Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Manajemen Gerakan Literasi Al-Qur'an: Implementasi Tafsir Adabi Ijtima'i dalam Membaca Isu-Isu Kontemporer di Kalangan Pemuda Supeno Supeno; Moh.Agil Nuruzzaman; Nandipah Roa'zah; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Munahar Munahar
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v4i01.543

Abstract

The management of the Al-Qur'an literacy movement among youth involves implementing the Tafsir Adabi Ijtima'i approach, which interprets the Qur'an with a focus on social ethics and contemporary issues. This method, rooted in the works of scholars like Muhammad Abduh and others, uses accessible language and emphasizes the Qur'an’s relevance to current social challenges faced by young people. By integrating this interpretive style, the movement aims to enhance youths’ understanding of the Qur'an beyond ritual reading, fostering critical engagement with societal problems and encouraging active social responsibility. Studies show that such approaches can improve spiritual literacy and character education, although challenges remain in motivating consistent reading and comprehension among youth. The Tafsir Adabi Ijtima'i approach also aligns with transformative interpretations that connect religious values with social change, making it a strategic tool for empowering young Muslims in navigating modern realities. Overall, this model supports the development of a Qur'an-literate generation capable of addressing contemporary issues through informed and ethical perspectives rooted in Islamic teachings.
Penyusunan Buku Panduan Manajemen Dakwah Lingkungan Berbasis Tafsir Ekologis Q.S. Al-Rum: 41 dan Aplikasinya dalam Gerakan Sedekah Sampah Supeno Supeno; Moh. Agil Nuruzzaman; Nandipah Roa'zah; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Munahar Munahar
Sciences du Nord Community Service Vol. 1 No. 02 (2024): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v1i02.109

Abstract

Please use only the styles of this template (MS title, Authors, Affiliations, Correspondence, Normal for your text, and Headings 1–3). Figure 1 uses the style Caption. The abbreviation “Fig.” should be used when it appears in running text and should be followed by a number unless it comes at the beginning of a sentence, e.g.: “The results are depicted in Fig. 5. Figure 9 reveals that.” Figures and tables as well as their captions must be inserted in the main text near the location of the first mention (not appended to the end of the manuscript). Regarding colour schemes, it is important that your maps and charts allow readers with colour vision deficiencies to correctly interpret your findings. Please check your figures using the Coblis – Color Blindness Simulator and revise the colour schemes accordingly.
Aplikasi Manajemen Riset Dakwah dalam Penyusunan Modul "Tafsir Sosial" untuk Memberdayakan Komunitas Marginal di Perkotaan Nandipah Roa'zah; Achmad Fachri Amrulloh; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Moh. Agil Nuruzzaman; Supeno Supeno; Munahar Munahar
Jurnal Pengabdian West Science Vol 1 No 01 (2022): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v1i01.3020

Abstract

Penerapan manajemen penelitian dakwah Islam dalam pengembangan modul "Tafsir Sosial" bertujuan untuk memberdayakan masyarakat perkotaan yang terpinggirkan dengan memberikan bimbingan keagamaan yang relevan secara sosial. Pendekatan ini mengintegrasikan ajaran Islam ilmiah dengan kebutuhan praktis masyarakat, mendorong pemberdayaan melalui pendidikan dan keterlibatan sosial. Penelitian tentang pendidikan dan dakwah Islam menyoroti pentingnya kompetensi intelektual dan spiritual pada kader ulama, yang memainkan peran kunci dalam pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial. Strategi dakwah yang efektif meliputi pendidikan formal, hafalan Al-Qur'an, dan praktik lapangan masyarakat, yang membangun kepercayaan dan partisipasi aktif dalam kelompok-kelompok yang terpinggirkan. Pengembangan modul yang peka budaya dan relevan secara kontekstual seperti "Tafsir Sosial" dapat meningkatkan dampak dakwah dengan mengatasi masalah-masalah sosial spesifik yang dihadapi oleh penduduk perkotaan yang terpinggirkan. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan yang lebih luas tentang moderasi agama dan harmoni sosial yang ditemukan dalam penelitian pendidikan Islam.
Pelatihan Manajemen Stres bagi Tenaga Pendidik dengan Integrasi Terapi Dzikir dan Pendalaman Tafsir Ayat-Ayat Ketenangan Hati (Q.S. Ar-Ra'd: 28) Moh. Agil Nuruzzaman; Nandipah Roa'zah; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Supeno Supeno; Munahar Munahar; Lailatul Ditria
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Westscience
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i01.3021

Abstract

Tingkat stres dan kelelahan yang tinggi di kalangan pendidik membutuhkan intervensi holistik yang tidak hanya membahas aspek psikologis tetapi juga spiritual. Studi ini mengembangkan model pelatihan yang mengintegrasikan teknik manajemen stres konvensional dengan terapi dzikir dan pendalaman interpretasi Al-Qur'an (QS. Ar-Ra'd:28). Tujuannya adalah untuk mengukur efektivitas program pelatihan dalam mengurangi tingkat stres, meningkatkan kesejahteraan psikologis, dan memperkuat ketahanan spiritual guru. Metode: Program berbasis Penelitian Aksi Partisipatif (PAR) ini melibatkan 10 guru di kota X. Metode yang digunakan meliputi pre-test/post-test menggunakan skala stres (misalnya, DASS-21 atau PSS-10), sesi pelatihan partisipatif (teknik pernapasan, restrukturisasi kognitif, dzikir terbimbing, dan diskusi tafsir kontekstual), diskusi kelompok fokus, dan observasi. Hasil: Analisis statistik deskriptif dan inferensial menunjukkan penurunan yang signifikan pada skor stres peserta (rata-rata pre-test vs. post-test). Data kualitatif menunjukkan peningkatan kesadaran diri, peningkatan regulasi emosi, dan persepsi yang lebih positif terhadap tantangan kerja melalui pendekatan spiritual. Integrasi pendekatan psikologis dan spiritual terbukti layak dan efektif sebagai model intervensi untuk kesehatan mental guru. Model ini berpotensi untuk direplikasi dan diadopsi oleh lembaga pendidikan.
Strategi Adaptasi Dakwah Dalam Komunitas Muslim Perkotaan Multikultural Nandipah Roa'zah; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Moh. Agil Nuruzzaman; Supeno Supeno; Munahar Munahar; Sudaryono Sudaryono
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v1i02.3022

Abstract

Dinamika masyarakat perkotaan yang multikultural menuntut model dakwah yang lebih adaptif, sistematis, dan responsif terhadap keragaman budaya, agama, dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis strategi adaptasi dakwah yang diterapkan komunitas Muslim perkotaan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap artikel jurnal terbitan 2018–2025. Analisis tematik dilakukan untuk menggali pola strategi yang dominan dalam pengelolaan dakwah urban. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan dakwah perkotaan ditopang oleh tiga pendekatan utama, yaitu manajemen dakwah yang terstruktur dan berbasis perencanaan strategis, pemanfaatan teknologi digital serta media sosial sebagai ruang komunikasi baru, dan penerapan pendekatan inklusif yang mengintegrasikan kearifan lokal serta kegiatan sosial sebagai sarana membangun empati budaya. Ketiga pendekatan tersebut terbukti saling melengkapi dan perlu diintegrasikan dalam kerangka dakwah yang holistik. Penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi dakwah merupakan proses manajerial berkelanjutan yang harus disesuaikan dengan dinamika sosial masyarakat urban agar mampu memberikan dampak yang lebih luas, relevan, dan harmonis dalam konteks multikultural. 
Langkah Praktis Dalam Penggunaan Media Informasi Sebagai Sarana Dakwah Nandipah Roa'zah; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Moh. Agil Nuruzzaman; Supeno Supeno; Munahar Munahar; Fina Ni'matus Sa'adah
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i01.3023

Abstract

Digitalisasi telah mengubah paradigma dakwah Islam secara fundamental, baik dari sisi metode penyampaian, strategi pengelolaan, maupun pola interaksi antara dai dan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan dakwah digital dengan menggunakan metode tinjauan pustaka sistematis terhadap 1.074 artikel yang teridentifikasi, dengan 50 artikel dipilih berdasarkan relevansi konseptual dan kualitas ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital berkembang melalui empat dimensi utama: (1) transformasi metode dakwah dari ruang fisik menuju media sosial dan platform digital; (2) strategi pengelolaan dakwah yang menekankan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi; (3) implementasi praktis yang memanfaatkan kreativitas konten, kolaborasi, dan interaksi aktif dengan audiens; serta (4) tantangan berupa misinformasi keagamaan, rendahnya literasi digital, dan lemahnya etika dakwah digital. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan dakwah digital sangat ditentukan oleh integrasi strategi manajemen yang komprehensif, peningkatan kualitas literasi digital, serta penerapan etika komunikasi Islam dalam setiap proses produksi konten. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi dai, lembaga dakwah, dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan model dakwah digital yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
Manajemen Dakwah Bil Hāl Dalam Menumbuhkan Kedisiplinan Santri di Pesantren Modern Lailatul Fitriana; Munahar Munahar; Nandipah Roa'zah; Muslimatun Diana Muazaroh; Diana Elfiyatul Afifah; Sukirno Sukirno; Moh. Agil Nuruzzaman; Supeno Supeno
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i01.3026

Abstract

Pendekatan dakwah bil hāl (dakwah melalui tindakan dan keteladanan) telah dianggap sebagai strategi kunci dalam pembentukan karakter disiplin santri di pesantren modern. Namun, implementasinya memerlukan pengelolaan yang sistematis melalui fungsi-fungsi manajemen. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen dakwah bil hāl dalam konteks pesantren modern dan efektivitasnya dalam menumbuhkan kedisiplinan santri. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengikuti panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui platform Consensus yang mengindeks lebih dari 170 juta publikasi, termasuk Semantic Scholar, PubMed, dan sumber lainnya. Dari 1.021 makalah yang diidentifikasi, 59 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dalam program dakwah bil hāl secara signifikan mendukung pembentukan disiplin santri. Mekanisme utama yang efektif adalah keteladanan (role modeling) oleh kyai dan ustadz serta pembiasaan (habituation) melalui rutinitas terstruktur. Integrasi dakwah bil hāl dengan kurikulum akademik dan kegiatan ekstrakurikuler memperkuat internalisasi nilai disiplin. Namun, tantangan seperti keterbatasan teknologi, keragaman latar belakang santri, dan kebutuhan pengembangan berkelanjutan bagi guru masih menjadi penghambat optimalisasi program. Manajemen dakwah bil hāl terbukti efektif dalam menumbuhkan kedisiplinan santri di pesantren modern. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut yang bersifat kuantitatif dan longitudinal untuk memperkuat bukti empiris, serta adaptasi inovatif terhadap tantangan digital dan kontekstual.