Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Karbon Aktif Dari Cangkang Biji Karet (Hevea Brasiliensis) Terhadap Kualitas Fisik Air Sumur Di Perumahan Kenten Laut Melati Ireng Sari; Siti Chodijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1189

Abstract

South Sumatra has the largest rubber plantation area in Indonesia. Rubber seed shells (Hevea Brasiliensis) are one of the solid wastes produced from the plantation sector. This waste has various potentials, one of which can be used as activated carbon because it contains quite high cellulose, namely 48.64%. Activated carbon is made through three stages, namely dehydration, carbonization and activation using H3PO4. Activated carbon is used to determine the ability to adsorb pollutants in well water based on pH, Turbidity, and TDS parameters. The optimum dose of activated carbon used is 2 grams. This dose is able to improve the quality of well water so that it is below the quality standard, namely pH to 7.14, Turbidity to 2.65 NTU and TDS to 230 mg/ L.
Pengaruh Variasi Sorbitol dan Komposisi Selulosa ampas Kelapa dan Eceng Gondok terhadap Kualitas Bioplastik Sofiah; Jaksen; Siti Chodijah; Taufikurrahman
Jurnal Redoks Vol. 11 No. 1 (2026): REDOKS JANUARI - JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/q7pwcx82

Abstract

Krisis lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik konvensional telah mendorong pengembangan bioplastik yang terbuat dari bahan alam terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah ampas kelapa dan eceng gondok sebagai sumber selulosa dalam produksi bioplastik ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, meliputi proses delignifikasi, pemutihan, formulasi bioplastik dengan penambahan kitosan, kaolin, dan sorbitol, serta pengujian karakteristik fisik bioplastik, seperti kekuatan tarik, elongasi, ketahanan air, dan biodegradabilitas. Variasai perbandingan selulosa (1:1 dan 2:2 gram) dan sorbitol (2; 2,5; 3; 3,5; dan 4 mL) diuji untuk menentukan formulasi optimal. Hasil menunjukkan bahwa bioplastik dengan perbandingan selulosa 1:1 dan 4 mL sorbitol menghasilkan sifat mekanik terbaik dengan kekuatan tarik 0,0121 MPa, perpanjangan 26%, dan biodegradasi mencapai 57,30% dalam 15 hari, meskipun tidak memenuhi standar kekuatan tarik menurut SNI 7188.7:2016. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ampas kelapa dan eceng gondok memiliki potensi besar sebagai bahan baku bioplastik, dengan formulasi spesifik mendekati spesifikasi standar, sehingga menawarkan solusi alternatif untuk limbah plastik sambil meningkatkan pemanfaatan limbah organik lokal.