Perilaku phubbing adalah tindakan menyakiti orang lain dalam interaksi sosial karena lebih asik dan fokus pada smartphone sehingga mengabaikan keberadaan dan komunikasi dengan orang yang ada disekitarnya. Perilaku phubbing yang terjadi pada siswa perlu diatasi agar komunikasi interpersonal serta interaksi sosial antar siswa dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk mengurangi perilaku phubbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subjek penelitian berjumlah 8 orang siswa dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki perilaku phubbing tinggi. Data dikumpulkan melalui skala perilaku phubbing dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain Ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat perilaku phubbing siswa setelah diberikan layanan. Pada aspek obsesi terhadap ponsel (phone obsession) menunjukkan penurunan sebesar 31,88% dan aspek gangguan komunikasi (communication disturbance) menunjukkan penurunan sebesar 27,24%. Adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,12 (<0,05). Perolehan N-Gain Score sebesar 0,59 yang artinya pengaruh konseling kelompok dengan teknik behavior contract terhadap perilaku phubbing siswa termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract berpengaruh untuk mengurangi perilaku phubbing siswa.