Muhamad Yudistira Nugraha
UIN Raden Fatah Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Bahasa Isyarat dalam Membangun Kehamornisan Antar Anggota Keluarga dengan Penyandang Tunarungu (Perspektif Drama Korea Elsa Fitri Ali; Azzahra Bintang Rahmadani; Abdur Razzaq; Muhamad Yudistira Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.811

Abstract

interaksi simbolik berasal dari dua aliran yaitu mahzab chicago dan mahzab lowo. Interaksi simbolik biasanya digunakan oleh penyandang tunarungu yaitu dengan komunikasi non-verbal atau bahasa isyarat. Tunarungu ialah gangguan pendengaran yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelainan bawaan, cedera atau trauma pada telinga, infeksi atau penyakit, penuaan, dan paparan suara keras yang berkepanjangan. Banyak penyandang tunarungu yang tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga atau teman, dikarenakan kekurangan yang dimiliki, mereka mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa yang mereka ketahui dengan gerakan tangan atau tubuh yang diharapkan bisa di mengerti oleh anggota keluarga atau teman mereka supaya tidak ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kita bisa mengetahui seberapa pentingnya bahasa isyarat dari drama korea “Twinkling Watermelon” karena bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, seperti si pemeran utama dalam drama Korea ini yang menggunakan bahasa isyarat untuk membantu agar orang tuanya di masa lalu bisa berkomunikasi dan saling memahami perasaan satu sama lain sehingga mereka dapat menciptakan perasaan yang dalam satu sama lain.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Perilaku Bullying Siswa melalui Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Islami di MTs Miftahus Syafa’ah Indralaya Utara Indah Salwa; Ikma Mustaqimah; M. Ridho Alfarizi; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4164

Abstract

Bullying is one of the most prevalent social problems in schools and has a negative impact on students’ development. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in preventing bullying behavior through the inculcation of Islamic moral values at MTs Miftahus Syafa’ah. This research employed a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that PAI teachers act as educators, mentors, and role models in instilling Islamic morals based on ḥablum minannās (respecting peers, politeness, mutual assistance, refraining from mocking, and avoiding harm). The strategies applied include Islamic education learning, habituation, religious activities, and teacher role modeling. The study also identified several obstacles, such as limited teaching strategies, weak supervision, and the influence of students’ social environment. This research emphasizes that the inculcation of Islamic moral values can serve as an effective preventive strategy against bullying, thereby fostering a religious, harmonious, and conducive school climate.
Analisis Self-Efficacy Santri Tahfiz dalam Proses Menghafal Al-Qur’an (Studi Kasus di Ma'had Miftahul Jannah) Vitriniwati Vitriniwati; Faiz Dzulkhairi; Elisa Zahra; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efikasi diri santri tahfiz dalam proses menghafal Al-Qur’an di Ma’had Miftahul Jannah, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi konsistensi mereka dalam menghafal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat efikasi diri di antara santri, yang terbentuk tidak hanya oleh motivasi individu, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti dukungan orang tua dan budaya kelembagaan ma’had. Dorongan dari orang tua cenderung memperkuat kepercayaan diri santri ketika dipersepsikan sebagai bentuk kepercayaan dan kasih sayang; namun, jika dipahami sebagai tekanan atau kewajiban, hal tersebut justru dapat melemahkan keyakinan terhadap kemampuan diri mereka sendiri. Selain itu, budaya dan peraturan ma’had berperan sebagai faktor mediasi yang membentuk kedisiplinan dan ketekunan santri dalam menghafal. Rutinitas yang terstruktur, sistem setoran harian, serta semangat kebersamaan yang dibangun di lingkungan ma’had turut mengembangkan konsistensi akademik sekaligus karakter religius santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi diri dalam konteks pembelajaran tahfiz bukan sekadar konstruk psikologis, melainkan bagian integral dari pendidikan Islam yang bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual, kedisiplinan, dan integritas moral. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan tahfiz perlu menekankan tidak hanya pada pencapaian kognitif, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan pembentukan karakter.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Terhadap Penguatan Moderasi Beragama Di SMAN 22 Palembang Di Era Digital Aisyah Junia Anindya Sari; Nabila Cahya; Muhammad Wahid Faisal; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti terhadap penguatan moderasi beragama siswa di SMA Negeri 22 Palembang pada era digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya arus informasi dan interaksi di media sosial yang memunculkan potensi penyebaran paham ekstrem, intoleransi, dan ujaran kebencian di kalangan remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan pengumpulan data melalui angket daring terhadap 18 siswa yang aktif mengikuti pembelajaran PAI dan menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI dan Budi Pekerti berperan signifikan dalam membentuk karakter moderat siswa, khususnya melalui integrasi nilai-nilai kejujuran, toleransi, dan tanggung jawab. Strategi yang efektif meliputi keteladanan guru, pembiasaan nilai-nilai moral, diskusi kontekstual, serta penguatan literasi digital berbasis ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pendidikan agama, keteladanan pendidik, dan pembinaan digital mampu memperkuat moderasi beragama siswa dalam menghadapi tantangan era media sosial.