (TER) on the withholding of income tax article 21 of permanent employees at PT. CDS. The method used in this study is qualitative descriptive, with this method the author can find out the extent of the income tax withholding article 21 of PT. CDS before and after the implementation of the Average Effective Rate (TER). The results of this study show that after using the Average Effective Rate (TER) from January to June 2024, PT. CDS made a deduction of IDR 5,369,000, but the use of the Average Effective Rate (TER) can cause overpayment of taxes.
Inovasi Pengelolaan Limbah Minyak Jelantah menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Potensi Usaha Keluarga di Desa Tundi Noor Amaliah; Muhammad Faqih Madhani; Muhammad Zairullah; Eprariana; Nor Hayati; Muhammad Arya Ananda; Nadia Safitri; Nur Apri Aulia Rahmah; Hayatun Nissa; Agustina; Devi Febrianti; Rahmah Gita; Vina Navia; Nova Silvia
Borneo Community Development Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i1.1516

Abstract

  Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tundi bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat mengenai risiko lingkungan dan kesehatan akibat minyak jelantah serta memperkenalkan keterampilan praktis untuk mengolahnya menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi langsung, praktik bersama, dan pendampingan pengemasan produk. Peserta diperkenalkan pada tahapan penyaringan minyak jelantah, penyiapan campuran lilin, penambahan aroma, pencetakan, dan pengemasan produk. Selama kegiatan, peserta terlibat dalam diskusi dan praktik serta dapat mengikuti tahapan utama pembuatan produk. Lilin yang dihasilkan memiliki variasi warna dan aroma serta menunjukkan potensi pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang berguna. Meskipun kegiatan ini tidak mengukur perubahan pengetahuan maupun pendapatan secara kuantitatif, pelatihan memberikan dasar awal bagi pengembangan produksi berbasis masyarakat dan kegiatan usaha keluarga. Kegiatan ini mendukung pemanfaatan limbah melalui pendekatan upcycling serta penerapan prinsip ekonomi sirkular pada tingkat rumah tangga.