Penelitian ini membahas mengenai rasa kesepian yang dialami oleh lansia yang berada di wisma. Perubahan kondisi lansia secara psikologis maupun fisik membuat perawatan lansia menjadi ekstra dan ketidakmampuan anggota keluarga dalam merawat lansia mengakibatkan lansia berada di wisma. Rasa kesepian yang dirasakan oleh lansia memberikan dampak pada kondisi fisik dan psikologis, sehingga lansia dapat mengalami penurunan interaksi sosial dengan sekitarnya. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini memiliki 3 subjek dengan rentang usia 61-73 tahun dan berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Teknik indepth interview serta observasi yang didasari oleh teori kesepian Weiss dan teori Goodman, Adams, dan Swift mengenai faktor kesepian, digunakan dalam pengambilan data. Pengolahan data dilakukan dengan metode analisis deduktif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kesepian sosial lebih banyak dialami oleh subjek, hal ini dikarenakan terbatasnya jalinan hubungan sosial antara subjek dengan penghuni wisma. Perubahan kondisi fisik dan kesehatan menjadi faktor utama yang membatasi interaksi lansia, begitu juga dengan perubahan psikologis yang dialami lansia akibat penuaan. Keterbatasan dalam menjalin hubungan dengan keluarga maupun teman, serta tidak adanya sosok untuk memberikan keintiman dan kelekatan menjadi salah satu faktor munculnya kesepian emosional pada subjek.
Copyrights © 2025