Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Fasade Rumah Tuan Tanah Subang Di Masa Kolonial (Studi Kasus Pada The Big House Subang Jawa barat) rosyd rosyadi; Besta BK; Yusup Yulianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1193

Abstract

Di era kolonial Subang, tuan tanah diharapkan memiliki tempat tinggal megah yang mirip dengan istana presiden. Dokumentasi historis mendukung harapan ini. Tempat tinggal pemilik tanah ditetapkan sebagai Rumah Besar. Setelah relokasi P.W. Hofland, Rumah Besar tetap tidak berubah meskipun ada variasi penghuninya. Kediaman ini melambangkan otoritas penguasa di Subang. Warga Subang kontemporer menghubungkan gelar Rumah Besar dengan rumah bersejarah di Jalan Ade Irma Suryani, situs tata kelola dan perumusan kebijakan. Meskipun demikian, beberapa menentang asosiasi ini, mengklaim ukurannya mirip dengan rumah bersejarah lainnya. Diantisipasi bahwa kediaman tuan akan melampaui properti yang lebih rendah, meskipun ada kesamaan dalam arsitektur Eropa. Skeptisisme publik menghilang setelah pengungkapan rencana kota yang menggambarkan lokasi sebenarnya Rumah Besar di dalam alun-alun kota. Sebaliknya, Rumah Besar yang diidentifikasi sebelumnya hanyalah tempat tinggal konvensional bagi bawahan Eropa. Perkembangan Rumah Besar terjalin dengan budaya indische yang muncul selama periode Indo-Belanda, mencerminkan perpaduan tradisi Eropa dan Indonesia. Orang Eropa bertujuan untuk gaya arsitektur yang mengingatkan pada Belanda untuk mengurangi kerinduan rumah tetapi menghadapi tantangan dari berbagai iklim, teknologi, dan bahan. Akibatnya, penggabungan budaya ini menghasilkan gaya arsitektur unik yang dikenal sebagai Gaya Kekaisaran Indische.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MACHINE LEARNING DALAM PERENCANAAN DAN REHABILITASI RUMAH LAYAK HUNI: PERSPEKTIF ARSITEKTUR Rosyd Rosyadi; Ari wibowo wibowo; Susanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.4059

Abstract

Abstract: This study discusses the application of machine learning, specifically the XGBoost model, in the selection and rehabilitation of uninhabitable houses (RTLH) from an architectural perspective. The RTLH rehabilitation program aims to improve housing quality for low-income communities, yet the main challenge is determining which houses require rehabilitation in an objective and efficient manner. By utilizing machine learning algorithms, this research analyzes architectural and socio-economic factors such as structural conditions, spatial layout, building materials, number of occupants, and economic well-being. This model enables a more accurate selection of aid recipients, reduces subjectivity, and enhances program effectiveness. From an architectural perspective, this study emphasizes the importance of ergonomic house design, natural ventilation, energy efficiency, and the use of sustainable materials. The results show that the XGBoost model provides accurate predictions for housing rehabilitation, supports data-driven decision-making, and can be integrated with GIS technology for mapping uninhabitable houses. This technological integration supports the development of adaptive architecture tailored to the needs of residents and environmental conditions. Keyword: Architecture, RTLH, Housing Planning, Machine learning, XGBoost Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan machine learning, khususnya model XGBoost, dalam seleksi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dengan pendekatan arsitektural. Program rehabilitasi RTLH bertujuan meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun tantangan utama adalah menentukan rumah yang paling membutuhkan rehabilitasi secara objektif dan efisien. Dengan memanfaatkan algoritma machine learning, penelitian ini menganalisis faktor arsitektural dan sosial-ekonomi, seperti kondisi struktural, tata letak ruang, material bangunan, jumlah penghuni, serta kesejahteraan ekonomi. Model ini memungkinkan seleksi penerima bantuan secara lebih akurat, mengurangi subjektivitas, dan meningkatkan efektivitas program. Dari aspek arsitektur, penelitian ini menekankan pentingnya desain rumah ergonomis, ventilasi alami, efisiensi energi, dan penggunaan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model XGBoost memberikan prediksi akurat dalam rehabilitasi rumah, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta dapat dikombinasikan dengan teknologi GIS untuk pemetaan rumah tidak layak huni. Integrasi teknologi ini mendukung pengembangan arsitektur yang adaptif terhadap kebutuhan penghuni dan kondisi lingkungan. Kata Kunci: Arsitektur, RTLH, Perencanaan Rumah, Machine learning, XGBoost.