Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Simulasi Menggunakan Software Flexsim Muhammad Ari Kurniawan; Wahyu Sidiq Saputra; Ezar Amrullah; Adhisty Kartika Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.710

Abstract

Seiring perkembangan industri yang sangat pesat, seringkali sektor manufaktur menggunakan teknologi dalam mengembangkan usahanya. Untuk mencukupi pesatnya perkembangan dalam teknologi perlu adanya kemampuan untuk mengoperasikan perangkat lunak atau sofware simulasi. Pelatihan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang simulasi tata letak industri. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara kurikulum perkuliahan dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi simulasi berbasis perangkat lunak. Adapun tujuan spesifik dari pelatihan ini meliputi: (1) meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep dasar dan penerapan simulasi tata letak; (2) mengembangkan keterampilan dalam merancang tata letak sistem industri secara sistematis dan Visualisasi dalam bentuk 3D yang dihasilkan melalui perangkat lunak Flexsim sangat bermanfaat dalam memberikan gambaran yang lebih realistis dan rinci mengenai proses dan alur kerja di lingkungan industri. Pelatihan ini dimulai dengan penyampaian informasi dan edukasi mengenai konsep dasar serta penerapan model simulasi tata letak menggunakan Flexsim melalui kegiatan daring selanjutnya untuk pelaksanaan pelatihan simulasi menggunakan sofware Flexsim untuk pembuatan layout industri dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui kombinasi metode daring dan luring, guna memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih luas bagi seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan Flexsim ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami konsep simulasi. Para peserta menunjukkan antusiasme dan kesungguhan yang tinggi selama proses pelatihan berlangsung. Tingkat pemahaman peserta terhadap materi tergolong baik, yang terlihat dari inisiatif mereka untuk membeli perangkat komputer atau laptop sendiri agar dapat mempelajari perangkat lunak Flexsim secara mandiri di rumah.
Analisis Penyebab Cacat Produk Furniture Pintu Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Fault Tree Analysis (FTA) samsudin bahari; Adhisty Kartika Dewi; Wahyu Sidiq
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 5 No 1 (2026): JERA : Journal of Engineering Research and Application
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/c9mzp453

Abstract

Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas produk guna memenuhi kebutuhan serta harapan konsumen. Mebel Cemerlang merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang furnitur, khususnya produksi pintu, yang masih menghadapi permasalahan kecacatan produk pada proses produksinya. Cacat produk yang terjadi berdampak pada penurunan kualitas serta meningkatnya biaya perbaikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode analisis yang sistematis untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan dan menentukan prioritas perbaikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya cacat produk pada proses produksi pintu, menentukan prioritas masalah berdasarkan tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimalkan terjadinya kecacatan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan data historis perusahaan pada periode 14 Agustus 2023 hingga 14 September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan jenis cacat produk dengan total kejadian sebanyak 90 kali. Berdasarkan analisis FMEA, diketahui bahwa beberapa jenis cacat memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) yang tinggi sehingga perlu diprioritaskan dalam perbaikan. Faktor penyebab utama kecacatan berasal dari aspek manusia, metode kerja, mesin, dan material. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan meliputi penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan pengawasan proses produksi, pelatihan operator, serta perawatan mesin secara berkala. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan pengendalian kualitas dan meminimalkan terjadinya kecacatan produk di masa mendatang.
Analisis Potensi Bahaya Kecelakaan Dan Kesehatan Kerja Pada Proses Maintenance Mesin Compressor Fs Elliot Di Departemen Utility Pt. Xyz Menggunakan Metode Hiradc Khoirul Abid; Wahyu Sidiq Saputra; Adhisty Kartika Dewi
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 5 No 1 (2026): JERA : Journal of Engineering Research and Application
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/sq18wk18

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan serta melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peningkatan jumlah klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang dilaporkan oleh BPJS Ketenagakerjaan selama periode 2019–2023 menunjukkan bahwa permasalahan kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada tahun 2019 tercatat 182.835 kasus dan meningkat signifikan hingga mencapai 360.635 kasus pada Januari–November 2023. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pengelolaan risiko K3 yang lebih sistematis dan terstruktur di berbagai sektor industri. Penelitian ini dilakukan pada Departemen Utility, khususnya group section Compressor di PT. XYZ, perusahaan industri tekstil yang berorientasi ekspor. Aktivitas maintenance mesin Compressor FS Elliot memiliki berbagai potensi bahaya, seperti tertimpa pipa saat proses bongkar pasang, kebisingan mesin, tangan terjepit, serta risiko tergores komponen tajam. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proses maintenance mesin compressor menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan identifikasi aktivitas kerja rutin maupun non-rutin, kemudian dilanjutkan dengan penilaian tingkat risiko berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa risiko dengan kategori tingkat sedang hingga tinggi yang memerlukan pengendalian segera. Rekomendasi pengendalian meliputi rekayasa teknik (engineering control), penyusunan prosedur kerja standar (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peningkatan pengawasan dan pelatihan K3. Implementasi HIRADC pada proses maintenance mesin compressor terbukti mampu memberikan gambaran sistematis mengenai potensi bahaya dan prioritas pengendalian risiko. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan manajemen risiko K3 di sektor industri, khususnya pada aktivitas maintenance peralatan berisiko tinggi, guna menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan