Motivasi belajar merupakan hal yang sangat penting pada kegiatan pembelajaran. Jika motivasi belajar siswa rendah akan berpengaruh terhadap hasil belajar dan aktualisasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMAN 1 Bae Kudus yang disebabkan oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini dilatar belakangi oleh keluhan beberapa guru mata pelajaran yang merasa motivasi belajar siswa menurun. Berakibat ketidak pahaman siswa pada pembelajaran tertentu, siswa pasif dan kurang inisiatif dalam proses pembelajaran. Siswa mudah bosan dalam pembelajaran, dan berakibat pada penurunan hasil belajar. Sebagai seorang guru Bimbingan konseling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dapat diberikan layanan konseling, berupa bimbingan konseling kelompok salah satu nya dengan teknik problem solving menggunakan dinamika dari kelompok. Metode pengumpulan data pada penelitian ini beruapa observasi tindakan kelas, wawancara dengan beberapa guru dan siswa, serta menggunakan skala motivasi belajar yang diberikan kepada 36 siswa dan yang memiliki motivasi belajar sangat rendah sebanyak 8 siswa. Kemudian dari 8 siswa ini diberikan layanan bimbingan konseling kelompok selama 2 siklus setiap siklus memiliki 2 pertemuan. Setiap siswa diberikan pretest dan posttest sesudah dan sebelum melaksanakan bimbingan konseling kelompok. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus satu ke siklus dua, dari 17% menjadi 25%. Selain itu terjadi perubahan perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran siswa lebih aktif dan interaktif, serta mampu mengelola penyebab menurunya motivasi belajar dan peningkatan hasil belajar siswa.