Dzulfajrie Rahim
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Kawasan Kumuh dengan Pendekatan Konsolidasi Tanah Vertikal di Kota Samarinda Dzulfajrie Rahim; Juang Akbardin
Arsir: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 2 (2025): Arsir
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v9i2.558

Abstract

Slum areas in major cities often reflect policy failures and a lack of political will. This study aims to examine the revitalization of the Karang Mumus area in Samarinda through a vertical land consolidation approach (KTV). The research employs a qualitative method, utilizing observations and literature studies from secondary data and field reviews. Findings indicate that the Karang Mumus area covers 8.72 hectares and has been prioritized for intervention through a collaborative funding scheme. Location scoring analysis, based on key and supporting factors, shows that the readiness of potential new locations ranges from 50% to 75%. The implications of these findings suggest that the implementation of KTV requires significant efforts and support from various stakeholders to improve slum settlements into more livable, clean, orderly, safe, and healthy environments. This study provides valuable insights for policymakers in planning and prioritizing slum revitalization in major cities.
Pola Adaptif dan Placemaking sebagai Alternatif Penataan Kawasan Kumuh untuk Kota Berketahanan Dzulfajrie Rahim; Asep Yudi Permana
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.80059

Abstract

Perumahan kumuh dan permukiman kumuh merupakan suatu permasalahan yang umumnya banyak terjadi di kota-kota besar. Berdasarkan acuan peraturan dan kebijakan, penanganan kumuh dilaksanakan dengan dengan 2 (dua) pendekatan, yakni pencegahan dan peningkatan kualitas. Kawasan Karang Mumus merupakan salah satu kawasan kumuh yang ada di Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana menerapkan pola penanganan yang cukup efektif dalam menangani masalah kumuh perkotaan pada sempadan sungai dimana terdapat dua isu utama yaitu permukiman yang rawan bencana dan permukiman padat yang tidak memiliki ruang terbuka hijau sebagai ruang sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran kuantitatif dan kualitatif melalui sumber data numerik kondisi kekumuhan yang diverifikasi melalui wawancara pada narasumber terpilih. Tujuan dari penelitan ini yaitu memberikan gambaran studi kasus kawasan kumuh yang masuk dalam karakteristik squatter dan penerapan desain berbasis adaptif dan placemaking. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa penataan permukiman pada kawasan kumuh di kawasan Karang Mumus Kota Samarinda dapat dilakukan melalui intervensi berbasis zonasi geografis dan karakter kawasan: (1) Segmen di bagian utara (Kelurahan Sempaja Selatan), strategi pemugaran mempertahankan rumah panggung dengan penataan kaveling yang adaptif dan penyediaan prasarana dasar secara terpadu; (2) Segmen di bagian selatan (Kelurahan Temindung Permai), strategi relokasi diterapkan untuk mengembalikan fungsi ekologis sempadan sungai dan menciptakan ruang publik yang optimal.