Linda Wati
Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk Dan Faktor Kesepian Pada Lansia Di Wisma X Kinta Duanty; Riska Angelia; Alleshandra Atthaya Vebrina Amelia Suci; Linda Wati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1258

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai rasa kesepian yang dialami oleh lansia yang berada di wisma. Perubahan kondisi lansia secara psikologis maupun fisik membuat perawatan lansia menjadi ekstra dan ketidakmampuan anggota keluarga dalam merawat lansia mengakibatkan lansia berada di wisma. Rasa kesepian yang dirasakan oleh lansia memberikan dampak pada kondisi fisik dan psikologis, sehingga lansia dapat mengalami penurunan interaksi sosial dengan sekitarnya. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini memiliki 3 subjek dengan rentang usia 61-73 tahun dan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Teknik indepth interview serta observasi yang didasari oleh teori kesepian Weiss dan teori Goodman, Adams, dan Swift mengenai faktor kesepian, digunakan dalam pengambilan data. Pengolahan data dilakukan dengan metode analisis deduktif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kesepian sosial lebih banyak dialami oleh subjek, hal ini dikarenakan terbatasnya jalinan hubungan sosial antara subjek dengan penghuni wisma. Perubahan kondisi fisik dan kesehatan menjadi faktor utama yang membatasi interaksi lansia, begitu juga dengan perubahan psikologis yang dialami lansia akibat penuaan. Keterbatasan dalam menjalin hubungan dengan keluarga maupun teman, serta tidak adanya sosok untuk memberikan keintiman dan kelekatan menjadi salah satu faktor munculnya kesepian emosional pada subjek.
KORELASI HUBUNGAN PARASOSIAL DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA KOMUNITAS BTS ARMY Michele Tesalonika Nauli Napitupulu; Linda Wati
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.9592

Abstract

ABSTRACT The Hallyu phenomenon in Indonesia, particularly the popularity of BTS, has encouraged the formation of parasocial relationships (PSR) among its fans, or ARMY. PSR is a one-way emotional attachment that arises through digital interaction with media figures. On the other hand, marital satisfaction reflects an individual’s evaluation of the quality of long-term relationships. This study aims to determine the relationship between PSR and marital satisfaction among married ARMY members. The method used is a correlational quantitative approach with purposive sampling technique. There were 127 participants in this study with the criteria of having been an ARMY for at least 1 year and being married for at least 1 year. The instruments used were the Multiple Parasocial Relationships Scale (MPRS) and the ENRICH Marital Inventory (EMI). The data in this study had a non-normal distribution, so data analysis was performed using Spearman’s rho non-parametric correlation test. The results of the study showed that PSR and marital satisfaction were in the high category. The correlation test results showed a positive and significant relationship between PSR and marital satisfaction (r = 0.180, p < 0.05). This finding indicates that parasocial attachment does not necessarily have negative implications, but can instead coexist with a good quality marital relationship. ABSTRAK Fenomena Hallyu di Indonesia, khususnya popularitas BTS, mendorong terbentuknya hubungan parasosial (PSR) pada penggemarnya atau ARMY. PSR merupakan keterikatan emosional satu arah yang muncul melalui interaksi digital dengan figur media. Di sisi lain, kepuasan pernikahan mencerminkan evaluasi individu terhadap kualitas relasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara PSR dan kepuasan pernikahan pada ARMY yang telah menikah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 127 orang dengan kriteria telah menjadi ARMY minimal 1 tahun dan usia pernikahan minimal 1 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Multiple Parasocial Relationships Scale (MPRS) dan ENRICH Marital Inventory (EMI). Data pada penelitian ini memiliki distribusi yang tidak normal sehingga analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSR dan kepuasan pernikahan berada pada kategori tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara PSR dan kepuasan pernikahan (r = 0.180, p < 0.05). Temuan ini menunjukkan bahwa keterikatan parasosial tidak selalu berimplikasi negatif, melainkan dapat koeksis dengan kualitas hubungan pernikahan yang baik.