Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan belanja negara terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu 1995 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda, di mana variabel independen yang digunakan adalah jumlah penduduk (X₁) dan belanja negara (X₂), serta variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi (Y).Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t (parsial) dan uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²) untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel.Hasil penelitian Variabel jumlah penduduk (X₁) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai thitung = -4,457, ttabel = 2,750, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, semakin besar jumlah penduduk, cenderung memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM dan ketersediaan lapangan kerja.Variabel belanja negara (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai thitung = 3,285, ttabel = 2,750, dan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan belanja negara yang produktif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.Secara simultan (uji F), variabel jumlah penduduk dan belanja negara secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil uji F menunjukkan Fhitung = 22,774, Ftabel = 2,50, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti model regresi yang digunakan layak untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen.Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,728 atau 72,8% menunjukkan bahwa variasi dari pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh jumlah penduduk dan belanja negara, sedangkan sisanya sebesar 27,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model seperti investasi, ekspor, kondisi global, dan kebijakan moneter.Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pemerintah tidak hanya meningkatkan jumlah belanja negara tetapi juga mengarahkan belanja tersebut untuk pengembangan sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan antarwilayah. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk harus dibarengi dengan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas tenaga kerja agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.