This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Nabilla Feylisha Azzahra
Master of Psychology Study Program, Faculty of Psychology, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jl. KH. Ahmad Dahlan, Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SCHOOL WELL-BEING PADA SISWA SMA DI INDONESIA Nabilla Feylisha Azzahra; Endang Purwaningsih; Rr. Setyawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2025.49101

Abstract

Masalah utama dalam school well-being pada siswa SMA saat ini adalah tingginya tekanan akademik yang sering menyebabkan stres dan kecemasan. Kondisi ini membuat banyak siswa kesulitan menyeimbangkan tuntutan akademis dengan kebutuhan emosional, sehingga mengganggu kesejahteraan mereka di lingkungan sekolah. School well-being mengacu pada persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah, yang mencakup aspek sosial, akademik, dan emosional. Studi ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi school well-being pada siswa SMA. Artikel yang digunakan diambil dari Google Scholar dan Frontiers dalam kurun waktu enam tahun terakhir (2018–2024), dengan kata kunci “School Well-being” ATAU “Kesejahteraan Sekolah” DAN “Siswa SMA” ATAU “High School Students.” Proses seleksi artikel mengikuti kerangka PICOSS (Population, Intervention, Comparative, Results Variable, Study Design, and Arrangement). Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor interpersonal, seperti hubungan dengan teman dan guru, serta dukungan dari sekolah, berperan signifikan dalam meningkatkan school well-being. Selain itu, faktor intrapersonal, seperti regulasi emosi dan motivasi belajar, juga memiliki dampak yang besar. Implikasi dari temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kebijakan sekolah yang lebih holistik untuk mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh.