Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Tindak Tutur Ilokusi dalam Penguatan Pendidikan Karakter pada Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja Tika Selvia; Eko Suroso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran tindak tutur ilokusi dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja sebagai media penguatan pendidikan karakter. Film tersebut dipilih karena memuat representasi komunikasi yang kompleks dan relevan dengan isu-isu sosial kontemporer, seperti cancel culture dan tekanan media sosial, yang berdampak terhadap pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap (SBLC), yang dilakukan terhadap transkrip dialog antar tokoh dalam film. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan tindak tutur berdasarkan teori Searle, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif, lalu mengaitkannya dengan lima nilai utama pendidikan karakter: religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur asertif dan direktif paling dominan digunakan oleh tokoh-tokoh dalam menyampaikan nilai-nilai karakter secara implisit maupun eksplisit. Tindak tutur tersebut bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan menjadi media penyampaian pesan moral yang reflektif terhadap realitas sosial. Film Budi Pekerti memperlihatkan bagaimana bahasa, melalui tindak tutur, dapat membentuk kesadaran moral, empati sosial, serta memperkuat kepribadian individu dalam menghadapi tekanan sosial dan konflik etika. Temuan ini menegaskan bahwa tindak tutur ilokusi memiliki potensi besar sebagai strategi edukatif dalam pembelajaran karakter, khususnya melalui media audiovisual. Oleh karena itu, film ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual yang mendukung upaya penanaman nilai-nilai karakter di lingkungan pendidikan formal maupun non formal.