Dalam beberapa tahun terakhir, efisiensi pelayanan kesehatan menjadi sorotan utama pemerintah, terutama dalam rangka pengendalian pembiayaan dan peningkatan mutu layanan publik. Hal ini tercermin dalam kebijakan efisiensi anggaran negara yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Pemerintah, yang menekankan pentingnya reformasi sistem kesehatan termasuk peningkatan efisiensi pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, RSUD Bandung Kiwari sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bandung tentu dituntut juga untuk memberikan pelayanan yang efisien. Maka dari itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pelayanan rawat inap berdasarkan grafik Barber Johnson pada setiap ruangan rawat inap umum di RSUD Bandung Kiwari. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh data Rekapitulasi Bulanan Rawat Inap periode 2024 sebanyak 19.173 pasien. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling (sensus). Variabel penelitian adalah efisiensi pelayanan rawat inap yang diukur menggunakan empat indikator Barber Johnson. Metode pengumpulan data adalah dengan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpulan data sekunder, alat tulis dan komputer. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan bahwa efisiensi pelayanan rawat inap antar ruangan bervariasi. Secara keseluruhan, beberapa ruang seperti Ruang Kandungan Kelas 2 dan 3 dan Ruang Gabungan Kelas 1 menunjukkan efisiensi tinggi, sementara Ruang Anak memiliki BOR dan BTO rendah yang perlu perhatian lebih untuk meningkatkan pemanfaatan tempat tidur dan perputaran pasien agar sesuai dengan standar efisiensi yang diharapkan.