Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Filler Dry Chemical terhadap Kekuatan Tarik dan Laju Bakar Komposit Serat Acak Maulana Rachman; Susanto; Yogi Permana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.18524

Abstract

Material komposit berbasis serat kaca terus dikembangkan sebagai alternatif material yang memiliki sifat mekanik yang baik sekaligus ketahanan terhadap api. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan dry chemical sebagai filler terhadap kekuatan tarik dan laju bakar komposit berbasis resin Merryhill FR.P yang diperkuat serat acak. Spesimen komposit dibuat menggunakan metode hand lay-up dengan dua variasi, yaitu tanpa filler dan dengan penambahan dry chemical sebanyak 25 g. Pengujian tarik dilakukan mengacu pada standar ASTM D3039, sedangkan pengujian laju bakar mengacu pada ASTM D635. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit tanpa filler memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 31,448 MPa dengan elongasi 0,96%, sedangkan komposit dengan filler memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 26,527 MPa dengan elongasi 1,30%. Sebaliknya, penambahan dry chemical meningkatkan ketahanan terhadap api yang ditunjukkan oleh penurunan laju bakar dari 23,0 mm/menit menjadi 17,2 mm/menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan dry chemical meningkatkan sifat tahan api komposit, namun menurunkan kekuatan tariknya. Temuan ini memberikan alternatif dalam pengembangan material komposit tahan api untuk aplikasi teknik yang lebih mengutamakan aspek keselamatan terhadap kebakaran dibandingkan kekuatan mekanik maksimum.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI MACHINE LEARNING DALAM PERENCANAAN DAN REHABILITASI RUMAH LAYAK HUNI: PERSPEKTIF ARSITEKTUR Rosyd Rosyadi; Ari wibowo wibowo; Susanto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2025
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v9i1.4059

Abstract

Abstract: This study discusses the application of machine learning, specifically the XGBoost model, in the selection and rehabilitation of uninhabitable houses (RTLH) from an architectural perspective. The RTLH rehabilitation program aims to improve housing quality for low-income communities, yet the main challenge is determining which houses require rehabilitation in an objective and efficient manner. By utilizing machine learning algorithms, this research analyzes architectural and socio-economic factors such as structural conditions, spatial layout, building materials, number of occupants, and economic well-being. This model enables a more accurate selection of aid recipients, reduces subjectivity, and enhances program effectiveness. From an architectural perspective, this study emphasizes the importance of ergonomic house design, natural ventilation, energy efficiency, and the use of sustainable materials. The results show that the XGBoost model provides accurate predictions for housing rehabilitation, supports data-driven decision-making, and can be integrated with GIS technology for mapping uninhabitable houses. This technological integration supports the development of adaptive architecture tailored to the needs of residents and environmental conditions. Keyword: Architecture, RTLH, Housing Planning, Machine learning, XGBoost Abstrak: Penelitian ini membahas penerapan machine learning, khususnya model XGBoost, dalam seleksi dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dengan pendekatan arsitektural. Program rehabilitasi RTLH bertujuan meningkatkan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namun tantangan utama adalah menentukan rumah yang paling membutuhkan rehabilitasi secara objektif dan efisien. Dengan memanfaatkan algoritma machine learning, penelitian ini menganalisis faktor arsitektural dan sosial-ekonomi, seperti kondisi struktural, tata letak ruang, material bangunan, jumlah penghuni, serta kesejahteraan ekonomi. Model ini memungkinkan seleksi penerima bantuan secara lebih akurat, mengurangi subjektivitas, dan meningkatkan efektivitas program. Dari aspek arsitektur, penelitian ini menekankan pentingnya desain rumah ergonomis, ventilasi alami, efisiensi energi, dan penggunaan material yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model XGBoost memberikan prediksi akurat dalam rehabilitasi rumah, mendukung pengambilan keputusan berbasis data, serta dapat dikombinasikan dengan teknologi GIS untuk pemetaan rumah tidak layak huni. Integrasi teknologi ini mendukung pengembangan arsitektur yang adaptif terhadap kebutuhan penghuni dan kondisi lingkungan. Kata Kunci: Arsitektur, RTLH, Perencanaan Rumah, Machine learning, XGBoost.