I Putu Sudayasa
Departemen Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Keberhasilan dan Faktor Deferral Pada Kegiatan Senadi Cita : Donor Darah Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo I Putu Sudayasa; Muhammad Ghozi Hadzal; Hisyam Fayyad
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 2 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan “Senadi Cita: Donor Darah” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo bertujuan memenuhi kebutuhan stok darah melalui partisipasi civitas akademika dan masyarakat sekitar. Pengabdian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 103 pendaftar yang direkrut melalui kolaborasi resmi dengan UDD PMI Provinsi Sulawesi Tenggara. Proses pelaksanaan meliputi registrasi, pemeriksaan pra-donor (termasuk skrining hemoglobin, berat badan, dan riwayat kesehatan), pelaksanaan donor darah, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa 81 peserta (78,64 %) berhasil mendonorkan darah, sedangkan 22 peserta (21,36 %) mengalami penundaan (deferral) akibat faktor hemoglobin rendah, kurang tidur, konsumsi obat, berat badan < 45 kg, dan menstruasi. Mayoritas peserta berasal dari Fakultas Kedokteran (92,2 %), dengan sisanya dari FMIPA, FT, dan masyarakat umum. Temuan ini konsisten dengan pola deferral pada donor sukarela di literatur, di mana anemia dan persiapan fisik menjadi hambatan utama. Simpulan pengabdian bahwa program ini efektif menarik pendonor muda dengan tingkat keberhasilan di atas rata-rata, namun masih menghadapi deferral signifikan.
Peningkatan Deteksi Dini Kondisi Kesehatan Masyarakat Pesisir melalui Kegiatan Skrining Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Liya, Kabupaten Wakatobi La Ode Alifariki; Heriviyatno J. Siagian; I Putu Sudayasa; Wa Ode Salma; Tomy Nurtamin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 1 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat pesisir merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, kondisi lingkungan, serta faktor sosial ekonomi. Rendahnya deteksi dini penyakit menyebabkan banyak masalah kesehatan ditemukan pada tahap lanjut dan berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat pesisir melalui kegiatan screening kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Liya, Kabupaten Wakatobi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring dengan pendekatan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2025 dengan melibatkan 124 orang masyarakat pesisir sebagai peserta. Screening kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi kesehatan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat serta ditemukannya berbagai faktor risiko kesehatan, terutama terkait tekanan darah, status gizi, dan keluhan kesehatan kronis yang sebelumnya belum teridentifikasi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan perilaku hidup sehat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa screening kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan akses layanan kesehatan preventif dan kesadaran kesehatan masyarakat pesisir.
Optimalisasi Peran Pengawas Minum Obat (PMO) dalam Meningkatkan Kepatuhan Terapi pada Penderita Hipertensi La Ode Alifariki; Heriviyatno J. Siagian; I Putu Sudayasa; Tomy Nurtamin; Dewi Nopiska Lilis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam pengelolaan hipertensi. Keterlibatan keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) diyakini dapat meningkatkan kepatuhan pasien, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan seperti Kabupaten Wakatobi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran anggota keluarga sebagai PMO dalam meningkatkan kepatuhan terapi pada penderita hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Liya pada bulan Oktober 2025, melibatkan 40 penderita hipertensi beserta anggota keluarganya. Intervensi meliputi edukasi kesehatan, pelatihan PMO, simulasi praktik, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta pemantauan kepatuhan minum obat menggunakan lembar kontrol harian. Monitoring berkala dilakukan untuk memastikan keberlanjutan intervensi. Peningkatan kepatuhan minum obat terlihat signifikan, dari 55% sebelum intervensi menjadi 85% setelah intervensi. Anggota keluarga mampu menjalankan peran PMO secara efektif, termasuk mengingatkan jadwal minum obat, memberikan dukungan emosional, dan memantau kepatuhan pasien. Optimalisasi peran keluarga sebagai PMO terbukti efektif meningkatkan kepatuhan terapi pada penderita hipertensi. Pendekatan ini dapat dijadikan model intervensi berkelanjutan di masyarakat, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan.
Pengenalan Sistem Organ dan Mikroskop pada Siswa Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Okto Asriatno; I Putu Sudayasa; Sulastrianah; Tien; Arfiyan Sukmadi; Yenti Purnamasari; Sufiah Asri Mulyawati; Dewinta Nur Alvionita; Nuraniar Bariq Kinayoh; Sitti Aisyah May Wulandari
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.307

Abstract

Pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan mendasar berupa keterbatasan fasilitas laboratorium dan dominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, yang berdampak pada rendahnya literasi sains dan minat belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut pada SD Islam Terpadu Al Qalam Kendari Sekolah mitra yang, berdasarkan koordinasi awal, teridentifikasi tidak memiliki laboratorium IPA fungsional, alat peraga anatomi, maupun mikroskop melalui kunjungan edukatif terintegrasi di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Kendari. Program dilaksanakan pada November 2024, melibatkan 113 siswa kelas IV–VI (usia 9–12 tahun) dan 10 guru yang dibagi ke dalam 13 kelompok kecil. Dua sesi terintegrasi dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning: (1) pengenalan sistem organ manusia menggunakan alat peraga manikin tiga dimensi; serta (2) pengenalan prinsip kerja, jenis, dan teknik penggunaan mikroskop melalui demonstrasi dan pengamatan preparat. Ketercapaian program dipantau menggunakan lembar observasi keterlibatan, kuis lisan interaktif sebagai asesmen formatif, dan lembar respons singkat peserta. Temuan kualitatif dan observasional mengindikasikan partisipasi aktif yang tinggi, antusiasme yang terjaga, serta tumbuhnya minat situasional terhadap sains dan bidang biomedis-kedokteran. Mengingat desain yang bersifat deskriptif, temuan ini perlu dimaknai sebagai indikasi, bukan efek yang terukur.