Program pemberdayaan masyarakat melalui penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan di Padukuhan Konteng, Kelurahan Sumberadi, Kabupaten Sleman, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat untuk menjaga kesehatan keluarga. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan edukatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian bibit TOGA berupa jahe merah, kencur, kumis kucing, dan sereh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, dokumentasi, serta kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan tingkat pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat pada seluruh indikator yang diukur setelah mengikuti sosialisasi. Rata-rata skor total peserta meningkat dari 39,60 pada pre-test menjadi 43,52 pada post-test, dengan seluruh peserta berada pada kategori pengetahuan tinggi setelah kegiatan. Sebanyak 72% responden mengalami peningkatan skor individu, yang menunjukkan bahwa program edukasi dan pemberian bibit TOGA efektif dalam mendorong masyarakat untuk membudidayakan serta memanfaatkan tanaman obat keluarga secara mandiri. Kegiatan ini dapat mendukung pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan.