Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Strategis Pemerintah Kota Medan Dalam Penguatan Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Tahun Anggaran 2023 Winda Kurnia Dewi; Febrianingsih Febrianingsih; Armilda Apta Anindya; Lutfi Ariyani; Danu Agung Wicaksono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1529

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis Pemerintah Kota Medan dalam penguatan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2023. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka untuk menganalisis kontribusi PAD terhadap kemandirian fiskal daerah pada konteks kemandirian daerah dan desentralisasi fiskal di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Medan berhasil meraih peringkat tertinggi nasional dalam Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) dengan nilai 88,591 dan predikat "Baik (A)" untuk kategori kota dengan kemampuan keuangan tinggi. PAD Kota Medan memberikan kontribusi sebesar 47,4% terhadap total pendapatan lokal yang menunjukkan tingkat kemandirian fiskal yang signifikan. Komponen PAD terdiri dari pajak daerah yang memberikan kontribusi terbesar (79,2%), retribusi, keuntungan aset daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah. Pemerintah Kota Medan menerapkan berbagai inovasi kebijakan untuk meningkatkan PAD, termasuk digitalisasi perpajakan melalui aplikasi SIMP4D, integrasi sistem pembayaran nontunai dengan QRIS, pemasangan tapping box untuk memantau transaksi real-time, dan implementasi sistem E-Parking yang berhasil meningkatkan pendapatan parkir hingga 150%. Meskipun menunjukkan kemajuan positif, masih terdapat tantangan dalam optimalisasi retribusi daerah, kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang belum maksimal, dan fluktuasi pendapatan dari komponen lain-lain PAD yang sah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengelolaan PAD bergantung pada kombinasi potensi ekonomi daerah, strategi kebijakan fiskal yang adaptif, tata kelola yang transparan, dan partisipasi masyarakat. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi daerah lain dalam merancang kebijakan keuangan yang kontekstual dan inovatif di era otonomi fiskal untuk mencapai kemandirian daerah yang berkelanjutan.
Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sayuran sebagai Pupuk Organik Cair dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan di Desa Gumelem Pakis Bagas Dwi Aji Saputra; Aulia Zaki; Tri Wahyuningtias; Zahra Anisa Wira Yudha; Citra Mugi Rahayu; Febrianingsih Febrianingsih; Nurbaity Khoirun Nissa; Fachrizal Lukman Hakim; Sepsi Isra Mirado; Tegar Yusuf Karuniawan; Resti Kurnia Triastanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3000

Abstract

Pengelolaan limbah organik menjadi tantangan di berbagai daerah pedesaan, kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pengolahan limbah sayuran sebagai pupuk organik menyebabkan limbah dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara optimal. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah dapat menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Gumelem, Kecamatan Pakis, tentang pemanfaatan limbah sayuran menjadi pupuk organik cair sebagai solusi pengelolaan limbah dan peningkatan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup observasi, sosialisasi, dan pelatihan berbasis partisipatif kepada warga, terutama ibu-ibu kader desa sebanyak 18 orang. Tahapan kegiatan dimulai dari koordinasi dengan aparat desa, penyampaian materi secara langsung disertai dengan media video dan brosur, hingga monitoring hasil penerapan. Pembuatan pupuk organik cair dilakukan melalui proses fermentasi limbah sayur yang dicampur dengan EM4 dan gula selama 7–14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan warga terhadap pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair, yang sebelumnya belum banyak diketahui. Penggunaan media video terbukti efektif dalam menyampaikan informasi teknis secara visual, sedangkan brosur berfungsi sebagai panduan praktis berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap edukasi masyarakat dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan berbasis tanpa limbah, serta mendorong kemandirian petani dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk yang ramah lingkungan