Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Perilaku Bullying Siswa melalui Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Islami di MTs Miftahus Syafa’ah Indralaya Utara Indah Salwa; Ikma Mustaqimah; M. Ridho Alfarizi; Muhamad Yudistira Nugraha; Abu Mansur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4164

Abstract

Bullying is one of the most prevalent social problems in schools and has a negative impact on students’ development. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in preventing bullying behavior through the inculcation of Islamic moral values at MTs Miftahus Syafa’ah. This research employed a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that PAI teachers act as educators, mentors, and role models in instilling Islamic morals based on ḥablum minannās (respecting peers, politeness, mutual assistance, refraining from mocking, and avoiding harm). The strategies applied include Islamic education learning, habituation, religious activities, and teacher role modeling. The study also identified several obstacles, such as limited teaching strategies, weak supervision, and the influence of students’ social environment. This research emphasizes that the inculcation of Islamic moral values can serve as an effective preventive strategy against bullying, thereby fostering a religious, harmonious, and conducive school climate.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pencegahan Perilaku Bullying Siswa melalui Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Islami di MTs Miftahus Syafa’ah Indralaya Utara Indah Salwa; Ridho Alfarizi; Ikma Mustaqimah; Abu Mansur; Muhammad Yudistira Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4471

Abstract

Bullying is one of the most prevalent social problems in schools and has a negative impact on students’ development. This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in preventing bullying behavior through the inculcation of Islamic moral values at MTs Miftahus Syafa’ah. This research employed a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that PAI teachers act as educators, mentors, and role models in instilling Islamic morals based on ḥablumminannās (respecting peers, politeness, mutual assistance, refraining from mocking, and avoiding harm). The strategies applied include Islamic education learning, habituation, religious activities, and teacher role modeling. The study also identified several obstacles, such as limited teaching strategies, weak supervision, and the influence of students’ social environment. This research emphasizes that the inculcation of Islamic moral values can serve as an effective preventive strategy against bullying, thereby fostering a religious, harmonious, and conducive school climate.
Flexing dan Pamer di Media Sosial: Kajian Tafsir Tematik tentang Riya’ dalam Al-Qur’an Indah Salwa; Berlianna Rahmawati; Dedi Munawwar Yasin; Reva Alvionita; Muhammad Takrip
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r78gdc67

Abstract

Fenomena flexing dan pamer di media sosial semakin berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Perilaku ini memiliki keterkaitan dengan konsep riya', yaitu melakukan suatu tindakan dengan tujuan memperoleh pujian dan pengakuan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep riya' dalam Al-Qur'an serta relevansinya terhadap fenomena flexing di media sosial melalui metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengecam perilaku riya' sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nisa' [4]: 38, QS. Al-Ma'un [107]: 4–6, dan QS. Al-Baqarah [2]: 264. Bentuk riya' meliputi pamer ibadah, pamer harta (tafakhur), pencitraan sosial, dan perilaku yang mengarah pada kesombongan. Dalam konteks media sosial, flexing dapat menjadi bentuk riya' modern apabila didorong oleh keinginan memperoleh validasi dan popularitas. Perilaku tersebut tidak hanya merusak nilai spiritual suatu amal, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial melalui munculnya budaya pencitraan, perbandingan sosial, dan persaingan yang tidak sehat. Oleh karena itu, Al-Qur'an menekankan pentingnya keikhlasan, kerendahan hati, dan orientasi mencari ridha Allah Swt. dalam setiap aktivitas, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Nasikh dan Mansukh dalam Al-Qur’an: Telaah Kaidah Tafsir Zilvi Syalsabillah; Indah Salwa; Siti Dhea Luthfiyyah; Khoirul Aziz; Rifqi Annas; Ibnu Rozali
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2d762v76

Abstract

Penelitian ini membahas konsep nasikh dan mansukh dalam Al-Qur’an sebagai salah satu kajian penting dalam ilmu tafsir dan Ulumul Qur’an. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengalami perubahan hukum agar tidak terjadi kesalahan dalam penafsiran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian nasikh dan mansukh, menganalisis contoh penerapannya dalam proses pengharaman khamr, serta menjelaskan relevansinya dalam kajian Ulumul Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap Al-Qur’an, kitab tafsir, buku Ulumul Qur’an, jurnal, serta video kajian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep nasikh dan mansukh merupakan bentuk hikmah Allah dalam menetapkan hukum secara bertahap sesuai kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Salah satu contoh yang paling jelas adalah proses pengharaman khamr yang dilakukan melalui tiga tahapan hingga akhirnya diharamkan secara total. Selain itu, kajian nasikh dan mansukh memiliki peran penting dalam memahami perkembangan hukum Islam, menghindari kesalahan dalam penetapan hukum, serta menunjukkan bahwa syariat Islam bersifat bijaksana, bertahap, dan relevan dengan kehidupan manusia. Dengan demikian, konsep nasikh dan mansukh menjadi bagian penting dalam memahami kesempurnaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.