Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Berbasis Keluarga di Dayah Aceh: Implikasi terhadap Kesempatan Santri yang Kompeten Cut Irhamna Heriyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implikasi kepemimpinan berbasis keluarga di lembaga Dayah di Aceh dan dampaknya terhadap kesempatan santri yang kompeten untuk menduduki posisi kepemimpinan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara dengan pengelola, pengajar, dan santri dari beberapa lembaga Dayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemimpinan berbasis keluarga di Dayah Aceh cenderung membatasi peluang kepemimpinan bagi anggota non-keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki kompetensi akademik dan kepemimpinan yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan stagnasi dalam dinamika kepemimpinan, yang membatasi perkembangan profesional dan kemajuan santri. Selain itu, temuan penelitian menyoroti bahwa proses seleksi kepemimpinan sering kali didasarkan pada garis keturunan keluarga, bukan pada prestasi atau kompetensi, yang berujung pada kelanggengan kontrol keluarga terhadap posisi kepemimpinan di Dayah. Penelitian ini mengusulkan perlunya proses seleksi kepemimpinan yang lebih inklusif, yang memprioritaskan kompetensi dan potensi, bukan hubungan keluarga, untuk mendukung pengembangan profesional santri dan meningkatkan manajemen pendidikan Islam di lembaga Dayah. Temuan ini memberikan kontribusi pada wacana kepemimpinan dalam konteks pendidikan Islam dan menekankan pentingnya seleksi kepemimpinan berbasis prestasi untuk meningkatkan hasil pendidikan.
Pola Evaluasi Dalam Aktivitas Pembelajaran Santri Guna Meningkatkan Kualitas Pada Dayah Darussa’adah Cot Bada Peusangan Bireuen Cut Irhamna Heriyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2057

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pola evaluasi dalam aktivitas pembelajaran santri guna meningkatkan kualitas pada dayah Darussa’adah Cot Bada Peusangan Bireuen”. Rumusan masalah penelitian, yaitu: bagaimana evaluasi ranah kognitif pembelajaran santri dalam meningkatkan kualitas Dayah Darussa’adah Cot Bada Peusangan Bireuen?, bagaimana evaluasi ranah afektif pembelajaran santri dalam meningkatkan kualitas Dayah?, dan bagaimana evaluasi ranah psikomotorik pembelajaran santri dalam meningkatkan kualitas Dayah?. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian, yaitu: Pertama, evaluasi ranah kognitif pembelajaran santri dalam meningkatkan kualitas Dayah Darussa’adah Cot Bada Peusangan Bireuen. Evaluasi materi tauhid, nahwu dan fiqh mendapatkan hasil sangat baik. Pelaksana evaluasi yaitu pengajar/guru bidang studi tauhid, nahwu dan fiqh sudah medapatkan nilai yang baik. Teknik evaluasi dengan memberikan soal dan memberikan PR adalah teknik yang mendukung pembelajaran. Kedua, evaluasi ranah afektif. Evaluasi materi akhlak diaplikasikan secara baik dan memberikan respon positif saat materi fiqh dan tauhid. Pelaksana evaluasi adalah guru bidang studi akhlak, fiqh dan tauhid. teknik evaluasi dengan menilai sikap, baik di dalam dan luar ruang belajar, santri menunjukkan sikap yang baik. Ketiga, evaluasi ranah psikomotorik. Materi evaluasi adalah materi praktik ibadah, kesenian dan keterampilan khat mendapatkan hasil sangat baik. Pelaksana adalah pendidik/guru materi praktik ibadah, kesenian dan keterampilan khat. Menggunakan teknik dengan melihat langsung praktik ibadah, kesenian dan keterampilan khat. Rekomendasi yang peneliti berikan, dari hasil evaluasi Pembelajaran Santri dalam Meningkatkan Kualitas Dayah Darussa’adah Cot Bada Peusangan Bireuen, sebagai pimpinan dayah untuk terus memonitoring guru dan mengevaluasi hasil pembelajaran santri agar dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dayah.