Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali di kawasan urban seperti Kota Makassar menimbulkan tantangan serius terhadap kapasitas layanan publik dan keberlanjutan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar dalam menekan laju pertumbuhan penduduk. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan dan masyarakat, serta analisis dokumen kebijakan dan data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program KB di Kota Makassar berhasil menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) hingga di bawah target nasional, serta mengurangi laju pertumbuhan penduduk secara konsisten dalam lima tahun terakhir. Efektivitas ini didukung oleh strategi komunikasi yang disesuaikan dengan konteks budaya lokal dan perluasan akses layanan kontrasepsi melalui penyuluhan dan program “Kampung KB”. Namun demikian, tantangan masih ada dalam bentuk keterbatasan akses di wilayah tertentu, kesenjangan informasi, dan resistensi budaya terhadap penggunaan kontrasepsi. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dalam kebijakan kependudukan. Implikasinya, kebijakan KB yang dirancang secara kontekstual mampu meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi pengendalian penduduk di kawasan urban Indonesia.